SUAMIKU CACAT MENTAL

SUAMIKU CACAT MENTAL
Bab.24. Gosip


__ADS_3

"Aku punya gosip untuk kalian semua," ujar Stevi saat mendatangi rumah Mita sang sepupu, yang juga ada keberadaan Dea disana.


"Gosip apa mbak? sejak mbak Nisa pergi ke rumah mertuanya, kita nggak punya bahan gosipan lagi. Nggak seru juga kalau nggak ada si cupu itu. Nggak ada yang bisa di olok-olok lagi," ujar Mita dengan bibir mengerucut.


"Iya betul kata mbak Mita. Jadi penasaran bagaimana malam pertama mbak Nisa dengan orang gila itu," timpal Dea.


"Kalian seperti tahu saja, kalau aku kesini ingin bergosip tentang si miskin bodoh itu," ujar Stevi sembari meraih keripik singkong dari atas meja.


"Ada gosip apa mbak? apa dia mati dicekik orang gila itu?" tanya Mita dengan antusias.


"Bukan. Apa kalian tahu? hari ini adalah hari pertama aku magang di rumah sakit Internasional. Apa kalian tahu? aku melihat Nisa sudah bekerja sebagai perawat disana." Jawab Stevi.


"Ah...yang benar mbak? sukses dong dia?" tanya Dea.


"Sukses apaan sih. Timbang jadi tenaga honorer doang. Apa kalian tahu? gayanya itu sangat memuakkan. Dimana ada dokter pasti ada dia. Dia sudah seperti parasit dan sok pintar," ujar Stevi.


"Jadi mbak Stevi sudah sempat berbicara sama dia?" tanya Mita.


"Buat apa aku bicara dengan dia? membuat moodku buruk aja. Tapi yang pasti aku tidak tahan kalau mendengar dia dipuji-puji oleh pasien ataupun rekan sejawatnya." Jawab Stevi.


"Jadi reputasinya lumayan bagus disana? tapi ya sudahlah mungkin itu rejeki dia, lagian mungkin dia butuh untuk menghidupi suaminya yang cacat mental itu," ujar Dea.


"Tapi seharusnya hal baik tidak boleh datang dalam hidup sepupu kita yang malang itu. Penderitaan lebih bagus untuknya," timpal Mita sembari terkekeh.


"Dan aku akan mewujudkan keinginan kalian itu para sepupuku yang cantik," batin Stevi.


"Sudahlah. Kenapa kalian merisaukan perawat honorer itu. Nanti kitalah yang paling sukses, dan suatu saat nanti dia pasti akan menjadi pesuruhku. Dokter Stevi Maharani," ujar Stevi.

__ADS_1


"Dan aku akan menjadi seorang designer ternama," timpal Mita.


"Dan aku akan menjadi seorang sekretaris handal disebuah perusahaan besar," ujar Dea.


"Kita lihat saja dua tahun kemudian, siapa karier yang paling cemerlang diantara kita atau dia," ujar Stevi.


"Oh ya mba. Bagaimana kalau kapan-kapan kita datang mengunjungi dia di rumah mertuanya?" tanya Mita.


"Buat apa?" tanya Stevi.


"Aku penasaran banget loh bagaimana cerita dia dengan suaminya yang nggak waras itu. Apa mereka juga melakukan malam pertama? apa kalian nggak penasaran?" tanya Mita.


"Iya juga sih. Pasti banyak cerita konyol. Tapi kalau aku jadi dia sih, pasti akan sangat ngeri tidur dengan pria tidak waras seperti itu. Bagaimana kalau saat kita tidur, dia ngambil pisau dapur dan menusuk perutnya? atau mencekik dia sampai mati. Iya kan?" ujar Stevi.


"Ya makanya aku penasaran. Bagaimana kalau hari minggu nanti kita pergi ke rumahnya?" tanya Mita.


"Oke setuju." Jawab Dea.


Sementara itu di tempat berbeda Abian saat ini tengah meeting tentang pengadaan alat-alat kesehatan dan juga obat-obat untuk rumah sakit swasta. Karena selain mengadakan alkes di rumah sakit internasional, Abian juga menyediakan alkes untuk setiap rumah sakit yang ingin bekerjasama dengannya.


Yah...sejak dirinya pernah dirawat beberapa waktu di rumah sakit jiwa dan mengamati tempat itu. Abian memutuskan untuk menjadi seorang dokter dan seorang pengusaha sukses. Dengan bantuan dokter Yasmar, dia melanjutkan pendidikkannya ke jenjang SMA. Karena dia memiliki kecerdasan diatas rata-rata, dia mendapat beasiswa ke luar negeri.


Abian memutuskan kuliah jurusan kedokteran, dan melanjutkan spesialis dokter kandungan. Tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan selama di luar negeri, kecuali Ryan sahabatnya. Disela-sela kesibukkan kuliahnya, Abian mengambil pekerjaan apapun yang bisa dia kerjakan. Dan dia membuat bisnis kecil-kecilan yang dia mulai pertama kali, saat dirinya memperoleh modal saat mengikuti kejuaraan tinju di klub liar.


Saat itu Abian memang memenangkannya, namun dengan kondisi wajah yang babak belur. Hanya satu yang bisa membuatnya menang waktu itu, rasa dendam dan sakit hati atas kehilangan Ardan membuatnya punya kekuatan dalam dirinya.


Setelah lulus kuliah Abian kembali ke Indonesia dan diterima bekerja di rumah sakit Internasional. Dengan kecerdasannya dia menjadi dokter terkenal di rumah sakit itu. Namun Abian tidak merasa puas begitu saja dengan pencapaiannya. Dengan uang tabungannya selama ini, Abian berhasil membuka perusahaan sendiri. Semua alat-alat kesehatan yang ada di rumah sakit internasional, nyaris semuanya diadakan oleh perusahaan Abian. Tidak hanya pengadaan alat-alat kesehatan, Abian juga merambah bisnis pengadaan obat-obatan paten. Bahkan saat ini dia tengah membangun sebuah laboratorium besar, yang akan bekerjasama dengan rumah sakit besar yang ada di kota Jakarta.

__ADS_1


"Jadi bagaimana kualitas alat-alat kesehatan yang akan anda distribusikan pada rumah sakit kami pak Abian?" seorang kepala rumah sakit saat ini sedang berada di ruang meeting perusahaan Abian, karena ingin mengetahui kualitas alat-alat kesehatan yang Abian distribusikan.


"Kalau soal kualitas tidak perlu diragukan lagi pak. Karena alat kesehatan yang kami adakan merupakan produksi dari negara Jerman. Jadi perusahaan kami bekerjasama dengan produsen Jerman, untuk mendistribusikan alat-alat kesehatan mereka yang tentunya tidak diragukan lagi kualitasnya,"


"Tapi bapak tidak perlu khawatir. Perusahaan kami menyediakan alat-alat kesehatan berdasarkan 2 jenis bahan. Anda bisa memilih sesuai kualitas dan harganya. Ryan tolong kamu bawakan nearbeken dengan dua bahan berbeda," ujar Abian.


"Baik pak." Jawab Ryan.


Setelah menunggu beberapa saat, Ryan kembali dengan membawa dua buah nearbeken dengan dua bahan berbeda. Ada yang terbuat dari almunium, dan ada yang terbuat dari stainless berbahan tebal.


"Ini dia pak. Tentu anda tahu fungsi kedua benda ini sama. Tapi tentu saja kualitasnnya berbeda. Kalau anda ingin yang awet, tentu saja bahan stainless tebal ini solusinya," ujar Abian.


"Bagaimana dengan harganya?" tanya dokter Azwar.


"Bapak tidak perlu khawatir dengan harganya. Perusahaan kami mengadakan alkes termurah namun bukan kualitas murahan. Jika dipasaran nearbeken dijual kisaran 35 ribu sampai 40 ribu, kami menjualnya hanya dengan 30 ribu. Bisa dibilang konsumen kami juga banyak penjual yang menjualnya dengan cara ecer pak." Jawab Abian.


"Saya mengerti. Lalu bagaimana dengan obat-obatan?" tanya dokter Azwar.


"Kami mengadakan hanya jenis obat paten pak. Harga memang sedikit mahal, tapi bukankah sebagai dokter kita menginginkan yang terbaik untuk pasien kita? ya bukan berarti obat generik tidak bagus, semua tergantung pilihan dan juga kemampuan pasien juga." Jawab Abian.


"Baik. Kalau begitu nanti saya informasikan alat apa saja yang harus anda kirim ke rumah sakit saya, dan juga obat-obatannya. Kalau boleh saya minta katalog nya," ujar dokter Azwar.


"Tentu pak. Nanti pak Ryan akan memberikan semua katalog yang anda butuhkan dibagian depan," ujar Abian.


"Baik. Kalau begitu saya permisi dulu pak Abian, senang bekerjasama dengan anda," ujar dokter Azwar.


"Saya juga pak. Terima kasih atas kepercayaannya," ucap Abian sembari menjabat tangan Azwar.

__ADS_1


Ryanpun membantu dokter Azwar untuk mendapatkan katalog yang dia butuhkan. Sementara Abian tersenyum senang, karena dia mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi.


__ADS_2