Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
Upaya Haidar


__ADS_3

Setelah Bryan menceritakan alasan Rina balas dendam pada keluarganya, Bryan menyerahkan surat dari Haiden yang di berikan Leli semasa mereka bertemu di rumah Haidar.


"Ini salah satu bukti Rina bukan orang baik seperti yang kamu duga selama ini. Dia bukan saja menculik mu dari kami, Tapi dia juga menyembunyikan kebenaran ini dari mu agar dia bisa memfitnah Belva sebagai penyebab kematian Haiden. Dan apa kamu tahu akibat dari fitnah yang Rina tanamkan dalam hati Haidar? Dia hampir saja membuat Belva celaka!"


Melihat surat itu Belvana tidak lagi fokus mendengar apa yang Bryan katakan, Belvana mulai membaca baris demi bari apa yang kekasihnya tuliskan untuk nya. Tak terasa air matanya menetes membasahi surat itu mengingat bagaimana kenangan indah saat mereka bersama dulu.


"Haiden..." tangis Belvana mengakhiri baris terakhir. Ia meletakkan surat itu di dadanya. Merasakan kembali pedihnya kehilangan kekasih yang meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Sekarang kamu sudah tahu semuanya, Papa harap kamu bisa menilai dengan benar siapa yang benar-benar menyayangimu atau hanya mengambil keuntungan darimu," ucap Bryan sembari menarik tubuh Belvana kedalam pelukannya.


•••

__ADS_1


Di pagi buta, Disaat semua orang belum bangun, Belva yang tidak bisa tidur masih berdiri di balkon kamarnya. Ia membiarkan tempat tidurnya untuk Belvana yang juga terlihat tak kalah sedih dengan dirinya. Memikirkan hal itu, Belva menarik nafas dalam-dalam seolah baru tersadar jika pagi sudah menjelang. Ia menggerakkan kakinya berniat ingin masuk ke dalam. Namun tak sengaja netranya melihat sesuatu yang menarik matanya. Penasaran dengan apa yang ia lihat, Belva melihat dengan seksama penjaga keamanan yang terlihat sedang bicara dengan seseorang.


Beberapa menit Belva memperhatikan, Akhirnya Belva dapat melihat dengan jelas ketika pria itu sedikit menoleh ke arahnya.


"King Haidar..." batinnya yang tidak begitu antusias melihat kedatangannya.


Haidar yang tak sengaja melihat Belva menerobos masuk menyingkirkan penjaga keamanan. Namun Belva yang melihat itu bergegas pergi menjauh dari pagar balkon.


"Aku tahu kamu masih di sana dan dapat mendengar ku, Jadi tolong dengarkan Aku."


Belva hanya terdiam dan berdiri mendengarkan apa yang Haidar katakan.

__ADS_1


"Tuan... Tolong jangan buat keributan disini."tegur penjaga keamanan menarik-narik tangan Haidar.


"Lepaskan Aku Pak, Tolong beri Aku kesempatan bicara dengan istri ku."


Mendengar itu penjaga keamanan pun terdiam bingung dan tak berani lagi mengusirnya. Begitu pun dengan Belva yang mendengar Haidar menyebutnya sebagai istrinya, Membuat Belva serasa ingin melangkah mendekati pagar dan menatapnya meskipun dari kejauhan. Tap ingatan akan apa yang sudah Haidar lakukan kepadanya membuat Belva mengurungkan itu semua dan kembali ingin melangkah masuk. Namun lagi-lagi Haidar berteriak memanggil namanya.


"Belvaaa.... Aku kesini bukan hanya sekedar untuk meminta maaf kepada mu, Tapi Aku akan meminta maaf kepada seluruh keluarga besar mu terutama Papa mu."


Belva yang mendengar akan hal itu tersenyum senang. Namun senyum itu tak berlangsung lama karena lagi-lagi Belva kembali mengingat apa yang sudah Haidar lakukan kepadanya. Bahkan kali ini Belva bukan hanya mengingat Haidar meninggalkannya bersama pria asing, Tapi ia juga mengingat bagaimana Haidar menyiksa fisik dan psikis nya selama tinggal bersamanya. Membuat Belva kembali merasa kesal dan langsung masuk kedalam. Ia tidak ingin lagi mendengar kata-kata yang Haidar lontarkan yang akan membuat hatinya luluh.


Bersambung...

__ADS_1


📌 Terimakasih buat yang sudah mendoakan. Insya Allah kita rutin Up lagi yah 🤗


__ADS_2