Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
Resah


__ADS_3

Setelah berpikir beberapa saat Haidar menemukan jawaban atas pertanyaan Belva, Ia yang tidak mungkin berbohong di depan Belvana mencoba bersikap tenang dan merangkul Belva, Kemudian mengajak Belva pergi ke kamarnya.


"Ada apa, Kenapa harus bicara di kamar?"


"Sayang... Maafkan Aku jika Aku tidak sengaja memeluk Belvana..."


Belva langsung terperanjat mendengar apa yang Haidar katakan.


"Sayang... Aku benar-benar tidak sengaja, Aku pikir itu dirimu, Dari belakang dia tidak ada bedanya dengan mu. Setelah seharian bekerja, Aku sangat merindukan mu sehingga begitu Aku melihatnya Aku langsung memeluknya tanpa mengingat jika ada Belvana yang serupa dengan mu."


Mendengar alasan Haidar yang masuk akal, Belva mengangguk-anggukkan kepalanya meskipun di dalam hatinya terselip kecemburuan.


"Kamu memaafkan ku?"


"Ya." jawabannya singkat.


Mendengar Belva memaafkannya Haidar memeluk dan membelai rambut Belva seraya berkata jika ia tidak akan lagi melakukan kesalahan.

__ADS_1


Meskipun Belva percaya apa yang dikatakan Haidar. Namun hatinya tidak bisa tenang, Ia masih mengingat bagaimana ekspresi wajah Belvana saat tadi menjawab pertanyaannya.


"Aku tidak bisa mengambil enteng masalah ini, Sebelumnya Belvana sangat membenciku, Semua yang ku miliki dia ingin memilikinya juga, Aku tidak bisa mengambil resiko dengan membiarkan Belvana mengambil kesempatan mendekati Haidar."


"Kenapa kamu diam saja, Apa kamu masih marah pada ku?" pertanyaan Haidar mengagetkan Belva yang sedari tadi memikirkan kerisauan di hatinya. Ia langsung melepaskan pelukannya dan langsung memalingkan wajahnya.


"E... A-aku... Melupakan sesuatu, Tunggu sebentar, Aku akan segera kembali." tidak menunggu Haidar mberikannya izin, Belva bergegas keluar mencari Papanya. Namun sebelum Belva menemukan Bryan, Ia berpapasan dengan Belvana. Membuat kedua saudara kembar itu terdiam saling memandang satu sama lain.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Belvana dengan sinis.


"Tidak, Permisi," ucap Belva yang langsung melewati Belvana.


"Aaahhh..." desiran aneh dan perasaan gelisah menyelimuti hatinya.


Terlebih saat Belvana melewati kamar Haidar yang pintu kamarnya sedikit terbuka, Dimana saat itu Haidar baru keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Membuat Belvana susah payah menelan salivanya.


Bhraakk...!!! tanpa sengaja pintu terdorong hingga terbuka lebih lebar akibat Belvana yang kehilangan keseimbangan. Membuat Haidar dan juga dirinya sama-sama terperanjat kaget dengan situasi tersebut.

__ADS_1


"B-belvana?" lirih Haidar yang sedikit ragu.


"M-maaf," ucap Belvana yang langsung keluar dan menutup pintunya rapat-rapat. Kemudian Belvana menarik nafas dalam-dalam dan meletakkan tangannya di dada sembari mengatur nafas yang berdetak begitu kencang bak genderang mau perang.


Sementara di ruang kerja Bryan, Belva tengah mencurahkan keresahan di hatinya mengenai apa yang terjadi antara Haidar dan Belva. Namun Bryan menanggapinya dengan santai karena siapapun bisa melakukan kesalahan itu karena mereka kembar.


"Tapi ini bukan sekedar masalah kesalahan dalam mengira Belvana adalah Aku Pa, Masalahnya Papa tau sendiri, Belvana selalu menginginkan apa yang Aku miliki Aku tidak ingin jika Aku dan Haidar tetap tinggal di sini, Seseuatu yang tidak ku inginkan akan terjadi. Aku tidak ingin jika Belvana memiliki rasa ketertarikan pada Haidar dan kemudian merebutnya dariku."


"Sayang kamu berlebihan..."


"Aku tidak berlebihan Pa, Tapi ini kekhawatiran seorang istri yang sangat mencintai suaminya."


"Godaan dalam rumah tangga akan selalu ada, Baik dari dalam rumah maupun di luar rumah, Tapi balik lagi, Akankah suami mu akan tahan dengan godaan itu atau tidak."


"Jadi Papa lebih memilih menguji keteguhan hati Haidar daripada mengizinkan ku tinggal berdua dengan Haidar, Di rumahnya?"


"Belva, Bukan begitu tapi..."

__ADS_1


"Cukup Pa, Aku tidak ingin berdebat, Aku hanya berdoa semoga tidak akan ada hal buruk terjadi yang akan Papa sesali seumur hidup Papa." setelah mengatakan itu, Belva meninggalkan Bryan yang langsung terdiam mendengar apa yang baru saja Belva katakan.


Bersambung...


__ADS_2