Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
Ketahuan


__ADS_3

"Belva!" teriak Bryan yang terbangun dari mimpinya.


"Babe..." Zia yang ikut terbangun menyalakan lampu dan melihat keringat bercucuran serta nafas Bryan yang terengah-engah.


"Apa Babe mimpi buruk?"


"Ya, Tapi ini hanya mimpi, Ayo kita kembali tidur."


"Babe beneran tidak papa, Tidak mau minum dulu, Mau Aku ambilin?"


"Tidak Sayang... Kamu tidurlah Aku akan mengambilnya." Bryan mengecup kening Zia dan keluar kamar, Di hadapan Zia, Bryan menyembunyikan kecemasannya tentang mimpi buruknya mengenai Belva. Karena itu, Ia memutuskan untuk ke kamar Belvana.


Perlahan Bryan membuka pintu kamar dan tidak melihat Belvana di atas ranjangnya. Untuk memastikan keberadaan Belvana Bryan pun masuk dan mencarinya di kamar mandi. Namun kamar mandinya juga kosong sehingga membuat Bryan khawatir dan bergegas keluar untuk mencarinya.


Setelah mencari seluruh sudut rumah tidak ada, Bryan pun ke ruang cctv untuk mencari petunjuk. Dan ketika cctv di putar beberapa menit ke belakang, Bryan melihat Belva bicara dengan penjaga keamanan kemudian keluar gerbang. Tidak mau membuang waktu, Bryan pun bergegas keluar rumah untuk mencari keberadaan Belvana di sekitar rumah. Dan dari kejauhan Bryan seperti melihat Belvana tengah berbicara dengan seseorang.


Karena rasa penasarannya, Bryan pun melangkah mendekati mereka dengan bersembunyi di balik mobil yang terparkir di pinggir jalan.


Bryan berusaha melihat wajah wanita yang berbicara dengan Belvana. Namun ia kesulitan karena wanita itu berdiri membelakanginya.


"Kamu sudah cukup lama tinggal disini, Tapi kenapa kamu belum memberiku uang juga!" ucapan wanita itu semakin membuat Bryan penasaran siapa wanita itu dan apa hubungannya dengan Belva.

__ADS_1


"Bersabarlah, Aku harus meyakinkan mereka terlebih dahulu sebelum mendapatkan uang mereka." saut Belvana.


"Uang? Ada masalah apa sebenarnya, Kenapa Belva membicarakan uang sementara semua ATM dan kartu kredit sudah ku kembalikan kepadanya." batin Bryan lagi.


"Baiklah Aku memberimu waktu satu Minggu, Dan selama satu Minggu itu kamu harus memberiku uang. Inget ya Belvana..."


"Belvana?" Bryan begitu terkejut mendengarnya.


"Jangan pernah lupa, Aku yang merawat mu dari bayi ketika kedua orang tua mu membuang mu ke sungai."


Bryan kembali bersembunyi ketika Belvana melewatinya. Setelah melihat Belvana masuk rumah, Bryan langsung berlari mengejar wanita yang tadi bersama Belvana. Namun ia sudah terlambat karena wanita itu sudah pergi menggunakan motornya.


•••


•••


Sesampainya di rumah penjaga keamanan menyambutnya dan membukakan pintu mobil. Penjaga keamanan mengatakan ada seorang wanita yang sudah menunggunya sejak lama.


"Siapa?"


"Dia bilang saudara Rina Tuan."

__ADS_1


"Ada urusan apa, Dimana dia?"


"Di ruang tamu Tuan."


Haidar pun masuk dan melihat wanita itu nampak cemas dengan penampilannya yang lusuh tak terawat. Kemudian Haidar duduk di depan wanita itu dan membuat wanita itu mengangkat wajahnya.


Haidar hanya menatap dengan tatapan tegasnya tanpa bertanya sepatah katapun. Membuat wanita itu yang memulai pembicaraan.


"Apakah Anda Tuan Haidar, Ayah dari Den Haiden?"


"Ya." sautnya singkat.


"Tuan, Saya Leli saudara Rina, Asisten rumah tangga yang telah merawat Den Haiden sejak kecil, Sejak Tuan berada di Kanada. Saya kesini ingin mengatakan jika apa yang selama ini di sampaikan oleh Rina mengenai kematian Den Haiden tidaklah benar."


Mendengar itu Haidar terperanjat dan tidak sabar lagi untuk mendengar apa yang akan Leli katakan selanjutnya.


"Selama ini Rina mengatakan pada Anda jika kekasih Den Haiden yang membuat Den Haiden depresi hingga mengakhiri hidupnya. Tapi semua itu tidak benar Tuan, Karena yang sebenarnya adalah Den Haiden depresi karena mengetahui jika..."


"Jika apa?"


"Jika Den Haiden bukanlah anak Tuan Haidar. Melainkan anak biologis dari Tuan Backri selingkuhan Nyonya Sarah."

__ADS_1


"Berraninya kamu mengatakan itu tanpa bukti!" Haidar langsung berdiri dengan marah, Tidak terima jika putra kesayangan yang ia bela mati-matian hingga rela menyiksa Belva demi membalaskan dendamnya tapi hari ini seseorang mengatakan Haiden bukanlah putranya.


Bersambung...


__ADS_2