Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
Di Hajar


__ADS_3

Bryan yang baru turun dari kamarnya samar-samar mendengar suara seseorang memanggil-manggil nama Belva. Ia mendekati jendela dan membuka tirai untuk memastikan apa yang ia dengar. Namun ia tidak melihat siapapun kecuali penjaga keamanan yang tengah berdiri jauh dari posnya.


Mendapati hal itu Bryan segera keluar untuk menegurnya. Namun begitu Bryan keluar, Bryan langsung menghentikan langkahnya ketika melihat Haidar tengah menengadahkan kepalanya ke atas dimana letak kamar Puteri-puterinya berada. Melihat hal itu Bryan langsung berteriak dan menarik kerah kemejanya yang belum ia ganti dari semalam. Luka di wajahnya pun belum sedikit pun di obati sehingga Bryan tidak sampai hati untuk kembali menghajarnya.


Dengan kesal Bryan melepaskan cengkeramannya dan memalingkan wajahnya.


"Untuk apa kamu kemari?!"


"Tuan Bryan, Bisa kita bicara? Dengan hati dan pikiran yang dingin?"


"Setelah apa yang sudah kamu lakukan kepada putri ku kamu meminta ku untuk bicara dengan hati dan pikiran yang dingin?!"


"Aku tahu Aku salah, Aku memang bodoh..."


"Memang!" saut Bryan memotong ucapan Haidar.


"Ya. Aku tidak pernah berpikir jika gadis yang berfoto bersama putera ku ternyata memiliki saudara kembar, Tapi asal Tuan Bryan tau, Sebelum Aku menjalankan rencana, Aku telah lama memata-matai rumah ini dan semua pergerakan Belva, Tapi Aku tidak pernah melihat Belva memiliki saudara kembar, Sebab itu Aku tidak pernah berpikir jika ternyata Belva memiliki saudara kembar."


Bryan terdiam mendengar alasan Haidar yang masuk akal, Karena pada saat Belva pergi, Seminggu kemudian Belvana baru pulang kerumahnya, Bahkan ia sendiri juga tidak mengetahui jika putrinya itu masih hidup. Namun mengingat apa yang sudah Haidar lakukan, Bryan tidak mau sertamerta memaafkannya begitu saja.

__ADS_1


"Tetap saja, Apa yang kamu lakukan kepada Belva tidak bisa di maafkan!"


"Ya Aku tau, Itu kesalahan ku karena telah melibatkan pemabuk seperti mereka dalam rencana ku, Tapi kumohon percayalah, Aku tidak benar-benar ingin mereka menyentuh Belva, Aku hanya ingin membuat Belva takut, Tapi mereka..."


"Mereka hampir menghancurkan putriku, Bukan hanya fisiknya tapi juga mentalnya, Dan kamu pantas di hukum untuk itu."


"Aku siap menerima hukuman apapun Tuan."


Mendengar dan melihat kesungguhan Haidar, Bryan tidak bisa lagi berkata-kata. Tanpa memberikannya keputusan, Bryan masuk meninggalkan Haidar yang masih berdiri penuh harap.


"Babe... Dari tadi Aku mencarimu," ucap Zia yang melihat Bryan baru masuk.


"Babe..." Zia langsung melotot dan mencubit perut Bryan.


Bryan langsung menarik tubuh Zia ke pelukannya. Hatinya benar-benar merasa bahagia melihat Zia yang tersipu malu. Setelah sekian lama, Akhirnya Bryan dapat melihat Zia kembali ceria seperti dulu.


"Babe dari mana?"


"Dari luar, Ada Haidar di luar."

__ADS_1


"Haidar?"


Begitu melihat Bryan menganggukkan kepalanya Zia bergegas keluar untuk menemui Haidar yang kemudian di ikuti oleh Bryan. Ziyan yang baru turun melihat kedua orang tuanya keluar secara bersama-sama ikut melihat apa yang akan mereka lakukan.


"Berrraninya kamu datang kesini setelah apa yang kamu lakukan kepada putri ku!" teriak Zia yang langsung melepaskan sendalnya untuk memukul Haidar.


Tanpa membela diri Haidar hanya terdiam membiarkan Zia memukulinya sembari melontarkan kekesalan di hatinya.


Begitupun dengan Bryan dan Ziyan yang juga membiarkan itu terjadi.


Tidak hanya itu, Faraz yang baru sampai bersama anggota keluarga lainnya langsung mendekati keributan dan hanya menyaksikan Zia meluapkan amarahnya.


Setelah Zia merasa puas, Faraz mendekati Haidar dan langsung memberikan pukulan tepat di wajahnya. Membuat hidung Haidar kembali meneteskan darah.


"Ini untuk kamu yang sudah berrrani menyiksa cucuku! BHUGGG...!!! Dan ini untuk mu yang sudah berrrani menipuku! BHUGGG...!!! Kamu harus menerima kemarahan dari semua orang yang menyayangi Belva!".


Dari dalam kamarnya Belvana yang samar-samar mendengar keributan, Bergegas ke balkon untuk melihat apa yang terjadi.


Belvana melihat bagaimana seluruh keluarga menghajar Haidar karena telah berani menyiksa Belva membuat hatinya kembali merasakan kecemburuan kepada Belva.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2