Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
Selamat


__ADS_3

Dari kejauhan Bryan menghentikan mobilnya ketika melihat mobil staff hotel turun di depan rumah Haidar. Brayn pun turun di sana karena tidak mau penjaga keamanan melihat mobilnya di sekitar rumah Haidar. Dengan pandangan lurus ke depan Haidar bergegas mendekati rumah Haidar hingga tak sengaja menabrak seseorang yang berjalan ke arah berlawanan dengannya.


"Aowhhh..."


"Maaf-maaf... Apa Anda tidak papa?" tanya Bryan mencoba membangunkan wanita itu yang jatuh ke tanah. Namun Bryan menjadi sangat terkejut ketika melihat wanita itu adalah Leli, Mantan baby sitter yang dulu menculik Belvana. Sama halnya dengan Bryan, Leli pun terperangah melihat Bryan yang ada di depannya.


"Kau!" seketika Bryan merasa marah mengingat kejadian belasan tahun lalu.


"Sedang apa kamu di sini?"


"Tuan Bryan..."


"Tunggu.... Kamu berada di sekitar rumah Haidar? Apa jangan-jangan kamu sekongkol dengan Haidar dan menyembunyikan putriku Belva?"


"Tidak Tuan Bryan?"


"Sudah lebih dari delapan belas tahun lalu kamu menculik putriku Belvana, Bukan tidak mungkin sekarang kamu juga melakukan hal yang sama kepada Belva!"


"Tuan Bryan ku mohon dengarkan saya. Lupakan tentang masa lalu. Sekarang Non Belva dalam bahaya."


"Apa yang sudah kamu lakukan padanya?!"


"Bukan saya tapi Tuan Haidar." Leli pun mulai menceritakan alasan Haidar menikahi Belva hingga Haidar yang tengah pergi menyelamatkannya.

__ADS_1


Mendengar puteri kesayangannya yang selama ini selalu ia lindungi dari segala masalah dan bahaya, Bryan hampir saja kehilangan keseimbangannya.


"Tuan Bryan..."


Bryan mengangkat tangannya pada Leli menandakan ia tidak ingin di sentuh. Kemudian pergi mencari Belva tanpa tujuan setelah Leli mengatakan tidak tahu dimana tempat Haidar membawa Belva pergi.


"Sayang dimana kamu..."


"Maafin Papa, Karena marah, Papa membiarkan mu pergi dan mengalami masalah seperti ini." sesal Bryan yang merasa usahanya untuk menghentikan Belva kurang maksimal sehingga Belva pergi meninggalkan rumah.


Sementara Haidar di buat termangu melihat tempat dimana ia menyerahkan Belva kepada pria-pria itu telah sepi, Ia mengingat bagaimana terakhir kali Belva menangis mengiba padanya untuk tidak di tinggalkan di sana, Akan tetapi ia tidak peduli dengan tangisan gadis berusia delapan belas tahun itu yang sudah resmi menjadi istrinya. Tak terasa air mata menetes di pipinya. Menyadari hal itu Haidar langsung menghapusnya dan berniat untuk meninggalkan lokasi. Namun netranya tertuju pada salah seorang pria yang terlihat setengah sadar terbaring di pojokan sofa. Melihat itu Haidar pun bergegas mendekatinya.


"Kemana mereka membawa Belva?!"


"Hah!" dengan mata dan kondisi yang sudah mabuk berat, Pria itu sulit diajak komunikasi hingga membuat Haidar marah dan meninju wajahnya.


"Kemana mereka membawa Belva pergiiii....?!!!!" teriak Haidar.


"Aku tidak tahu, Gadis cantik itu seperti belut, Sangat sulit di pegang..."


"Katakan dengan jelasss!!!" Haidar kembali memukul pria itu dan menarik kerah bajunya hingga pria itu terangkat dan berdiri sejajar dengannya.


"Sekali lagi Aku tanya, Kemana mereka membawa Istriku?!!!"

__ADS_1


"Sudah ku katakan Aku tidak tahu, Gadis itu berlari pergi dan semua orang tengah mengejarnya." Mendengar itu Haidar melepaskan cengkeramannya dan kembali memukul pria itu hingga tersungkur ke setelah itu Haidar berlari keluar menelusuri jalan yang kemungkinan mereka lewati.


Seperti halnya Haidar, Bryan juga tengah menelusuri jalan sesuai firasatnya. Melewati jalanan yang sunyi sepi dan kurangnya pencahayaan membuat Bryan hampir menabrak seseorang yang secepat kilat melintas dari mobilnya. Hal itupun membuat Haidar menghentikan mobilnya secara mendadak, Terlebih beberapa orang terlihat berlari seperti mengejar seseorang. Melihat hal itu Bryan merasa penasaran dan turun dari mobilnya.


Melihat hanya beberapa pria yang berlarian tanpa melihat apa yang mereka kejar membuat Bryan kembali ingin masuk ke mobilnya. Namun tiba-tiba jeritan seorang wanita yang tidak asing di telinganya membuat Bryan tersentak dan kembali melihat kearah pria-pria itu.


"Tolooooong...." jeritnya lagi.


Meskipun tidak melihat wajah wanita itu karena minimnya cahaya, Bryan bergegas lari untuk menolongnya. Dan alangkah terkejutnya Bryan ketika melihat ternyata wanita itu adalah putrinya.


"Belva!"


Mendengar suara itu, Semua orang menoleh kearah Bryan tak terkecuali Belva yang langsung merasa lega, Sedih bercampur menjadi satu.


"Papa..."


Mendengar Belva menyebutnya Papa, Pria-pria itu langsung menyerang Bryan. Namun dengan sigap dan pengalaman yang cukup menguasai ilmu bela diri membuat Bryan mampu mengimbangi serangan mereka.


Dengan khawatir Belva melihat Papanya yang menghadapi mereka seorang diri. Meskipun mereka sama-sama menggunakan tangan kosong. Namun jumlah mereka cukup membuat Bryan kewalahan.


"Papa..." Teriak Belva ketika melihat Bryan akan di serang dari belakang. Karena teriakan tersebut Bryan mampu menghindar dan balik menghajarnya.


Cukup lama pertarungan itu terjadi hingga akhirnya Bryan mampu mengalahkan mereka yang memang sudah terlihat mabuk berat.

__ADS_1


Melihat Semua orang terkapar Belva berlari memeluk Bryan yang langsung memeluknya dengan penuh haru. Dan beberapa menit kemudian Bryan melihat Haidar datang seakan terkejut melihat pria-pria suruhannya terkapar tak berdaya di tanah.


Bersambung...


__ADS_2