Suami Seperti Papa

Suami Seperti Papa
Pulang


__ADS_3

"Hhh! Itu dia akhirnya pulang juga," ucap Bryan yang melihat mobil Haidar telah sampai di depan rumahnya. Sebelumnya ia telah memarahi supirnya yang tidak berhasil membawa Belva pada malam hari sehingga ia tidak bisa tidur, Jadi di pagi buta Bryan sudah mondar-mandir di depan rumah untuk menunggu kepulangan Belva.


Bryan pun bergegas keluar gerbang dan menuju pintu mobil dimana Belva duduk. Begitu pintu terbuka, Bryan langsung memperhatikan Belva dari ujung rambut hingga ujung kaki hingga membuat Belva merasa tidak nyaman.


"Ada apa Pa? Kenapa Papa menatap ku seperti itu?"


"Belva apa kamu baik-baik saja, Apa kamu bisa jalan dengan baik?"


Belva menggaruk-garuk kepalanya memahami papanya telah mengetahui dirinya telah melakukan malam pertamanya dengan Haidar. Namun belum sempat Belva menjawab, Bryan yang melihat Haidar turun langsung bergegas menghampirinya.


"Dasar tidak bisa di percaya!" hardik Bryan sembari menarik kerah baju Haidar.


"Papa..." Belva yang melihat langsung berlari menarik tangan Bryan supaya melepaskan suaminya.


"M-maafkan Aku Tuan, Aku tidak bermaksud merusak kepercayaan Anda, Tapi semua terjadi begitu saja sehingga Aku dan Belva..."


"Tidak! Jangan katakan apapun, Aku benci membayangkan apa yang kamu lakukan kepada putri ku."


"Papa... Kenapa berlebihan, Setiap pasangan yang menikah pasti ujung-ujungnya bikin anak kan?"

__ADS_1


Bryan mengeratkan giginya sembari memejamkan mata seolah kata-kata Belva begitu menghujam Jantungnya.


"Papabilang jangan katakan apapun." tegas Bryan dengan gigi yang masih mengatup.


"Tuan Bryan... Aku mencintai putrimu biarkan Aku memenuhi semua kewajiban ku sebagai suami."


"Ciiihhh... Ngomongin kewajiban bilang aja kalau kamu ingin memenuhi kebutuhan biologis mu sendiri."


"Papa..." Belva mencoba mencelah pembicaraan tapi Bryan terus mengungkapkan kekesalannya pada Haidar.


"Aku sudah bilang itu tergantung bagaimana sikap mu dan bagaimana kamu mengambil hati kami sebagai orang tua Belva, Tapi kamu di beri kesempatan bukannya berusaha tapi malah menghabiskan malam bersama putriku sebelum kamu mendapatkan restu dariku?"


"Papa... Bisa kita bicara di dalam, Gak enak sama tetangga pagi-pagi sudah ribut." Melihat Bryan yang tidak mendengarkan apa yang ia katakan, Belva pun berlari masuk memanggil Mamanya.


"Jawab... Kenapa diam saja!" Bryan masih menunggu jawaban Haidar. Namun Zia telah datang dan mengatakan seperti yang Belva katakan sebelumnya.


"Babe ayolah..." bujuk Zia.


Dengan bujukan Zia akhirnya Bryan masuk dan membiarkan Haidar juga ikut masuk untuk menjelaskan apa yang belum ia jelaskan.

__ADS_1


Belva yang berjalan paling belakang menghentikan langkahnya ketika berpapasan langsung dengan Belvana yang berdiri di depan pintu. Mereka saling melihat satu sama lain sebelum akhirnya Belvana memeluk Belva.


Mendapat pelukan tiba-tiba dari Belvana, Belva merasa bingung dan tak percaya jika Belvana tidak lagi membencinya.


"Benarkah Belvana telah berubah?" batin Belva sembari membalas senyuman Belvana meskipun hatinya masih ada keraguan.


"Maafkan Aku Belva..."


Saking tak percayanya dengan perubahan Belvana, Belva sampai tak bisa berkata-kata.


"Papa sudah menjelaskan semuanya, Aku tidak menduga jika ternyata kamu juga tidak mendapat kasih sayang dari Mama meskipun kamu tinggal bersamanya."


"Ya, Tapi Aku beruntung karena ada Papa yang begitu menyayangiku, Menggantikan peran Mama yang terpuruk karena kehilangan mu, Mama sangat menyayangi mu Belvana, Jadi jangan pernah berpikir jika kami senang dengan hilangnya dirimu."


"Ya Kamu benar, Semalaman Aku sudah merenungi semuanya dan memang benar, Sangat tidak masuk akal jika kalian sengaja membuang ku dari kehidupan kalian."


Belva mengangguk-anggukkan kepalanya dan kembali memeluk Belvana.


"Belva... Belvana..." ucap Alia yang baru turun dari mobilnya.

__ADS_1


Mendengar Alia mengatakan itu, Faraz pun menoleh kearah yang Alia tengah lihat. Dan alangkah bahagianya ia melihat kedua cucu kembarnya telah berdamai dan saling memeluk satu sama lain.


Bersambung...


__ADS_2