Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
KDRT


__ADS_3

Bryan mengambil foto Belva dan mengusap-usap seraya memperhatikan foto itu. Kemudian Bryan bangkit dan kembali meletakkan di meja rias. Setelah itu Bryan memunguti pecahan bingkai foto dan memasukkannya di tempat sampah. Sesekali Bryan melirik Belvana yang masih tetap berdiri di sana, Membuat Bryan semakin merasakan keanehan di hatinya.


Setelah selesai membersihkan pecahan bingkai, Bryan berdiri dan kembali mendekati Belvana, Tak mengucapkan sepatah katapun, Bryan hanya menatap Belvana untuk memperhatikan gerak-geriknya. Membuat Belvana semakin terlihat gugup dan mencurigakan.


"Dimana Haidar?" tanya Bryan yang sengaja ingin melihat reaksi Belvana.


"Hah! Haidar... E-diaaa..."


"Kamu tidak jadi menikah dengannya?"


"Oh ya... T-tidak, A-aku tidak jadi menikah dengannya, Ternyata Papa benar, Haidar bukanlah orang baik, Dia sangat jahat Papa." Belvana langsung memeluk Bryan dan pura-pura menangis di bahunya.


Mendengar itu, Bryan mengangguk dan melepaskan pelukannya. Meskipun hatinya masih merasakan ada yang aneh dari putrinya, Namun Bryan tetap bersikap tenang.


"Baiklah, Papa tinggal dulu."


Belvana mengangguk dan membiarkan Bryan pergi dari kamarnya.

__ADS_1


Setelah Bryan pergi, Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Keesokan harinya Haidar kembali mendatangi Belva.


Mendapati kamarnya di kunci, Haidar menjadi marah dan menggedor ya tanpa henti.


Merasa takut Haidar akan semakin marah, Belva pun bergegas membukakan pintu untuknya. Dan benar saja, Begitu pintu terbuka, Haidar langsung mencekik leher Belva sembari mendorongnya masuk.


"Berraninya kau mengunci pintu kamar ku!"


Belva berusaha kuat untuk memberontak namun tak dapat lepas dari cengkeraman kuat tangan kekarnya.


"Apa yang kamu inginkan dari ku?" tanya Belva di sela-sela batuknya akibat cekikan Haidar.


"Kamu masih tanya apa yang ku inginkan? Apa kamu benar-benar tidak mengenal ku?" Haidar menjambak rambut Belva hingga kepalanya mendongak ke atas.


"Lihat Aku baik-baik... Aku adalah Haidar Dhanurendra Ayah dari Haiden Dhanurendra pria yang kamu buat jatuh cinta lalu kau buat patah hati hingga ia mengakhiri hidupnya sendiri!"

__ADS_1


Belva tercengang mendengar apa yang Haidar katakan.


"Dan sekarang kamu juga akan melakukan hal yang sama kepada ku? Hegh! Jangan pikir kamu telah berhasil memikat ku hingga Aku tidak sabar untuk menikahi mu, Asal kamu tahu, Preman di parkiran hotel, Rumah kecil yang kamu datangi, Pencopet di lampu merah, Semua terjadi atas perintah ku supaya kamu masuk dalam perangkap ku. Dan Aku berhasil melakukannya. Aku berhasil membuat mu masuk kedalam perangkap ku!"


"Kenapa kamu lakukan itu pada ku, Aku tidak ada hubungannya dengan putra mu Haiden, Aku sama sekali tidak mengenalnya..."


"Kau masih menyangkalnya!!!?" teriak Haidar kembali mencengkeram wajah Belva.


"Lep-paass..." Belva mencoba melepaskan tangan Haidar dari wajahnya. Tidak berhasil dengan usahanya Belva pun mengangkat kakinya dan menendang perut Haidar. Membuat pria matang itu langsung melepaskan cengkeramannya.


"Berrani sekali kau melawan ku!?" Haidar menarik lengan Belva hingga tubuh kecilnya terangkat hingga berdiri sejajar dengannya.


"Sebelumnya Aku kemari ingin menawarkan mu sarapan, Tapi kau telah berrani melawan ku jadi hari ini tidak ada makanan untuk mu." sambil mengatakan itu, Haidar menyeret Belva ke kamar mandi dan mendorongnya hingga jatuh ke lantai.


"Tetap di sini sebelum Aku mengizinkan mu keluar!" setelah mengatakan itu, Haidar menutup pintu kamar mandi. Kemudian ia mengganti pakaiannya dan berangkat bekerja seperti biasanya.


Di dalam kamar mandi Belva meringkuk menangisi nasibnya. Teringat akan pertengkarannya dengan keluarganya. Terutama Papanya yang tidak pernah menggikan suaranya apalagi membentak dan membuatnya menderita. Namun kali ini ia harus merasakan penderitaan di tangan pria yang ia kira akan memperlakukan dirinya seperti Papanya memperlakukannya.

__ADS_1


"Papa... Maafin Belva..." hanya air mata dan penyesalan yang menemani dirinya di dinginnya lantai kamar mandi.


Bersambung...


__ADS_2