Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 60


__ADS_3

"tidak akan pernah Diana"


Diana berlari menghampiri Dava dan langsung memeluknya. Memeluknya erat, Diana menangis sesenggukan. Alana tak marah, ia memaklumi.


"Dav,jangan lupain aku ya. Jangan lupain kenangan tentang kita, aku ikhlas sekarang kalian bersama. Jangan pernah benci aku. Ak... Aku sayang kam... Kamu hiks."


Setelah mengucapkam itu Diana benar-benar pergi, Dava masih mematung menatap punggung Diana.


Dava terduduk lemas, kakinya terasa seperti jelly ia menutup wajahnya dengan telapak tangan dan menangis. Alana merasakan perih di hatinya, ia ikut duduk sambil memeluk Dava.


"Ak.. Aku nyesel. Aku gak bisa jaga dia, aku gak tau masalah dia. Aku gak ada saat dia butuh aku, aku bodoh." ucap Dava sambil memukul kepalanya sendiri.


Alana memeluk suaminya, menghentikan tangan Dava yang terus memukul kepalanya.


"Berhenti nyalahin diri sendiri!" ucap Alana lembut membuat Dava lemah dan memeluk Alana.


Alana membantu Dava bangun dan menuntunnya ke sofa. Alana ikut duduk di samping Dava dan mengusap punggung tangannya.


Setelah Daba tenang Alana berjalan untuk mengambil air minum until Dava.


"Minum mas." ucan Alana dan diangguki oleh Dava.


Hua mama .....


Alana mendengar suara nyaring Keano dari kamar. Ia segera berdiri untuk melihat Keano.


Alana membuka kamar Keano dan menghampiri anaknya yang memangis.


"Kenapa sih Ano?" Alana mengusap rambut Keano.


"Mama na tidul sini." Keano menepuk kasur di sebelahnya.


Alana ikut merebahkan diri di samping Keano. Keano berbalik badan dan memeluk Alana layaknya guling.


"Mama, Ano au naik... Apa ge namana itu." tanya Keano berfikir.


"Sekuter?"


"lya." jawab Keano.

__ADS_1


"Nanti aja, sekarang kamu bobo dulu." ucap Alana menepuk paha Keano.


"Ndak au." jawab Keano.


Keano berdiri langsung turun dari kasur dan berlari.


"lni anak nyuruh emaknya buat tiduran, dianya malah kabur." ucap Alana menatap Keano.


Keano menuruni tangga menghampiri Dava yang sedang memejamkan matanya.


"Papa!" Keano memeluk kaki Dava,


membuat Dava membuka matanya dan tersenyum.


"Kok udah bangun sih?" tanya Dava mengangkat Keano ke pangkuannya.


"papa, au main itu." tunjuk Keano ke sekuternya.


"Hm, yuk." ucap Dava menurunkan Keano.


Keano berlari menghampiri sekuternya, Dava sedang membuka plastik sekuternya.


"Sekuter Ano bukan es puter." ucap Dava membenarkan.


"Ndak bisa ngomongna pa." ucap Keano sambil melihat sekuternya.


Radit menyuruh Keano untuk naik ke atas sekuternya.


"Pa, Ano takut." ucap Keano sambil memegang stang sekuter.


"Gapapa." ucap Dava sambil mendorong sekuternya.


Keano diam santuy sambil menikmati dorongan di sekuternya.


Sedangkan Alana celingak celinguk mencari keberadaan Keano dan Daba.


"Papa selu ya." ucap Keano senang.


"Papa lepas ya." ucap Dava membuat Kea.o menggeleng cepat.

__ADS_1


"Angan pa." ucap Keano menatap Dava.


"Kamunya duduk, kan itu ada kursinya." ucap Dava.


"Oh iya pa, hehe." ucap Keano nyengir.


Dava terus mendorong sekuter Keano mencoba melupakan Diana terlebih dahulu.


Alana datang menghampiri mereka berdua. Dari tadi Alana mencari Keano dan Dava disemua sudut ruangan, ternyata mereka tengah asik bermain.


"Dicariin ternyata kalian disini." ucap Alana membuat keduanya menoleh.


Keano turun dari sekuternya dan berlari ke arah Alana.


Alana memeluk Keano dan mencium pipinya. Keano balik mencium Alana juga.


"Mama doang yang dicium? Papa enggak?" sindir Dava membuat Keano berlari memeluk dan mencium pipi Dava.


Keano melihat anak kecil yang baru saja pulang sekolah. Keano melihat mereka yang sedang bercanda gurau.


"Papa, Ano mau cekula." ucap Keano menatap rombongan anak itu.


"lya nanti. Umur kamu belum cukup." ucap Dava membuat Keano mengangguk.


"Ayo pa, naik agi." ucap Keano sambil berlari menaiki sekuternya.


"Lucu banget sih." gumam Alana tersenyum menatap Keano.


"Kamu juga lucu, hehe. " ucap Radit sambil mencubit pipi Alana gemas.


Alana mencibir dan memalingkan wajahnya karena malu, pernikahannya sudah berjalan


4 tahun, tapi Alana masih belum terbiasa dengan sikap Dava padanya.


Dava kembali mendorong sekuter Keano. Mata Dava terhenti saat melihat seorang anak yang melihatnya dibalik pagar rumahnya.


"Papa itu kan olang sombong." ucap Keano kepada seorang gadis yang pernah ia temui saat mereka jogging waktu itu.


Dava melihat tatapan anak itu sendu, seketika ia mengingat kejadian saat ia dan Diana bersahabat.

__ADS_1


__ADS_2