SUAMIKU CACAT MENTAL

SUAMIKU CACAT MENTAL
Bab.35. Hambar


__ADS_3

"Sayang. Aku kangen banget sama kamu," ucap Geisha yang langsung berhambur kepelukkan Abian.


Wanita yang tengah mengenakan pakaian sexy itu tampak semringah dan merasa enggan melepaskan pelukkannya.


"Sayang. Kita ke mobil aja yuk? malu dilihat orang," ujar Abian.


"Biarin aja. Aku nggak perduli orang lain mau ngomong apa," ujar Geisha.


Abian yang tidak suka dibantah langsung menarik tangan Geisha, sementara tangannya yang lain menarik koper Geisha. Abian memasukkan koper Geisha kedalam bagasi, sementara Geisha sudah masuk mobil lebih dulu.


Greppppp


Geisha mengalungkan kedua tangannya ke leher Abian, saat pria itu baru masuk kedalam mobil.


Cup


Geisha langsung mencium kekasihnya itu, yang membuat mata Abian jadi melotot. Karena meski mereka berpacaran selama bertahun-tahun, ini adalah ciuman pertama mereka. Dan dia sangat menyadari kemampuan berciumannya sangatlah payah.


Hah


Hah


Hah


"Akhirnya kamu tidak menolakku lagi. Ini ciuman pertama kita, setelah 5 tahun kita berpacaran," ujar Geisha.


Abian hanya menanggapi dengan diam, karena dia bingung mau berkomentar apa.


"Sekarang kamu mau pulang kemana?" tanya Abian.


"Aku belum mau pulang ke rumah orang tuaku. Aku bilang sama mereka kalau aku pulangnya besok. Aku pulang ke rumahmu ya sayang? aku masih kangen banget sama kamu." Jawab Geisha.


"Nggak bisa begitu. Kita ini belum jadi suami istri, jadi nggak pantas," ujar Abian.


"Ya ampun sayang. Kamu ini hidup dijaman apa sih? apalagi pernah mengenyam pendidikkan di luar negeri. Sudah singkirkan saja prinsip kolotmu itu. Apalagi kita ini berpacaran bukan sehari dua hari, tapi 5 tahun. Kamu pasti nikahin aku kan?" tanya Geisha.

__ADS_1


"Besok kamu harus antar aku ke rumah, sembari kamu pastikan kapan kamu mau melamarku," sambung Geisha.


"Melamar?" tanya Abian yang terkejut.


"Ya iyalah melamar. Papa itu meski dia seorang direktur rumah sakit internasional, tapi pemikirannya juga kolot. Dia tidak ingin anaknya berpacaran lama-lama, apalagi kalau sampai hamil diluar nikah. Jadi kamu harus bicara serius sama papa, agar dia nggak was-was." Jawab Geisha.


"Sayang. Kita tidak usah terlalu terburu-buru begitu. Kariermu juga baru mau dimulai," ujar Abian sembari menstabilkan laju mobilnya.


"Kamu kenapa sih? nggak cinta lagi sama aku? atau sudah ada wanita lain? awas aja kalau kamu berani khianatin aku. Aku nggak akan segan-segan melenyapkan selingkuhan kamu itu," tanya Geisha.


"Apaan sih? kok jadi ngawur gitu ngomomgnya? mau selingkuh sama siapa? gerak gerikku pasti akan di pantau sama papa kamu." Jawab Abian.


"Ya udah, ayo kita ke rumahmu!" ujar Geisha.


Abian hanya bisa menghela nafas berat, dan menuruti gadis yang dia cintai itu.


Brukkkk


"Kamar kamu nyaman juga sayang. Kemarilah!" ujar Geisha yang menginginkan Abian mendekat kearahnya.


Tap


Brukkk


Geisha menarik tangan Abian, dan menjatuhkan kekasihnya itu diatas tempat tidur. Geisha kemudian naik kepangkuan Abian, yang membuat pria itu jadi terkejut.


"Sa-Sayang. Kamu jangan seperti ini," ujar Abian.


"Kamu kenapa sih. Hem? sepertinya kamu tidak terlalu merindukan aku," ujar Geisha.


"Aku nggak mau kalau sampai kita melakukan hal diluar batas. Aku nggak mau melakukannya sebelum kita menikah. Kamu sudah tahu seberapa besar cinta aku ke kamu, aku ingin menjagamu sampai hari pernikahan kita," ujar Abian.


Abian menjatuhkan tubuh Geisha kesamping, dan segera bangkit dari tempat tidur.


"Beristirahatlah! pelayan akan menyiapkan makan siang buat kita. Nanti sore aku akan mengantarmu pulang," ujar Abian yang kemudian keluar dari kamar itu.

__ADS_1


"Ckk...Abian masih saja kaku. Sejak dulu diajak ciuman aja susah. Kadang aku berpikir, dia ini sebenarnya normal atau tidak?" gerutu Geisha.


Geisha memejamkan matanya, sementara Abian di kamar sebelah tampak duduk di tepi tempat tidur.


"Aneh. Kamu kok nggak bangun Jon? padahal itu sarangmu loh. Tapi Jon, aku juga merasakan sesuatu yang hambar. Aku tidak tahu kenapa, padahal aku yakin aku sangat mencintai Geisha," gumam Abian.


Abian kemudian membaringkan diri diatas tempat tidur.


"Ada hal yang tidak aku mengerti. Tadi saat aku berciuman dengannya di dalam mobil, kenapa yang kuingat malah sosok Anisa? saat aku tersadar, aku langsung mendorong Geisha menjauh. Apa ini karena amanat dari orang tua Anisa? sepertinya apa kata Ryan memang benar. Jangan-Jangan aku sudah kena tulah dari pesan seseorang yang sudah meninggal?"


"Jadi apa yang harus aku lakukan? apa aku harus mencari Anisa dan meminta maaf padanya? mungkin dengan begitu aku tidak dihantui perasaan bersalah, dan bisa hidup tenang bersama Geisha. Tapi dimana aku harus mencari Anisa?"


Pertanyaan satu persatu mulai bermunculan dibenak Abian. Tanpa dia sadari dia tengah memikirkan Anisa saat ini, padahal kekasih yang dia sangat rindukan sudah berada disisinya.


Dan sesuai janji Abian, setelah makan siang dan berbincang banyak hal dengan Geisha. Sore harinya Abian mengantar Geisha pulang. Saat tiba di rumah mewah Geisha, Abian ditahan gadis itu agar mengobrol dengan Hantoro Ayah dari Geisha, sekaligus direktur rumah sakit tempatnya bekerja.


"Saya bangga memiliki calon menantu hebat sepertimu. Disamping kamu seorang dokter obgyn yang handal, kamu juga punya perusahaan sendiri," ujar Hantoro.


"Terima kasih pak," ucap Abian.


"Tapi meski begitu bukan berarti saya tidak khawatir. Pergaulan anak jaman sekarang sudah memprihatinkan. Saya nggak mau Geisha putriku satu-satunya merusak reputasinya ataupun reputasiku karena hubungan yang tidak sehat. Jadi Bian, maksud dari ucapanku adalah, apa tidak sebaiknya kalian langsung menikah saja?" tanya Hantoro.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak karena bapak sudah mengizinkan saya punya hubungan dengan Geisha. Tapi seperti yang kita ketahui, Geisha baru saja lulus. Aku ingin dia mengaplikasikan ilmunya yang bermanfaat itu terlebih dahulu." Jawab Abian.


"Kenapa kamu mengkhawatirkan hal itu? kalau masalah karier, nanti bisa dilakukan seiring berjalannya waktu. Usia kalian sudah masuk dalan usia menikah. Kasihan anak-anak kalian, kalau kalian menikah diusia tua," ujar Hantoro.


"Atau begini saja. Lakukan pertunangan dulu, sebelum menikah. Kalau kalian sudah punya ikatan, bapak sedikit lebih tenang," sambung Hantoro.


"Baik pak. Kalau begitu nanti bisa kita diskusikan untuk kelanjutan acara pertunangan itu," ujar Abian.


"Baiklah. Kamu kalau ada yang didiskusikan, jangan sungkan untuk menemuiku diruangan," ujar Hantolo.


"Iya pak. Kalau begitu saya pamit dulu," ujar Abian.


Geisha kemudian mengantar Abian hingga ke depan teras rumahnya. Tanpa canggung dia mencim Abian yang membuat pria itu jadi menoleh ke kanan dan me kiri karena takut di lihat orang lain. Padahal tanpa dia tahu, Hantoro menyaksikan hal itu dengan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2