Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
Perdebatan


__ADS_3

Belvana merasa panik ketika mengetahui saudara kembarnya sudah kembali ke rumah sementara ia belum mengantisipasi hal ini sama sekali. Otaknya berpikir keras bagaimana ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka lontarkan.


"Jadi benar kamu Belvana?" tanya Zia meraih tubuh Belvana ke pelukannya.


Belvana hanya terdiam dengan sikap dinginnya.


"Ya. Aku Belvana." saut Belvana sembari menatap tajam Belva yang berdiri di belakang Zia.


"Kenapa kamu tidak mengatakan sejak awal, Kenapa kamu malah berpura-pura sebagai Belva?"


Mendengar pertanyaan itu Belvana langsung melepaskan pelukannya. Berpikir apa yang selama ini Rina katakan dan sikap kedua orang tuanya tunjukkan selama ia tinggal bersamanya.


Seolah sedang mempertimbangkan siapa yang benar, Belvana hanya diam tanpa memberi jawaban.


"Sayang..." Zia masih menunggu jawaban dari Belvana. Namun Bryan meminta mereka untuk beristirahat karena hari sudah hampir pagi.

__ADS_1


"Kita bicarakan ini besok, Sekarang kita istirahat."


"Belva, Untuk sementara tidurlah bersama Belvana agar kalian bisa saling mengenal satu sama lain."


Belva dan Belvana saling menatap dengan pikiran dan perasaannya masing-masing.


"Papa tinggal dulu yah, Belva-Belvana beristirahatlah."


Setelah Bryan dan Zia pergi, Belva merasa canggung karena Belvana hanya diam menatapnya tajam seolah tak mempersilahkannya masuk. Namun Belva yang merasa itu adalah kamarnya, Melenggang masuk sembari mengulas senyum untuk mencairkan suasana, Akan tetapi Belvana langsung menarik tangan Belva hingga keduanya saling berhadapan satu sama lain.


"Selama ini kamu sudah merebut segalanya dari ku, Sekarang Aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan perhatian maupun kasih sayang baik dari Mama Papa maupun Kak Ziyan."


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Sebanyak apapun anak yang seorang ibu lahirkan, Maka masing-masing anak akan mendapatkan kasih sayang yang sama dari orang tuanya, Tidak ada orang tua yang membeda-bedakan anaknya kecuali anak itu sendiri yang merasa di beda-bedakan."


"Apa kamu sedang mengajariku!? Mudah bagimu untuk mengatakan itu karena kamu hidup bergelimang harta dengan kasih sayang kedua orang tua, Coba jika kamu yang ada di posisi ku apa kamu juga berpikir seperti itu?"

__ADS_1


"Belvana, Aku tidak tahu kehidupan apa yang kamu alami, Tapi perlu kamu tahu, Mama selalu memikirkan mu hingga menahan diri untuk memberikan kasih sayangnya kepada ku. Karena jika Mama ingin mencurahkan kasih sayangnya kepada ku maka Mama akan selalu mengingat mu, Membuat Mama sedih dan merasa bersalah kepada mu yang entah hidup dengan layak atau tidak."


"Merasa bersalah karena telah membuang ku!"


"Apa yang kamu katakan, Pakai logika mu, Untuk apa Mama membuang mu sementara Mama terpuruk bertahun-tahun meratapi hilangnya diri mu! Sekali lagi Aku katakan, Aku tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang kamu alami sehingga kamu terlihat begitu membenci kami hingga masuk ke rumah ini disaat Aku tidak ada dan menyamar sebagai diriku. Sekarang kamu pikir, Apa Mama dan Papa marah ketika mereka tahu kamu bukan Aku? Jika mereka tidak menginginkan mu, Maka begitu mereka tahu jika kamu bukan diriku maka mereka akan langsung mengusir mu, Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Apalagi Papa, Bahkan Papa tidak ingin membiarkan Mama memberikan pertanyaan yang membuat mu bingung sehingga Papa segera membawa Mama pergi dari sini. Jadi jika kamu masih berpikir mereka tidak menginginkan kehadiran mu seperti mereka menerima kehadiran ku maka kebencian mu sangatlah tidak berdasar!"


Belvana tidak lagi menjawab dan hanya melihat Belva masuk ke kamar mandi. Kemudian Ia mencerna semua apa yang Belva katakan dan kembali mengingat bagaimana Bryan beberapa kali menyelamatkan dirinya ketika Zia mulai mencurigainya.


"Apa yang di katakan Belva ada benarnya tapi kenapa Ibu mengatakan jika mereka membuang ku?"


"Karena wanita yang kamu panggil Ibu itu ingin balas dendam kepada keluarga ini melalui diri mu." saut Bryan yang kembali dan mendengar apa yang Belvana tanyakan kepada diri sendiri.


Bersambung...


Maaf Yah udah libur dua hari, Author habis sakit 😔

__ADS_1


__ADS_2