SUAMI YANG TERGADAI

SUAMI YANG TERGADAI
Episode 36


__ADS_3

Yasmin masih tertunduk untuk menghindari tatapan Satria.


Rayyan minta turun dari gendongan Satria, ia berlari kearah wahana permainan.


"Aku jarang suka pada anak kecil, tapi entah kenapa berbeda dengan anakmu."


"Maksud bapak?" Yasmin membenarkan letak kaca matanya.


Tiba-tiba mereka mendengar kegaduhan tidak jauh dari mereka.


Dio dan Rayyan sedang berebut mainan.


Satria dan Yasmin mendekati mereka.


"Kalian ngapain?" Satria menatap kedua bocah yang seumuran itu.


"Ini, pa. Dia merebut punya Dio."


"Bohong, Ray tidak merebut punya dia, Ray yang lebih dulu pegang ini." ucap Rayyan dengan berani.


Satria kagum padanya.


"Hmm Papa tau, Dio sudah mengambil punya Rayyan, Rayyan cuma mempertahankan apa yang menjadi miliknya."


"Papa malah belain dia." Dio terlihat tidak senang.


Yasmin berpikir, mungkin Dio adalah putranya Satria. Soalnya dia memanggil papa.


"Ah, iya. Aku lupa kenalin. Ini Dio putra ku."


Yasmin melambai ke arah Dio.


"Hai Dio..."


Dio tidak merespon. Ia masih cemberut dengan memeluk Satria.


Yasmin merasa iba melihat Rayyan.


Satria menarik Rayyan untuk mendekat.


"Kalian mau nggak berteman? Yang mau akan papa kasi hadiah."


Rayyan mengangguk cepat. Sedangkan Dio terlihat ragu.


 Saat itu datang Kirana mendekati mereka. Ia merasa heran melihat Satria bersama anak kecil dan wanita yang tidak di kenalnya.


"Mama..!" Dio langsung menghambur ke pelukan Kirana.


"Anak itu mau mengambil papa dariku." ucapnya mengadu.


Yasmin langsung memalingkan wajahnya. Semua kilasan malunya terbayang kembali.


Gara-gara wanita itulah, dia harus keluar dari hidup Satria, Gara-gara dia pula Rayyan harus lahir dan tumbuh tanpa ayahnya.


"Bukan begitu, Dio.. Dio tetap anak papa, tapi kasihan Rayyan. Dia kangen papanya, makanya dia manggil papa dengan sebutan papa juga."


Satria mencoba membujuk putranya.


Dio masih acuh.


"Ya, nggak gitu juga kali, Sat. Kalau Dio tidak setuju ya tidak usah. Kasian dia jauh-jauh datang kesini kalau mendapati papanya harus di bagi dengan anak lain."

__ADS_1


Mendengar itu, Yasmin merasa tidak enak.


Buru-buru dia meraih lengan anaknya dan mohon diri dari sana.


Tapi Satria menahan tangan Rayyan yang satunya.


"Biarkan Rayyan disini."


"Tapi, pak...?" Kirana memandang Yasmin dengan tatapan tidak suka.


"Aku ingin menanamkan pada Dio sifat yang murah hati, tidak egois dan angkuh." ucap Satria sambil melirik Kirana.


Satria membujuk Dio dengan berbagai cara hingga anak itu akhirnya mengerti dan bermain bersama Rayyan.


Satria mengawasi kedua bocah itu.


Yasmin merasa canggung di dekat Kirana.


Ia tidak bisa membayangkan ekspresi Kirana kalau tau wanita cupu di depannya adalah Yasmin, wanita yang telah di perdaya nya lima tahun silam.


"Kau kenal dengan dengan pak Satria?" tanyanya dingin. tak ada senyum sedikitpun di wajah Kirana.


"Saya.. ada kerjasama dengan perusahaan pak Satria. Tapi untuk bertemu beliau baru kali ini, di mall ini."


Kirana menarik nafas lega.


"Asal kau tau, saya adalah istri dari pak Satria! Dia sudah punya istri dan anak." ucapnya ketus.


Yasmin mengangguk ia tak sanggup lagi berkata-kata.


Setelah merasa cukup lama membiarkan Rayyan bermain, Yasmin mengajak nya pulang.


"Kiran, aku harap kau tidak mengajari Dio untuk menjadi orang egois."


"Apa maksudmu? Aku hanya mengajarkannya mempertahankan hak miliknya, bukan merampas milk orang lain, apa itu salah?"


Kirana merasa tidak suka oleh teguran Satria.


"Kita memang tidak akan pernah menemukan satu titik persamaan. Dan kau harus ingat, kebersamaan kita sampai saat ini hanya karena Dio, tak lebih!"


Satria bangkit dari duduknya.


"Dio,aku ikut papa, atau Mama?"


"Satria, sekali ini saja, hargai sedikit perasaanku. Apa tidak bisa kita pulang bersama? Kau bawa mobil, sedang aku tidak."


"Aku masih ada urusan." jawab Satria sambil menatap Rayyan. Ia sama sekali tidak menganggap keberadaan Kirana di sana.


"Dio sama Papah!" ucap Dio sambil menggandeng tangan Satria.


Kirana merasa sendiri di tengah keramaian itu.


Apapun usahanya tidak bisa membuat hati Satria menjadi miliknya.


Ia sampai rela melakukan segala hal hanya untuk bisa terus bersama dengan pria itu.


Setelah kepergian Yasmin dari hidupnya membuat Satria terguncang. Ia sering pulang larut malam, bahkan kadang tidak pulang sama sekali.


Hingga suatu malam Satria pulang dalam keadaan mabuk. keadaan sudah sepi karna semua sudah terlelap dalam mimpi. Hanya Kirana yang masih terjaga.


Ia memapah Satria ke kamarnya. Namun di depan pintu, pikirannya berubah.

__ADS_1


Ia membawa Satria kekamarnya. Hingga malam itu terjadi sesuatu yang di inginkan Kirana.


Setelah mendapati dirinya di kamar Kirana, Satria tidak bisa berkata-kata. Ia tidak bisa berpikir jernih.


Walaupun Bu Lidia melarangnya. Satria tetap lari keluar negeri. Ia ingin menenangkan diri.


Hanya dua tahun di negeri orang. Akhirnya Satria kembali dan mengurus bisnisnya lagi. perlahan dia bisa menerima putranya, namun tidak dengan Kirana.


Kirana meneguk minuman di depannya. Kadang ia merasa lelah mengejar cinta Satria, tapi ia juga tidak bisa pergi jauh darinya, apalagi setelah ada Dio di antara mereka.


Ia mengambil ponselnya yang berbunyi.


'Edgar' itu nama yang tertera di layar.


Dengan enggan Kirana mengangkatnya.


"Ada apa?" suaranya terdengar malas.


"Aku butuh uang!"


"Uang lagi?" mata Kirana menyiratkan kekesalan.


"Baru sebulan yang lalu aku memberimu seratus juta. dan kau berjanji itu yang terakhir."


"Sayang, kebutuhanku semakin banyak, aku tidak bisa berpegang pada janjiku sendiri, apalagi padamu." suara Edgar benar-benar membuat Kirana merasa muak.


"jangan ganggu hidup aku lagi! Pergi jauh-jauh!" bentak Kirana kesal.


"Hey.. Jangan kasar begitu sayang. Apalah artinya uang buatmu, kau sendiri sudah kaya raya, di tambah suamimu juga jutawan terkenal. Apalah artinya uang seratus juta."


"Aku tidak mau memberikan nya!"


"Baiklah, bersiap saja besok akan ada berita viral tentang skandal istri seorang konglomerat ternama di halaman utama..."


Wajah Kirana menjadi pucat, jangan sampai Edgar membuka aib nya. Bagaimana kalau sampai Satria tau kalau Dio bukanlah anak biologisnya? Oh tidak!


Yasmin berteriak sendiri.


"Ok, Ok..! Aku akan memberimu uang. Asal kau janji rahasia ini tetap aman." bujuknya pada Edgar.


"Begitu, dong dari tadi. Kan tidak perlu sampai mengencangkan urat leher..." gurau Edgar.


Kirana tersenyum sinis.


"Nikmatilah kemenanganmu kali ini, karna ini yang terakhir kali kau bisa memeras ku." ucapnya dalam hati.


Sebuah rencana berkelebat di benaknya.


"Dio akan tetap menjadi anak kesayangan Satria. Selamanya!" gumamnya penuh emosi.


Sementara itu, Yasmin sampai di rumahnya. perasaannya masih dongkol oleh Kirana.


"Keangkuhannya masih tetap sama. Masih Kirana dulu. Aku harus menjauhkan Rayyan dari wanita berbahaya itu. Apapun caranya, Rayyan tidak boleh berhubungan lagi dengan Satria." ucapnya penuh emosi.


"Aku tidak bisa memberimu saran apa-apa. Kau yang lebih tau tentang mereka.


Tapi yang jelas, Rayyan akan kehilangan sosok papanya." ujar Dilla menanggapi


"Kau benar, tapi aku akan berusaha menjauhkan mereka, apapun caranya. Wanita itu jelas tidak senang saat melihat Rayyan tadi. Hal itu sangat mengkhawatirkan ku."


Rayyan masih asik bermain dengan robot-robotan yang di belikan Satria. anak itu terlihat happy setelah bertemu dengan papanya.

__ADS_1


__ADS_2