
Malam berikutnya, Belva berpikir untuk kembali ke hotel di mana ia bertemu pria idamannya. Seperti biasanya ia mengendap-endap keluar dari kamar melihat suasana rumahnya. Setelah merasa aman Belva pun berlari turun dengan menenteng kedua high heels nya. Seketika itu juga Belva menjadi panik ketika melihat Papanya tengah melangkah menuju tangga dengan menyeruput secangkir kopi di tangannya. Sehingga kesempatan itu di ambil oleh Belva untuk kembali ke atas. Namun yang terjadi selanjutnya membuatnya Belva membulatkan kedua matanya ketika melihat Mamanya menuju ke arahnya.
"Hah! Bagaimana ini?" Belva menjadi serba salah karena di atas ada Mamanya dan di bawah ada Papanya. Merasa riwayatnya akan segera berakhir Belva pun hanya berdiri pasrah di tengah-tengah. Tapi harapannya kembali muncul ketika Ziyan tiba-tiba datang memeluk Mamanya.
"Mama..."
"Ziyaaaan..." ucap Zia terkejut.
Sepertinya Ziyan sengaja melakukan itu untuk menyelamatkan Belva dari kedua orang tuanya, Terbukti Ziyan memberi kode kepada Belva untuk segera bersembunyi.
"Ziyan apa yang kamu lihat? tanya Zia mencoba menoleh ke belakang.
"E-mama!" Ziyan langsung memegang kedua bahu Zia dan menghadapkan padanya.
"Ada apa Ziyan, Apa yang..." Zia kembali menoleh namun Ziyan segera menghentikannya.
"Mama..." Ziyan melihat Belva yang telah berhasil bersembunyi tak jauh dari tangga.
"Apa?"
Ziyan yang melihat Papanya. Jadi memiliki alasan untuk menjawab apa yang ia lakukan.
"Mmm... Papa."
"Papa?"
"Iya Papa." Ziayan memutar tubuh Mama nya dan melihat Bryan berjalan ke arahnya.
"Jadi kamu menghentikan Mama karena ada Papa?"
"Hehe..." Ziyan hanya tersenyum menggaruk-garuk kepalanya yang kemudian di jewer oleh Zia.
"Hey Sayang... Ziyan, Lagi pada ngapain?" tanya Bryan yang langsung meraih pinggang Zia dan mengecup kepalanya.
"Nggak Mas, Aku terbangun tapi Mas gak ada." saut Zia yang membuat Bryan semakin merapatkan tubuhnya.
"Duh kasian istriku." Tanpa rasa sungkan Bryan menci'um pipi Zia di hadapan putra mereka.
"Udah sana lanjut di kamar," ucap Bryan yang langsung pergi dengan tertawa.
"Mas sih..." ucap Zia sembari mencubit perut Bryan.
__ADS_1
"Biarin aja, Ziyan juga sudah dewasa." saut Bryan tertawa.
Melihat Papanya mengajak Mamanya kembali ke kamar. Belva dapat bernafas lega dan keluar dari persembunyiannya. Ia kembali mengendap-endap keluar tapi kembali di kagetkan oleh Ziyan dari belakang.
"Woy!"
"Kak Ziyan!" saut Belva kesal.
"Hari ini kamu berhutang pada kakak."
"Iya-iya Aku tidak akan melupakannya."
"Baiklah, Lain kali jika kakak yang ingin pergi, Kamu yang harus mengalihkan perhatian Papa dan Mama."
"Iya bawel." Belva bergegas pergi namun Ziyan kembali memanggilnya.
"Tunggu! Ngomong-ngomong kamu mau kemana, Kakak gak mau loh kamu berbuat macam-macam."
"Tenang, Cuma satu macam kok." Belva tertawa dan pergi meninggalkan Ziyan yang masih tercengang mendengar jawabannya.
Sesampainya di hotel. Belva melihat satu persatu mobil yang terparkir, Meskipun ia tidak hafal plat mobilnya. Namun ia masih mengingat ciri dan warna mobilnya.
Begitu banyaknya mobil, Belva terus memperhatikan semuanya sampai ia tersandung membuat tubuhnya terpental ke salah satu mobil. Seketika alarm mobil pun berbunyi membuat Belva menjadi panik bukan kepalang. Terlebih Satpam dan beberapa orang datang ke parkiran.
"Enak aja, Nggak..." saut ya panik.
"Kalau nggak, Ngapain di sini, Dimana mobil mu?"
"Mobil ku?" Belva menggaruk-garuk kepalanya mencari-cari dimana ia memarkirkan mobilnya.
"Bilang aja kalau gak punya mobil, Cantik-cantik mau maling." Satpam langsung menarik tangan Belva dan menyeretnya dari parkiran. Namun langkah mereka terhenti ketika seorang pria dengan sepatu hitam super kinclong dan celana super rapi, Membuat Belva yang semula menunduk, Mengangkat pandangannya menelusuri sosok tersebut. Dan alangkah terkejutnya Belva jika pria itu adalah pria yang sedang ia cari-cari hingga membuat dirinya dikira pencuri. Seketika senyum itu pun mengembang mendapati pria idamannya berdiri di hadapannya.
"Hai Tuan." sapa Belva menatap tanpa berkedip. Namun pria itu hanya diam tanpa ekspresi.
"Tuan apa Anda mengenalnya?" tanya salah seorang satpam.
"Ya." sautnya datar.
"Dia baru saja membuat kegaduhan, Gerak geriknya juga mencurigakan, Jika alarm mobil tidak berbunyi mungkin dia sudah..."
"Lepaskan dia."
__ADS_1
"Apa!?"
"Aku tidak suka mengulangi perkataan."
"A-e B-baik Tuan." kedua satpam itu pun melepaskan tangan Belva dan meninggalkannya bersama pria dingin itu.
Kini tinggal Belva dan pria itu yang saling berhadapan. Membuat hati Belva berbunga-bunga tak karuan. Namun kebahagiaannya tidak berlangsung lama karena pria itu lagi-lagi melangkah meninggalkannya. Tidak mau melepaskan begitu saja, Belva bergegas membuntutinya.
"Beritahu Aku siapa nama mu?"
Bak kulkas berjalan priaitu mengabaikan Belva.
"Ku mohon, Aku sengaja kemari dan memeriksa setiap mobil hanya ingin bertemu dengan mu, Katakan siapa nama mu?"
Tetap tidak bergeming, Pria itu terus melangkah mendekati mobilnya.
Karena tidak juga mendapat jawaban. Belva pun mengeluarkan ponsel dan langsung mengambil gambarnya.
"Ciiisss..."
Sontak pria itu mengangkat tangannya untuk menutupi wajahnya yang terkena cahaya ponsel Belva. Namun itu sudah terlambat karena Belva telah berhasil mendapatkan gambarnya.
"Berikan ponselmu!" dengan tegas pria itu mendekati Belva dan berusaha merebut ponselnya.
"Aku tidak suka mengulangi perkataan!"
"Dan Aku suka membuat orang diam menjadi banyak bicara." tantang Belva.
Dengan kesal pria dingin itu mencoba merebut ponsel Belva hingga tubuh Belva melengkung ke bagian depan mobil yang terparkir di sana. Menyadari posisi mereka yang begitu rapat. Pria itu pun kembali berdiri dengan benar.
"Apa Tuan merasa gugup?" goda Belva.
"Tidak!"
"Benarkah?" Belva semakin merasa tertantang untuk menggodanya. Ia terus berjalan mendekati pria itu dan langsung mengecup pipinya. Membuat pria itu begitu sangat terkejut dan menatap Belva yang tertawa dengan cerianya.
"Bagaimana perasaan mu?" tanya Belva yang terus tertawa melihat ekspresi pria dingin itu berubah menjadi tegang.
Tanpa menjawab pertanyaan Belva, Pria itu meninggalkan Belva dan masuk ke mobilnya.
Bersambung...
__ADS_1
📌 Yang belum komen, Di tunggu komentarnya biar semangat update nya 😂
Buat yang sudah kasih masukan terimakasih banyak yah 😘❤️