
Sesampainya di kamar Zia memeluk Belvana tanpa bicara sepatah katapun. Membuat Belvana terdiam bingung membalas pelukan Mama nya.
"Kenapa Mama tidak marah padaku?" tanya Belvana.
Zia melepaskan pelukannya dan mengulas senyum tipisnya.
"Karena Mama ingin kamu tahu jika Mama sangat menyayangi mu."
"Hanya itu? Apa Mama tidak marah atas apa yang kulakukan pada Belva?"
"Jika Mama marah apa akan merubah keadaan yang sudah terjadi?" Zia balik bertanya. Dalam hatinya ia tidak membenarkan apa yang Belvana lakukan pada Belva tapi dia tidak ingin marah seperti Bryan Dan berusaha membuka hati Belvana dengan kelembutannya.
Belvana menggeleng sembari menundukkan kepalanya.
"Maka dari itu Mama tidak ingin marah, Mama hanya ingin kamu tahu jika Mama sangat menyayangi mu, Jadi Mama harap kamu tidak melakukan kesalahan yang membuat Papa mu marah seperti tadi, Mama sudah kehilangan mu lebih dari delapan belas tahun, Mama tidak ingin kehilanganmu lagi sayang."
Mendengar itu hati Belvana melunak, Bahkan tanpa di sadari buliran bening terjatuh dari matanya. Namun dengan cepat Belvana mengusapnya ketika melihat Alia datang.
Alia duduk mengusap Belvana. Seperti yang Zia lakukan, Alia pun menasehati Belvana dengan lembut.
Setelah mencerna semua yang Mama dan Omanya katakan Belvana pun tak bisa lagi menahan tangisnya. Ia memeluk Zia dan menangis tersedu-sedu di pundaknya.
"Maafin Aku Ma, Maafin Aku..."
Zia memejamkan mata dengan penuh haru, Hatinya begitu lega akhirnya usahanya tidak sia-sia. Begitu pula dengan Alia yang ikut meneteskan air mata haru sembari mengusap kepala Belvana.
"Tidak seharusnya Aku melakukan ini, Seharusnya Aku melupakan masa lalu ku yang pahit dan mensyukuri apa yang ku miliki sekarang, Mama Papa dan semua keluarga begitu menyayangi ku dan berusaha keras untuk selalu menuruti semua keinginan ku, Tapi karena masa lalu ku, Aku terus saja merasa tidak puas dengan apa yang kalian lakukan, Maafkan Aku Mama, Maafkan Aku Oma."
Mendengar itu, Zia dan Alia saling memandang penuh bahagia.
Setelah sekian lama, Akhirnya Belvana terlihat benar-benar menyadari kesalahannya.
__ADS_1
"Mama tidak pernah marah padamu..."
"Begitu pula dengan Oma." sambung Alia.
"Tapi... Papa mu terlihat sangat marah, Pergi dan minta maaf lah."
"Mama mu benar sayang, Selain pada Papa mu, Kamu juga harus meminta maaf pada Belva dan Haidar." sambung Alia.
Belvana terdiam mengingat bagaimana Bryan begitu sangat marah padanya untuk pertama kalinya.
Zia yang melihat kecemasan Belvana, Beranjak bangun dan mengulurkan tangannya. Kemudian menemaninya untuk menemui Bryan dan Belva.
Sesampainya di kamar Belva, Zia dan Belvana terkejut melihat Belva dan Haidar yang tengah mengemasi barang-barangnya. Tak hanya itu, Mereka juga Bryan yang hanya terduduk lesu di tepi ranjang dengan di temani Faraz yang berdiri tak jauh darinya.
"Apa yang sedang kalian lakukan, Kalian mau kemana?" tanya Zia mendekati Belva. Begitupun dengan Belvana, Meskipun merasa takut, Belvana perlahan mendekati mereka, Tepatnya di belakang Zia.
"Biarkan mereka pergi." saut Bryan mengangkat wajahnya dengan tatapan tegasnya.
"Ini sudah ku putuskan dan seharusnya Aku memutuskan ini sejak awal mereka kembali bersama."
"Babe... Kamu tidak bisa mengambil keputusan begitu saja, Belvana salah dan dia telah menyadarinya."
"Mama benar, Aku menyesal, Aku minta maaf." sambung Belvana dengan takut.
"Aku memaafkannya tapi itu tidak akan merubah keputusan ku, Belva telah menikah, Biarkan dia ikut kemanapun suaminya pergi."
"Papa... Aku tahu Papa mengambil keputusan ini karena marah pada ku, Aku janji Aku tidak akan lagi menganggu Belva maupun Haidar, Papa tidak perlu membiarkan mereka pergi."
"Tidak Belvana, Sebaik-baiknya berumah tangga adalah mereka yang tidak ada pihak ketiga yang turut campur di dalamnya, Jadi biarkan saudara kembar mu membina keluarga kecilnya dengan suaminya."
Mendengar itu, Belvana tidak lagi bisa berkata apapun.
__ADS_1
Setelah terdiam beberapa menit, Belvana mendekati Belva dan meminta maaf atas apa yang selama ini ia lakukan kepadanya.
"Aku selalu memaafkan mu tapi tidak jika kamu kembali berusaha merebut Haidar dariku!"
"Aku tidak akan pernah lagi melakukannya. Aku janji."
Mendengar itu Belva tersenyum dan memeluk Belvana.
Membuat semua orang tersenyum lega karena akhirnya setelah sekian lama Belvana dengan tulus meminta maaf kepada Belva.
Setelah itu Belvana melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Haidar kemudian mendekatinya.
"Maafkan Aku Tuan Haidar," ucap Belvana tanpa berani menatap mata Haidar.
"Tidak masalah, Aku juga pernah melakukan kesalahan seperti mu, Bahkan kesalahan ku jauh lebih besar dari yang kamu lakukan, Tapi Belva memaafkan ku, Bahkan dia mau menerima ku kembali sebagai suaminya, Jadi tidak mungkin Aku tidak memaafkan mu."
Belva tersenyum bahagia memeluk Haidar yang tepat berada dihadapan Belvana. Meskipun hatinya masih merasakan sesuatu untuk Haidar namun ia berusaha keras untuk menepisnya.
"Sayang..." lirih Zia merangkul kedua pundak Belvana, Menyuruhnya mundur dan mendekatkan pada Bryan.
Bryan pun dengan tangan terbuka memeluk Belvana yang langsung di balas pelukan oleh Belvana.
Melihat keluarga putrinya kembali bersatu setelah sekian lama Faraz tersenyum bahagia. Sesaat kemudian netranya beralih ke ambang pintu, Melihat Ziyan berdiri di sana, Faraz merangkul pundaknya dan membawanya masuk.
Bryan yang melihat Ziyan meraih pundak putranya, Begitu pula dengan Belva yang melihat kedua saudaranya di peluk Ziyan langsung ikut merangsek masuk ke pelukan Bryan.
Melihat Bryan yang kini memeluk semua anak-anaknya Zia tersenyum dan ikut memeluk mereka semua.
"Kamu tidak ada yang memeluk? Kemarilah biar Aku memeluk mu." ujar Faraz yang langsung memeluk Haidar.
T.A.M.A.T
__ADS_1
📌 Terimakasih untuk yang sudah selau setia menunggu dan mengikuti novel ini, Maaf untuk novel ini sangat lambat update karena berbagai hal, Mulai dari saya melahirkan, Ibu meninggal dan masuk bulan Ramadhan. Begitu banyak kendala saat menulis ini jadi mohon maaf jika hasilnya tidak maksimal seperti yang kalian inginkan, Tapi apapun itu terimakasih untuk yang selalu mendukung Novel receh saya. Sampai jumpa di novel-novel saya berikutnya, I love you all 😘😘😘❤️❤️❤️