
Sedangkan Alana dan Dava sedang bingung memilih kue.
"Yang tayo aja ya." ucap Alana membuat Dava menggeleng.
"Upin-ipin aja, lucu." ucap Dava.
Dari tadi mereka mempermasalahkan kue apa yang akan mereka beli. Sampe tukang kuenya bingung, dengan wajah yang seolah bicara ini orang mau beli gak sih.
"Mbak bisa requees gak. Saya pengennya upin-ipin naik mobil tayo." ucap Alana membuat penjual kue bingung.
"Nyusahin amat sih permintaannya.”-batin tukang kue.
"Gak bisa mba, adanya itu." ucap sang penjual.
"Yaudah saya beli yang itu aja." tunjuk Alana kepada kue bergambar tayo.
Penjual kue segera membungkusnya agarAlana dan Dava segera balik. Hampir satu jam mereka milih kue.
"Berapa tahun anaknya?" tanya penjual kue.
"Tiga tahun." jawab Dava.
Setelah membeli kue mereka berjalan ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
"Keano suka gak ya?" tanya Alana sambil menutup pintu mobil.
"Apa sih yang dia gak suka." Ucap Dava sambil menjalankan mobilnya.
Mereka akan pulang. Sebenarnya mereka lupa kalo hari ini anaknya ulang tahun. Baru inget waktu mereka sedang makan romantis berdua.
Dava menghentikan mobilnya dan Alana berjalan duluan ke dalam rumah, betapa kagetnya Alana saat melihat Keano dengan wajah putih semua karena bedak. Mana Keano lagi main bareng Saskia lagi.
"Mama." ucap Keano sambil melihat ke arah mama nya.
"Astagflrullah Keano kamu kenapa cemong gitu?!" ucap Alana shock hatinya tertohoq melihat anak semata wayangnya ini.
"Ano dikasi ini sama om Malpin kata na suluh pake dimuka." ucap Keano sambil menepuk wajahnya dengan bedak.
__ADS_1
Malvin datang dengan membawa segelas air putih untuk Saskia.
Prang.
Gelas itu jatuh membasahi lantai, alhamdulillah gak pecah karena gelas plastik.
"Huahaha...." Malvin tertawa terbahak-bahak melihat wajah Keano putih kayak cireng.
"Abang! Ini pasti kerjaan abang iya kan?!" tuduh Alana.
"Maaf, ini diluar tanggungjawab saya." ucap Malvin sambil mengambil Saskia dan pergi meninggalkan Alana dan Keano.
Terus ini yang bersihin lantai siapa hah? -Author.
Alana segera mengambil Keano untuk memandikannya lagi.
Bukannya mikir Keano malah kesenengan diajak mandi lagi. Karena mandi adalah hobi Keano.
Setelah memandikan Keano, Alana turun sambil menuntun Keano untuk duduk di sofa.
"Kamu disini dulu ya. Mama mau mandi." ucap Alana.
"Anak papa sendirian aja nih." ucap Dava sambil duduk di samping Keano.
"Iya pa." jawab Keano seadanya.
"Anak papa ganteng banget sih." ucap Dava sambil menciumi pipi Keano.
"Uda tau." jawab Keano membuat Dava tak bisa berkata apa-apa lagi.
Dava menengok ke belakang melihat Alana yang sedang membawa kue sambil memberi arahan agar tidak berisik. Malvin memegang balon untuk di pecahkan, Sari dan Zahran membawa terompet.
Alana memberi aba-aba dengan mulutnya.
"SELAMAT ULANG TAHUN KENZO!"
Semuanya berteriak dan Keano hanya menatap heran. Karena, ini adalah kali pertamanya Keano di rayakan.
__ADS_1
Alana mendekati Keano dan mencium pipinya. Semuanya bernyanyi selamat ulang tahun. Keano yang hapal lagu itu juga ikut bernyanyi.
"Celamat ulang taun." Ucap Keano ikut bernyanyi.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya" ucap semuanya yang masih bernyanyi.
"Tiup lilinnya sekarang sayang" ucap Dava sambil mengusap kepalanya Keano.
Fyuh.
Prok prok prok
"Hore!!" ucap semuanya Keano juga ikut bertepuk tangan.
"Selamat ulang tahun anak papa. Berbakti terus ya, jangan nakal ya." ucap Dava sambil mencium pipi Keano.
Semuanya memberikan ucapan selamat untuk Keano.
"Nih makan kuenya." ucap Sari sambil memberikan kue.
Malvin mencolek cream kue dengan tangannya, lalu mencoretkannya di wajah Keano.
"Yey madi agi!" ucap Keano senang.
"Abang!" teriak Alana.
"Hampura, sengaja."ucap Malvin dengan wajah yang menjengkelkan.
®®®®
Selamat ulang tahun buat Keano.
__ADS_1
jangan lupa vote semuanya.