SUAMIKU CACAT MENTAL

SUAMIKU CACAT MENTAL
Bab.30. Sama-Sama Tidak Pulang


__ADS_3

"Tadi aku lihat Nisa pergi buru-buru. Kasihan dia, apalagi naik angkot. Tahu sendiri kota kita ini macetnya seperti apa. Kamu tidak ada niat mau beliin dia motor atau mobil buat istri kamu itu?" tanya Ryan sembari menyetir dengan tenang.


"Buat apa aku berbuat seperti intu? sebentar lagi Geisha pulang, dan dia akan segera aku ceraikan. Jangan memberikan dia harapan setinggi langit. Asal tahu saja, aku tidak menyiksanya itu karena aku teringat ucapanmu, dan terngiang-ngiang pesan almarhum bapaknya." Jawab Abian.


"Oh iya. Kamu belum cerita waktu itu. Emang bapak Anisa bilang apa sama kamu?" tanya Ryan.


Flashback on


"Abian. Bapak mohon berjanjilah! bahwa kamu akan selalu menjaga Anisa sampai akhir hayat kamu bagimanapun caranya dan kondisimu. Bapak titipkan dia sama kamu, bapak percaya kamu bisa melakukannya. Berjanjilah pada bapak Abian, berjanjilah!" ujar Sumarno sembari menggenggam tangan Abian.


"Ya. Aku berjanji akan menjaga Anisa selamanya." Jawab Abian.


Flashback off


"Ya Tuhan Bi. Kamu beneran berjanji seperti itu? kamu harus tepatin Bi. Kalau tidak kamu bisa kena tulah loh," tanya Ryan.


"Ckkk...kamu itu hidup di jaman apa? masih saja percaya dengan tahayul. Lagian aku berjanji hanya karena ingin menyenangkan orang tua yang tengah sekarat. Itu bukan sungguh-sungguh." Jawab Abian.


"Kamu terlalu meremehkan amanat orang tua yang sedang sekarat. Dosa Bi, yang namanya janji harus ditepati," ujar Ryan.


"Jadi maksudmu aku harus menikah dengannya seumur hidup? lalu aku harus mengorbankan Geisha? kalau aku sampai melakukan itu, berarti aku yang sudah gila," ujar Abian.


"Lagipula menjaga tidak harus menjadi suaminya seumur hidup. Aku bisa menjaganya dengan cara lain," sambung Abian.


"Kalau begitu beri dia motor untuk kendaraannya. Apa kamu tidak takut dia naik angkot? sekarang tengah marak pelecehan seksual di dalam angkot. Minimal kamu menjaga kesuciannya, agar pria lain yang akan menikahinya nanti akan mendapatkan durian runtuh," ujar Ryan.


Abian lagi-lagi terdiam, saat Ryan membahas tentang pria lain untuk istrinya itu.


"Sudahlah. Kalau begitu berikan dia motor sesuai dengan caramu. Jangan sampai dia tahu, kalau itu dari aku," ujar Abian.


"Kalau begitu kirim nomor ponselnya sekarang!" ujar Ryan.


Abian menuruti perkataan Ryan, dan mengirimkan nomor ponsel Anisa.


"Jangan hubungi sekarang, besok saja! dia pasti sedang bekerja saat ini," ujar Abian.


"Oke." Jawab Ryan.


"Oh ya jadi kalian sama-sama dapat shif malam? kalian itu cocok loh. Sama-Sama nggak pulang malam ini," ledek Ryan.

__ADS_1


Abian tidak menggubris ucapan Ryan. Dia lebih memilih berpura-pura memejamkan mata.


*****


"Eh... mas Bian kemana? kok nggak ada di rumah?" gumam Anisa saat dirinya tidak menemukan keberadaan Abian.


"Apa hari ini dia pergi lagi? kalau begitu aku tanyakan pada dokter Yasmar saja,"


Baru saja Anisa akan membuat panggilan untuk dokter Yasmar, Abian tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Oh...ternyata dia nggak pergi. Baguslah,"batin Anisa.


Anisa hendak berganti pakaian ke kamar mandi, namun tiba-tiba ponselmya berdering.


"Ya selamat pagi,"


"Apa benar ini dengan ibu Anisa khumairah?" tanya Ryan diseberang telpon.


"Betul. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Anisa.


"Anda merupakan nasabah beruntung dari bank kami. Anda mendapatkan undian dan memenangkan satu unit sepeda motor. Nanti sore motornya akan kami kirim ke rumah anda." Jawab Ryan dengan penuh percaya diri.


"Rasain si Ryan. Aku jadi ingin lihat, dengan cara apa dia bisa membuat motor itu sampai ke rumah ini," batin Abian.


"Terima saja bu. Itu tandanya rejeki ibu," Ryan geregetan.


"Tidak mau pak. Saya nggak mau terima kalau itu bukan hak saya. Mungkin Anisa yang lain. Sudah dulu ya pak, saya banyak pekerjaan," ujar Anisa yang kemudian mengakhiri percakapan itu.


"Aneh sekali. Ngasih hadiah kok maksa. Jangan-Jangan itu modus penipuan model baru. Sok-Sok ngasih hadiah, padahal ujung-ujungnya minta duit buat pengantaran barang," gerutu Anisa.


Abian mengulum senyumnya saat mendengar Anisa berbicara sendiri, sembari melepaskan pakaiannya di hadapan Abian tanpa dia sadari.


"Lagian siapa yang nggak mau motor. Aku memang butuh motor buat kerja. Pakai angkot sangat merepotkan, Aku hampir terlambat terus," gumam Anisa yang masih bisa didengar oleh Abian.


Namun tanpa Anisa sadari saat ini dirinya hanya mengenakan penyangga dada dan juga kain segitiga yang membuat mata Abian melotot.


"Sialan. Ini apa maksudnya? aku akui dia punya tubuh yang sangat indah, tapi kenapa dia harus seperti ini di hadapanku?" batin Abian yang kemudian melengos.


Ehemmm

__ADS_1


Deheman Abian membuat tubuh Anisa menegang. Dia benar-benar lupa, kalau di dalam ruangan itu ada Abian. Anisa bergegas meraih handuk, dan segera berlari ke kamar mandi.


Brakkkk


Anisa menutup pintu kamar mandi dengan lumayan keras.


"Ya ampun. Gara-Gara motor aku sampai lupa kalau mas Bian ada di dalam kamar ini juga. Apa yang akan dia pikirkan? tapi emangnya dia mengerti? dia kan...."


"Astaga...Anisa. Kamu nggak boleh begitu. walau dia punya kekurangan, tapi dia tetap suamimu," gumam Anisa.


Anisa bergegas mandi, dan keluar setelah selesai. Istri Abian itu bersikap seolah tidak tidak terjadi apa-apa. Namun dia yang biasa banyak tanya pada Abian, mendadak jadi pendiam. Namun perhatian Anisa mendadak teralihkan, saat melihat Abian tersenyun manis kearah layar ponselnya.


"Aku tidak pernah melihatnya tersenyum seperti itu. Dia melihat apa? apa dia sedang menonton YT? tapi tidak terdengar suara apapun. Jadi apa yang dia lihat?" batin Anisa.


"Ya sudahlah biarkan saja dia. Lebih baik aku masak buat makan siang saja," batin Anisa.


Anisa kemudian pergi ke dapur. Melihat Anisa keluar, Abian bergegas menutup pintu karena dia ingin melakukan panggilan video dengan kekasihnya.


"Ada dimana?" tanya Abian.


"Apartement. Aku kangen kamu sayang," ujar Geisha dengan suara manja.


Terlihat Geisha saat ini tengah menggunakan baju santai yang lumayan sexy. Abian tiba-tiba teringat kejadian beberapa menit yang lalu.


"Kamu jangan berpakaian seperti itu ya saat keluar rumah! aku nggak suka tubuhmu itu jadi konsumsi publik," ujar Abian.


"Ya nggaklah. Aku itu cuma milik kamu sayang. Kamu ada dimana sih sekarang? kok kamarmu berubah gitu?" tanya Geisha.


"Aku ada di tempatnya Ryan. Bentar lagi mau keluar sama dia. Rencananya akau mau cari lokasi buat buka tempat praktek pribadi." Jawab Abian asal.


"Oh ya? ih...hebat banget deh pacar aku. Nanti kolaborasi sama aku ya!" ujar Geisha.


"Oke." Jawab Abian.


Drap


Drap


Drap

__ADS_1


Abian mendengar ada suara langkah kaki mendekat. Pria itu kemudian mengakhiri panggilan itu, dengan alasan Ryan sudah siap mengajaknya pergi. Abian dengan sigap membuka kunci pintu, agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi Anisa.


__ADS_2