SUAMIKU CACAT MENTAL

SUAMIKU CACAT MENTAL
Bab.72. Bahagia


__ADS_3

"Sudalah Stev. Berarti Abian memang bukan jodohmu," ujar Surani.


"Tidak bisa begitu dong Yah. Aku sudah susah payah membuat hubungan Geisha dan Abian rusak. Aku juga sudah susah payah memisahakan Anisa dan Abian. Tapi kenapa Anisa harus kembali lagi? Abian itu milikku, hanya milikku!" ujar Stevi.


"Ya tapi sekarang mereka sudah menikah kembali. Kamu harus belajar melupakan dia. Kamu itu calon dokter, jadi pasti bakal banyak yang suka sama kamu.


"Aku nggak mau Yah. Aku maunya Abian yang menjadi suamiku," ujar Stevi.


Surani hanya bisa menghela nafasnya, saat mendengar ucapan keras kepala dari putrinya itu. Diapun meninggalkan Stevi seorang diri, agar putrinya itu menenangkan diri.


"Pokoknya bagaimanapun caranya, Abian harus menjadi milikku, termasuk aku harus menyingkirkan Anisa," gumam Stevi.


Stevi memutuskan menemui Geisha. Gadis itu ingin mengajak Geisha bekerjasama untuk menghancurkan rumah tangga Abian dan Anisa.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Geisha.


"Aku ingin mengajakmu bekerjasama untuk menghancurkan rumah tangga Abian dan Anisa. Kalau kita tidak bisa mendapatkan Abian, maka Anisa juga tidak boleh." Jawab Stevi.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Geisha.


"Menghabisi Anisa." Jawab Stevi.


"Tidak Stev. Aku sudah berusaha untuk mengikhlaskan Abian untuk Anisa. Kalau kamu mau menghabisi Anisa, maka lakukan sendiri. Aku tidak akan mengikuti ide gilamu itu," ujar Geisha.


"Kenapa? bukankah kamu juga benci dengan Anisa?" tanya Stevi.


"Aku memang membencinya, karena dia sudah merebut Abian dariku. Tapi benci bukan berarti harus membunuh. Aku masih sayang dengan nyawaku, dan aku juga sayang dengan karierku. Maaf aku tidak tertarik untuk melenyapkan siapapun. Kalau kamu mau, kamu bisa melakukannya sendiri. Tapi saranku lebih baik kamu ikhlaskan saja Abian," ujar Geisha.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau. Hidup saja dengan rasa naifmu itu," ujar Stevi.


Stevi kemudian pergi dari rumah Geisha, dan dia pergi menuju rumah Anisa. Anisa yang tengah santai di ruang tamu, tampak sedang membaca majalah sembari menikmati satu piring rujak.


Ting tong


Ting tong


Ceklek


Pelayan membuka pintu, dan mendapati Stevi berada di depan pintu.


"Anisa ada?" tanya Stevi.


"Ada. Silahkan masuk!" ujar pelayan.


Stevi mulai melangkah masuk, dan mendapati Anisa tengah santai di ruang tamu.


"Enak banget hidup mbak Nisa sekarang ya?" tanya Stevi.


Anisa yang sedang membaca majalah mendongakkan kepalanya saat mendengar suara Stevi. Gadis itu melirik kearah jus alpukat yang ada disamping piring rujak milik Anisa.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Anisa.


"Apa ini cara mbak Nisa menyambut tamu? apa sekarang sudah punya penyakit baru? sindrome jadi OKB?" tanya Stevi.


"Tamu harus di perlakukan seperti tamu, kalau tamunya orang sopan dan waras. Tapi kamu tidak seperti itu. Aku sudah memutuskan hubungan keluarga dengan keluarga kalian, jadi lebih baik kamu pergi saja dari sini!" ujar Anisa.


"Jangan sombong kamu. Kamu itu sama sekali tidak layak buat Abian. Suatu saat Abian pasti menyadari, kalau kamu itu sama sekali tidak pantas untuknya," ujar Stevi.


"Itu kan menurutmu. Kamu berkata seperti itu karena kamu iri padaku. Sekarang lebih baik kamu pergi saja dari rumah ini. Karena kamu sama sekali tidak di terima di sini," ujar Anisa.


"Oke aku akan pergi," ujar Stevi.


Tanpa sepengetahuan Anisa, Stevi diam-diam menaruh sebuah obat di dalam jus alpukat milik Anisa. Setelah itu diapun pergi dari rumah itu.


Dan sesuai harapan Stevi, Anisa kemudian meminum tandas jus itu.


"Awww...kenapa perutku tiba-tiba sakit sekali. Apa aku terlalu banyak makan rujak? tapi ini mulesnya beda," gumam Anisa.


Anisa kemudian berteriak meminta tolong pada pelayan. Pelayan dan supir dengan sigap membantu Anisa, untuk membawa majikannya itu pergi ke rumah sakit.


Drap

__ADS_1


Drap


Drap


Abian berlari tergesa-gesa menuju ruangan dimana Anisa di rawat.


Brakkk


Abian membuka pintu ruang perawatan dengan lumayan kasar.


"Sayang. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Abian pada Anisa yang matanya masih terpejam.


"Beruntung Anisa cepat dibawa ke rumah sakit, jadi bayinya masih bisa di selamatkan," ujar Geisha.


Abian baru menyadari, kalau orang yang merawat istrinya itu adalah Geisha.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Abian.


"Anisa mengkonsumsi obat peluruh kandungan." Jawab Geisha.


"Ap-Apa? mana mungkin Anisa malakukan itu," tanya Abian.


"Anisa memang tidak mungkin melakukan hal itu, tapi kalau orang lain mungkin melakukannya." Jawab Geisha.


"Apa maksudmu?" tanya Abian.


"Mungkin kamu harus melihat cctv di rumahmu, agar tahu semuanya. Tapi aku yakin ini semua ulah Stevi." Jawab Geisha.


"Stevi?" tanya Abian.


"Ya. Beberapa waktu yang lalu dia sempat menemuiku, dan mengajakku bekerjasama untuk mencelakai Anisa. Tapi aku menolaknya dengan tegas." Jawab Geisha.


Abian kemudian menghubungi Ryan dan meminta sahabatnya itu untuk mengecek cctv di rumahnya.


"Bagaimana?" tanya Abian diseberang telpon.


"Sesuai dugaan. Ternyata Stevi diam-diam mencampurkan obat di jus alpukat milik Anisa " Jawab Ryan.


"Kurang ajar. Kamu langsung buat laporan saja ke kantor polisi. Buat laporan dengan tuduhan pembunuhan berencana. Aku mau Stevi mendapat hukuman setimpal. Dan karier gadis itu akan tamat," ujar Abian.


"Makasih Yan," ucap Abian.


Abian kemudian duduk disisi tempat tidur Anisa. Geisha hanya bisa melihat dengan tatapan sedih.


"Anisa sangat beruntung memilikimu Abian. Harusnya aku yang ada di posisi Anisa. Tapi itu tidak apa-apa. Aku akan belajar mengikhlaskan semuanya. Mungkin kamu memang bukan jodoh terbaik untukku," batin Geisha.


Tidak berapa lama kemudian Anisapun siuman. Abian bisa bernafas lega.


"Sayang. Bagaimana perasaanmu. Hem?" tanya Abian.


"Mas. Bagaimana keadaan anak kita mas?" tanya Anisa yang tiba-tiba panik.


"Kamu tenang saja, anak kita baik-baik saja. Ini semua perbuatan Stevi, yang diam-diam mencampurkan obat peluruh kandungan kedalam jus alpukat milikmu." Jawab Abian.


"Ap-Apa? apa Stevi sudah gila? sekarang mana Stevi?" tanya Anisa.


"Mungkin besok dia akan di gelandang ke kantor polisi. Ryan sudah membuat laporannya. Apa kamu tidak masalah?" tanya Abian.


"Tidak mas. Stevi pantas mendapatkannya. Hukum dia seberat-beratnya. Karena kalau dilepas gitu aja, dia nggak akan jera dan bisa jadi akan mencelakai anak kita lagi." Jawab Anisa.


"Sesuai keinginanmu sayang," ujar Abian.


Anisa melirik kearah Geisha yang tampak diam saja mendengar obrolannya bersama Abian.


"Dokter Geisha. Terima kasih karena anda sudah menolong saya dan anak-anak saya. Saya tidak tahu apa jadinya kalau dokter tidak menolong saya. Mungkin...."


"Tidak madalah. Ini semua memang sudah jadi tugas saya sebagai seorang dokter," ujar Geisha.


"Tapi tetap saja ini semua berkat ketangkasan anda dalam menangani pasien. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak," ucap Anisa.


"Sama-Sama," ucap Geisha.

__ADS_1


*****


"Lepaskan saya pak! saya tidak bersalah. Ini pasti fitnah," Stevi berusaha melepaskan diri, saat dua orang petugas dari kepolisian menyeret paksa Stevi untuk masuk kedalam mobil tahanan. Semua tetangga jadi ramai menggunjingkan keluarga Surani.


"Ayah tolong aku yah. Aku nggak salah yah. Bu, tolong Stevi bu!" Stevi berteriak-teriak dari atas mobil tahanan.


"Ya ampun nggak nyangka ya Stevi bakal masuk penjara. Padahal calon dokter, kok bisa berbuat begitu? ngeri banget sih," para tetangga mulai menggosipkan keluarga Surani. Sementara keluarga Surani yang lain mencari aman, dan tidak muncul ke rumah Surani untuk membantu kakaknya itu.


"Bagaimana ini Ya? kasihan Stevi. Dia itu putri tunggal kita. Masa depannya bakal hancur kalau dia sampai masuk penjara,"


"Aku tahu. Dan satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan dia hanya Anisa. Kita harus menemui Anisa sekarang juga," ujar Surani.


Surani dan istrinyapun memutuskan pergi ke rumah sakit untuk menemui Anisa.


"Mau apa kalian kesini? jangan bilang kalian kesini cuma mau minta agar kami mencabut tuntutan pada Stevi," tanya Abian.


"Nisa. Stevi masih sangat muda. Dia tidak tahu apa yang sudah dia lakukan. Bulek mohon kamu cabut tuntutannya ya? kasihan dia," ujar ibu Stevi.


"Maaf aku tidak bisa. Stevi sudah sangat kelewatan. Dia hampir membunuh aku dan anak-anakku. Beruntung aku dan anak-anak bisa selamat. Kalau aku sampai mati, kalian juga tidak akan perduli denganku. Belum tentu juga kalian akan menangisi kematianku," ujar Anisa.


"Jadi kamu tetap tidak mau menarik tuntutan itu?" tanya Surani.


"Maaf tidak bisa, dan tidak akan pernah." Jawab Anisa.


"Harusnya waktu itu kamu mati bersama bapak dan ibu kamu. Tapi sayang kamu selamat, dan tidak jadi mati bersama orang tua kamu," Surani yang hilang kendali jadi keceplosan


"Apa maksud paklek?" tanya Anisa.


"Mas ayo kita pulang," istri Surani menyeret tangan Surani, karena takut suaminya itu tambah keceplosan.


"Mas. Apa aku tadi tidak salah dengar?" tanya Anisa.


"Tidak. Jadi penyebab kematian orang tuamu itu sudah direncanakan oleh pamanmu. Sayang kita tidak punya cukup bukti." Jawab Abian.


Tangis Anisa jadi pecah. Dia tidak percaya kalau pamannya itu tega berbuat itu demi harta.


"Aku ingin Stevi di hukum berat mas. Jangan ada celah bagi dia untuk bebas," ujar Anisa.


"Pasti." Jawab Abian.


Sementara Surani dan istrinya jadi bertengkar dijalan, dan mereka mengalami kecelakaan yang mengenaskan. Kecelakaan yang menewaskan keduanya. Setelah satu bulan kemudian Stevi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.


*****


7 bulan kemudian....


"Selamat ya Bi. Kalian punya sepasang bayi kembar," ujar Geisha.


"Makasih Ge. Sekarang kamu juga sudah punya dua keponakkan. Kamu cepat cari pasangan juga," ucap Abian.


"Suatu saat pasti aku ketemu jodohnya. Sekarang belum ketemu yang pas aja," ujar Geisha.


"Kalau sama aku pas nggak?" Ryan tiba-tiba muncul dari belakang Geisha.


"Nah bisa jadi," canda Geisha.


"Eh aku beneran ini? capek nyari yang nggak pasti. Cari yang pasti-pasti aja. Nikah yuk Ge?" tanya Ryan.


Geisha jadi melotot saat mendengar pertanyaan dari Ryan.


"Ya aku memang nggak setampan dan sekaya Abian. Tapi kamu kan sudah kaya Ge, jadi nggak butuh uang lagi. Kita makan cinta aja setiap harinya," ucap Ryan membuat Geisha dan semua orang jadi tepuk jidat.


Namun ditahun berikutnya Ryan dan Geisha benar-benar menikah. Suban dan Neneng juga sangat bahagia mengasuh cucu-cucu mereka. Kini Neneng sudah menyadari kalau sikapnya selama ini sudah keliru, dan sikapnya sudah berubah jauh lebih baik.


Sedangkan untuk keluarga Sumantri dan Sukamto mengalami kebangkrutan. Karena mereka mengalami penipuan oleh rekan bisnis, yang menyebabkan semua harta warisan keluarga terjual dan mengalami kebangkrutan.


"Sekarang aku sangat bahagia mas Semua orang yang jahat padaku dimasa lalu, sudah menerima ganjarannya. Sekarang aku nisa hidup tenang dan bahagia bersama kamu dan anak-anak kita," ujar Anisa sembari berbaring diatas pangkuan Abian.


"Aku janji kedepannya hanya akan ada kebahagiaan untuk kamu," ujar Abian.


"Makasih ya sayang. Kamu selalu membuatku bahagia," ucap Anisa.

__ADS_1


Abian dan Anisa kemudian larut dalam ciuman yang panjang dan memabukkan.


End


__ADS_2