
"Sayang. Hari ini kamu masuk malam kan?" tanya Geisha.
"Iya. Kenapa?" tanya Abian.
"Temanin aku ke mall. Besok kan aku mulai masuk kerja, jadi aku mau cari baju buat kerja besok." Jawab Geisha.
"Ya sudah nanti jam 10 aku jemput kamu ya!" ujar Abian.
"Yey...makasih sayang. Ya udah kalau gitu aku siap-siap dulu ya sayang?" ujar Geisha.
"Oke." Jawab Abian.
Abian yang tengah berada di kantor setelah selesai meeting langsung bersiap akan menjemput pujaan hatinya.
"Kamu mau kemana?" tanya Ryan.
"Mau menemani Geisha ke mall." Jawab Abian.
"Bagaimana kabar Anisa? apa kamu sudah mengerahkan orang buat mencarinya?" tanya Ryan.
"Belum. Aku tidak ingin mengambil resiko. Aku takut Geisha tahu perihal pernikahanku dengan Anisa. Aku minta tolong sama kamu saja. Tolong cari nama Anisa ditiap rumah sakit besar di kota ini." Jawab Abian.
"Kasihan Anisa. Apa dia tidak pernah mendatangimu ke rumah sakit jiwa?" tanya Ryan.
"Seharusnya dokter Yasmar menelponku kalau memang dia datang menemuiku. Tapi sampai detik ini dokter Yasmar tidak pernah menelponku." Jawab Abian.
"Kalau menurutku keputusan Anisa itu sudah tepat. Kalau aku berada di posisi dia, aku juga nggak akan pernah menemui laki-laki yang sudah mengabaikanku selama berbulan-bulan dan meninggalkanku tanpa kabar. Aku yakin saat ini Anisa pasti merasa sakit hati, tapi dia diam karena setahunya kamu itu punya gangguan jiwa."
"Tapi aku nggak bisa membayangkan saat dia tahu, kalau ternyata suaminya selama ini menipunya dan berpura-pura gila," sambung Ryan.
Deg
Jantung Abian terasa berhenti berdetak. Sekilas pria itu membayangkan wajah sedih Anisa, membayangkan saat Anisa menangisinya, dan itu membuat hati Abian tiba-tiba berdenyut sakit.
"Sekarang kamu sudah bercerai dari dia kan? aku minta izin nih sama kamu. Aku mau mencari Anisa dan mendekatinya untuk diriku sendiri," ujar Ryan.
"Tidak perlu. Biar aku sendiri yang mencarinya. Urusanku dengan dia belum selesai. Aku perlu bicara serius dengan dia," ujar Abian.
Ryan menghela nafas. Dia tahu betul betapa egoisnya laki-laki yang ada dihadapannya itu. Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan, Abian pergi begitu saja. Karena dia ingin menepati janjinya mengantar Geisha membeli pakaian.
Abian yang sudah berada di depan rumah Geisha segera membunyikan klakson. Gadis sexy itu bergegas masuk kedalam mobil.
"Sayang. Kenapa kamu berpakaian seperti ini? aku tidak suka melihatnya," tanya Abian yang tidak suka melihat Geisha berpakaian sexy.
__ADS_1
"Sayang. Ini fashion namanya. Masa iya aku bertahun-tahun hidup di luar negeri, tapi berpakaian seperti gembel? mau tidak mau kita harus menuruti jaman dong," ujar Geisha.
"Apa kalau Anisa mempunyai banyak uang juga akan berpakaian seperti Geisha? apa dia juga akan mengikuti perkembangan jaman. Kalau itu terjadi...."
Abian melirik kearah dada Geisha yang sedikit terbuka. Dada dibawah standar dan pinggul yang terlihat terlalu ramping menurutnya. Abian jadi membayangkan Anisa yang memiliki dada besar berjalan lenggak lenggok dengan baju terbuka dan bokongnya yang padat berisi.
"Ckkk...." Abian menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sayang. Kamu kenapa?" tanya Geisha.
"Tidak apa-apa." Jawab Abian sembari menginjak gas mobilnya.
Setelah mereka sampai di mall, Geisha mulai mencari-cari pakaian yang dia butuhkan.
"Sayang. Kamu cari-cari aja dulu pakaiannya ya! aku ke toilet dulu sebentar," ujar Abian.
"Iya. Tapi jangan lama-lama ya!" ujar Geisha.
"Iya." Jawab Abian.
Abian kemudian pergi ke toilet, sementara Geisha melihat-lihat pakaian yang ingin dia cari. Tanpa dia sadari, dua orang ibu-ibu juga melihat-lihat pakaian yang berada di dekat Geisha. Mereka saling memberikan kode dan mulai melancarkan aksinya yang ingin mencopet Geisha.
"Berani-Beraninya kalian melakukan copet di tempat seperti ini," Suara Anisa membuat Geisha menoleh kearahnya.
Kedua ibu-ibu itu pergi dengan wajah ketakutan. Sementara Geisha tampak mendekati Anisa.
"Ya ampun aku sama sekali tidak menyangka kalau ada copet di mall. Makasih sudah membantuku," ujar Geisha.
"Sama-Sama. Kebetulan aku melihat gerak gerik mereka yang mencurigakan. Jadi aku langsung menembak saja. Lain kali berhati-hatilah," ujar Anisa.
"Iya. Oh ya kenalkan, namaku Geisha," Geisha mengulurkan tangannya.
"Anisa," Anisa menjabat tangan Geisha.
"Sekali lagi terima kasih," ucap Geisha.
"Sama-Sama. Kalau begitu aku pergi dulu," ujar Anisa yang kemudian mendapat anggukkan kepala oleh Geisha.
Setelah Anisa pergi, Abian kembali dari toilet.
"Sayang. Tadi aku hampir kecopetan," ujar Geisha dengan bibir mengerucut.
"Kecopetan? mana mungkin ada copet di mall?" tanya Abian.
__ADS_1
"Sungguh. Tapi untungnya tadi ada orang baik yang menggagalkan usaha mereka itu. Mereka tidak bekerja sendiri, tapi ada dua orang." Jawab Geisha.
"Tapi kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Abian.
"Ya. Untungnya ada yang membantuku, jadi copet itu gagal melakukan aksinya." Jawab Geisha.
"Ya sudah sekarang carilah apa yang ingin kamu beli!" ujar Abian.
"Bantu aku cari yang bagus," ujar Geisha.
"Oke." Jawab Abian.
Abian dan Geisha mencari pakaian yang gadis itu inginkan. Setelah selesai, Abian dan Geisha memutuskan makan siang bersama di salah satu restaurant.
"Sayang. Jadi kapan kamu mau berdiskusi dengan papa tentang rencana pertunangan kita?" tanya Geisha sembari mengunyah makanannya.
"Konsep seperti apa yang kamu inginkan untuk acara pertunangan kita?" tanya Abian.
"Kamu sudah memikirkannya? kamu akan segera mewujudkannya?" tanya Geisha dengan semringah.
"Aku akan melakukan apapun demi orang yang aku cintai." Jawab Abian.
"Aku ingin acara pertunangan yang meriah, dan semua teman-teman di rumah sakit kita nanti di undang. Aku juga ingin drescodenya berwarna putih," ujar Geisha.
"Baiklah. Aku akan mewujudkannya. Mulai sekarang kamu bisa mencari tempat yang akan kita pakai diacara pertunangan kita," ujar Abian.
"Kamu juga bisa mencari WO yang kamu inginkan. Pokoknya semua tema bebas kamu yang tentukan," sambung Abian.
"Sungguh? ah...makasih sayang. Aku sangat bahagia sekali hari ini," ucap Geisha.
Abian tersenyum kearah kekasihnya. Namun senyum itu mendadak lenyap, saat dirinya tiba-tiba teringat dengan Anisa.
"Ada apa denganku? kenapa aku terus teringat dengan Anisa? ternyata rasa bersalahku lumayan besar. Ditambah aku teringat dengan kata-kata Ryan. Setelah acara pertunangan nanti, aku akan sungguh-sungguh mencari keberadaan Anisa dan meminta maaf padanya. Mungkin setelah minta maaf, aku tidak lagi teringat dengannya dan merasa bersalah," batin Abian.
"Sayang. Kamu kenapa? aku perhatikan kamu sering melamun. Apa keberadaanku tidak cukup mengalihkan semua masalahmu?" tanya Geisha.
"Tidak begitu. Kamu selalu menjadi pusat perhatianku. Aku hanya mengingat-ingat, apa ada jadwal operasi malam ini," ujar Abian.
"Lupakan dulu semuanya. Saat di dekatku jangan memikirkan yang lain," ujar Geisha.
"Baiklah sayangku yang pencumburu. Kamu bahkan cemburu dengan pisau bedah," ujar Abian yang membuat Geisha jadi terkekeh.
Setelah selesai makan siang, Abianpun mengantar Geisha pulang. Karena dia membutuhkan istirahat, sebelum pergi bekerja di malam harinya.
__ADS_1