SUAMIKU CACAT MENTAL

SUAMIKU CACAT MENTAL
Bab.40. Undangan


__ADS_3

"Nisa? kamu baru mau pulang juga?" tanya Geisha.


"Iya dok. Dokter juga baru mau pulang?" tanya Anisa.


"Iya. Aku mau kasih kamu kabar gembira nih," ujar Geisha.


"Oh ya? kabar gembira apa dok?" tanya Anisa


"Kalau nggak ada halangan minggu depan acara pertunangan kami akan di gelar. Jadi kamu harus datang ya? karena kamu temanku, aku nggak akan memberimu undangan. Aku mengundangmu resmi dengan mulutku." Jawab Geisha.


"Terima kasih dok. Aku jadi marasa sangat terhormat. Semoga saja shifku kebagian libur," ujar Anisa.


"Kalau begitu beri aku jadwal kerjamu seminggu kedepan. Aku akan menyesuaikan acaranya dengan hari liburmu," ujar Geisha.


"Eh? nggak perlu dok. Aku jadi nggak enak kalau seperti itu. Aku ini bukan anak Sultan, yang bisa mendapat kehormatan seperti itu. Aku kan cuma bawahan dok," ujar Anisa yang merasa tidak enak hati.


"Kamu ngomong apa sih Nis. Nggak ada istilah atasan atau bawahan di dunia medis. Kita ini patner kerja, teman sejawat. Kalau nggak ada perawat, dokter juga akan kesulitan bekerja sendiri," ujar Geisha.


"Senang mengenal dokter. Karena ternyata dokter itu nggak sombong, low profil banget," ujar Anisa.


"Ya ampun nanti aku bisa besar kepala di puji begitu," ujar Geisha sembari terkekeh.


"Oh ya. Kamu pulang naik apa?" tanya Geisha.


"Kebetulan aku bawa motor sendiri." Jawab Anisa.


"Oh ya udah kalau gitu hati-hati ya!" ucap Geisha.


"Dokter juga hati-hati ya!" ucap Anisa.


"Oh ya besok kamu masuk apa?" tanya Geisha.


"Besok saya libur dok." Jawab Anisa.


"Oh ya? Nis, boleh minta tolong nggak?" tanya Geisha.


"Minta tolong apa dok? kalau saya bisa pasti akan saya bantu," tanya Anisa.


"Aku butuh teman buat dimintai pendapat. Besok aku juga libur. Aku pengen minta kamu temani buat nyari cincin tunangan yang bagus. Sama tempat WO yang bagus juga." Jawab Geisha.


"Oke. Karena ini adalah hari bahagia temanku, aku akan menemani dokter seharian buat mempersiapkan semuanya," ujar Anisa.


"Sungguh?" tanya Geisha antusias.

__ADS_1


"Tentu saja." Jawab Anisa.


"Kalau begitu kamu aku tugaskan saat dihari pertunanganku, menjadi orang yang membawa cincin pertunangan kami diatas panggung," ujar Geisha.


"Jangan dok! saya nggak enak. Saya kan bukan kerabat inti, dan bukan orang berkelas," Anisa menolak karena merasa tidak enak hati dan tidak percaya diri.


"Kamu ngomong apa sih Nis? cuma bawa cincin tunangan doang, nggak perlu punya status anak Sultan atau anak jenderal. Status teman cukup membuatmu layak mendapat kehormatan itu. Lagian yang menikah juga bukan anak Sultan," ujar Geisha yang membuat keduanya terkekeh.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menerima tugas ini dengan senang hati," ujar Anisa.


"Ya sudah sampai jumpa besok ya! kamu sudah nyimpan nomor ponselku kan?" tanya Geisha.


"Sudah dok. Besok saya chat." Jawan Anisa.


"Oke. Da...Nisa," Geisha tampak melambaikan tangannya.


Anisa menghela nafas saat melihat Geisha sudah menjauh.


"Beruntung sekali pria itu mendapatkan dokter Geisha. Sudah cantik, baik, karier bagus, anak direktur rumah sakit lagi. Kenapa ya hidup orang sempurna sekali?" gumam Anisa.


Tidak ingin larut dalam kesedihan, Anisapun bergegas pulang ke rumah kontrakkannya. Dan keesokkan harinya sesuai janjinya dengan Geisah, hari ini mereka pergi ke salah satu toko perhiasan.


"Beda banget ya orang kaya. Bukan cari emas kuning atau putih, tapi carinya berlian," batin Anisa.


"Calon suami dokter pasti sangat kaya raya. Nggak mungkin dia bangkrut cuna bayarin acara tunangan doang," ujar Anisa.


"Ya juga sih. Soalnya dia selain dokter, juga punya perusahaan sendiri. Kamu tahu kan gedung alkes AA Group?" tanya Geisha.


"Tahu dok. Itu kan distributor alkes terbesar di kota ini." Jawab Anisa.


"Nah itu punya calon suamiku," ujar Geisha.


"OMG. Beruntung sekali sih dok. Calon suami dokter pasti orang yang smart banget ya? sudah jadi dokter, jadi pengusaha besar lagi," tanya Anisa.


"Kalau smart jangan ditanya lagi. Sejak SD dia selalu mendapat ranking pertama. Kuliah kedokteran juga lulusan cumlaude. Kamu akan tahu betapa smartnya dia, saat nanti kamu sudah di rolling ke ruang persalinan." Jawab Geisha.


"Ini mbak cincinya," ujar salah seorang pegawai toko diamond.


Geisha mencoba cincin itu di jarinya. Cincin yang tampak berkilau dan membuat iri kaum hawa.


"Bagus banget ih...meski simple, tapi elegant," ujar Anisa.


"Ya ini kan pilihanmu tadi. Kebetulan aku juga menyukainya. Makasih ya Nis, kamu orang yang ikut andil suksesnya pertunangan kami nanti," ucap Geisha.

__ADS_1


"Sama-Sama dok. Aku juga senang, kalau temanku bahagia. Sekarang kita cari apalagi nih?" tanya Anisa.


"Kita akan pergi cari WO nya." Jawab Geisha.


"Oke. Aku ada rekomendasi WO bagus buat dokter. Didekat rumah lamaku dulu, ada WO yang sangat terkenal. Kliennya rame banget, karena memang hasil riasannya juga sangat bagus. Kebetulan dia ambil kursusnya juga di luar negeri," ujar Anisa.


"Oh ya? ya sudah ayo kita pergi kesana sekarang," ujar Anisa.


"Oke." Jawab Anisa.


Merekapun pergi ke tempat yang Anisa maksudkan. Sesuai perkataan Anisa, tempat itu memang sangat ramai. Geisha bahkan bisa melihat hasil riasan secara langsung, karena kebetulan ada klien yang tengah melakukan sesi foto prewedding secaran indoor di studio mereka.


"Kamu benar Nis. Riasannya cakep banget," ujar Geisha.


"Iya kan? aku nanti kalau ketemu jodoh lagi, mau pakai jasa mereka juga. Hasilnya memuaskan," ujar Anisa.


"Ya udah. Ayo kita temui pemiliknya," ujar Geisha.


"Dokter tenang aja. Kebetulan aku akrab kok sama pemiliknya. Anaknya teman aku waktu SMA dulu," ujar Anisa.


"Oh ya?" Anisa mengangguk.


Anisa kemudian menemui pemilik tempat itu bersama Geisha.


"Hey...Nis? apa kabar kamu? kenapa lama nggak main kesini?" tanya Intan.


"Aku sibuk kerja tante." Jawab Anisa.


"Ya ampun. Kamu sudah kerja di rumah sakit?" tanya Intan.


"Iya tante Alhamdulillah. Oh ya Niko belum pulang dari Jepang?" tanya Anisa.


"Sudah tiga bulan yang lalu dia pulang. Anak itu sangat ambisius. Sekarang dia sudah membuka usaha sendiri, dan menjadi Vendor di beberapa tempat termasuk rumah sakit." Jawab Intan.


"Hebat sekali tan? aku kangen banget sama Niko. Sudah lama aku nggak ketemu dia," ujar Anisa..


"Dia juga sempat ke rumahmu, tapi ternyata kamu sudah pindah. Sekarang kamu pindah kemana Nis? nanti kamu tinggalin nomor ponselmu ya!" tanya Intan.


"Iya tan. Tapi sekarang ada yang lebih penting dari itu. Temanku mau pakai jasa tante buat acara pertunangannya. Kenalkan ini dokter Geisha," ujar Anisa.


"Hallo tante, mohon bantuannya," ujar Geisha sembari mengulurkan tangannya dan dijabat oleh Intan.


Merekapun berbicara seputar acara pertunangan Geisha. Geisha juga menanyakan Jadwal yang kosong di minggu depan. Dan setelah sepakat, Geisha dan Anisapun mencari gedung tempat akan digelarnya acara itu.

__ADS_1


__ADS_2