SUAMIKU CACAT MENTAL

SUAMIKU CACAT MENTAL
Bab.66. Tidak Menerima Sedekah Lagi


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Ceklek


Anisa yang hendak pergi bekerja menatap pria bermasker dan mengenakan hoddy di depannya.


"Mau sedekah lagi? tapi maaf ya mas, aku tidak mau menerima sedekah lagi dari kamu. Kamu itu aneh sekali. Aku tahu mas tinggal sendirian di rumah, terus mas kayak berusaha mendekati aku. Jadi sebenarnya tujuan kamu itu apa? aku ini istri orang, aku nggak mau menimbulkan fitnah," tanya Anisa.


"Sedekah terakhir. Aku tadi sempat mendengar mbak mual muntah. Ini aku belikan tekwan, biar enak perutnya makan yang panas-panas," ujar Abian.


Anisa menatap pria yang selalu tertunduk, jika bicara dengannya itu. Abian yang menyadari Anisa tengah menatap lekat kearahnya membuat Abian berbalik badan.


"Tunggu!" ujar Anisa.


"Saya nggak akan sedekah lagi mbak. Itu yang terakhir," ujar Abian.


Anisa menghela nafas, dan terpaksa menerima sarapan pagi itu dan kemudian menyantapnya sebelum berangkat bekerja. Setelah selesai dirinya pergi bekerja, namun ternyata saat menguci pintu rumahnya, Anisa lupa mencabut kunci itu dan tertinggal disana.


"Dasar ceroboh! kenapa dia meninggalkan kuncinya?" gumam Abian.


Abian menoleh ke kanan dan ke kiri. Takut ada yang melihat dirinya, Abianpun memutuskan untuk memasuki rumah Anisa. Hal yang pertama kali dia lakukan saat memasuki rumah itu adalah pergi ke kamar wanita itu. Mata Abian berkaca-kaca saat melihat foto-foto kebersamaannya dengan Anisa yang pajang didinding kamar itu.


"Dasar bodoh. Kamu membiarkan wanita lain bahagia, tapi kamu sendiri tersiksa disini. Apa kamu pikir mudah menjaga anak kembar sendirian?" gumam Abian.


Abian kemudian dengan iseng membuka-buka dokumen yang Anisa letakkan diatas meja. Abian menyunggingkan senyumnya, saat tahu besok adalah hari ulang tahun Anisa.


Setelah mengetahui hari jadi Anisa, Abian memutuskan pergi ke tempat toko kue. Dia ingin memberi kejutan untuk Anisa.


"Terus aku kasih dia hadiah apa ya?" gumam Abian


"Malam ini aku sudah memutuskan, kalau aku akan membuka jati diriku. Aku harus memberikan hadiah spesial untuk Anisa," gumam Abian.


Abian kemudian memutuskan untuk memberi perhiasan. Dia ingin membelikan kalung untuk Anisa. Setelah membeli apa yang dia cari, Abian memutuskan untuk pulang.


Saat Anisa pulang ke rumah, dia sangat kebingungan, karena kunci rumahnya tidak ada dalam tasnya.

__ADS_1


"Ini kunci rumahmu. Kamu meninggalkannya di lobang kunci. Lain kali berhati-hatilah," ujar Abian sembari menyodorkan kunci rumah Anisa.


"Terima kasih," ucap Anisa sembari memutar kunci, agar pintu rumahnya terbuka.


Tanpa memperdulikan Abian, Anisa kemudian memasuki rumahnya. Karena hari ini dia sangat kelelahan. Setelah memasuki rumah, Abian tidak melihat Anisa hingga sore hari. Dan pada malam harinya, Abian sengaja bermain ponsel di teras rumahnya, karena berharap Anisa juga keluar rumah.


"Kemana dia? apa dia tidur lebih awal?" batin Abian.


Abian memutuskan memberi kejutan untuk Anisa saat jam 12 malam. Disaat semua orang sudah tidur dan tidak curiga padanya, saat dirinya memasuki rumah Anisa nantinya.


Tok


Tok


Tok


Abian mengetuk rumah Anisa, saat waktu sudah menunjukkan pukul 11.55 malam. Anisa mengerutkan dahinya, saat mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya.


"Siapa sih yang ngetuk pintu rumah orang tengah malam begini? pasti orang kurang waras," gumam Anisa.


Anisa kemudian mengintip dari tirai jendela, dan mengerutkan dahinya saat tahu tetangga sebelah yang sudah mengganggu ketenangannya. Terlebih Anisa heran, karena pria itu membawa kue besar ditangannya.


Ceklek


"Mas nggak boleh begini. Karena suami saya pasti nggak akan suka melihat saya di dekati pria lain. Mas pulang saja! saya sudah ngantuk dan mau beristirahat," sambung Anisa.


"Ternyata dia sangat galak. Tapi dia terlihat menggemaskan," Abian jadi senyum-senyum sendiri.


"Dasar orang gila. Ditanya malah senyum-senyum sendiri," gumam Anisa sembari ingin menutup pintu.


"Tapi kan suamimu tidak ada? aku yakin kamu pasti sangat kesepian. Aku mau jadi selingkuhanmu, dan menghangatkan ranjangmu," Abian sengaja ingin memprovokasi Anisa.


"Eh diem ya mas mulutnya. Kalau mau selingkuh juga milih-milih. Aku nggak mau dengan orang nggak waras sepertimu. Kamu sudah sangat mengganggu ketenanganku, sekarang kamu pergi atau aku akan teriak," ujar Anisa.


"Teriak saja! aku sama sekali tidak takut. Paling-Paling aku disuruh ngawinin kamu," ujar Abian sembari nyelonong masuk.


"Eh. Kok masuk? kamu sudah sangat nggak sopan mas. Keluar nggak!" ucap Anisa sembari menarik-narik baju Abian.


"Aku nggak mau. Anisa, aku mau jujur sama kamu. Aku ini memang punya kelainan, disamping aku sudah jatuh cinta sama kamu. Aku sangat suka sama wanita hamil. Kamu terlihat sexy," ujar Abian semakin menjadi.

__ADS_1


"Kamu jangan ngomong sembarangan mas. Cepat pergi dari rumahku!" ucap Anisa.


"Aku nggak mau. Aku mau tidur disini " Jawaban Abian membuat mata Anisa jadi melebar.


"Tidur saja disini. Biar aku yang keluar," ujar Anisa.


Anisa beranjak pergi dari hadapan Abian, namun tangannya langsung di tarik oleh pria itu dan segera merangkul pinggang Anisa.


"Eh? ja-jangan begini mas. Ini sangat tidak pantas. Ntar aku teriak beneran, dan hal terburuknya kita bisa diusir dari sini. Aku nggak mau pergi dari sini, aku capek mas," Anisa berusaha melepaskan pelukkan Abian.


Degup jantung Anisa sangat kencang saat ini. Karena dia tengah dilanda ketakutan yang hebat. Dia jadi teringat tentang berita-berita di tv, dan dia sangat takut pria yang tengah memeluknya saat ini akan menghabisi nyawanya karena terlalu terobsesi.


"Aku sangat ingin menjamahmu, memasukimu, dan kita menghabiskan malam yang panjang malam ini," bisik Abian yang membuat tubuh Anisa jadi gemetar.


Anisa yang tidak tahan lagi karena ketakutan, diapun menangis.


"Hiks...aku mohon jangan begini. Aku sangat mencintai suamiku. Aku nggak mau mengkhianati dia," ujar Anisa disela isak tangisnya.


"Tapi dia tidak perhatian denganmu. Dia pasti ada wanita lain disana," ujar Abian.


"Aku tahu dia sudah menikahi wanita lain. Tapi aku tidak perduli, karena aku cuma mencintai dia sampai aku mati. Aku nggak mau ada pria lain lagi dalam hidupku," ujar Anisa.


"Bodoh. Suamimu kan nggak tahu juga kalau kamu sedang main gila denganku. Coba kamu bayangkan kalau saat ini dia sedang tempur habis-habisan. Sementara kamu disini sangat merana dan kesepian. Jadi lebih baik cepat kamu lepaskan pakaianmu, aku bantu ya?"


Abian berpura-pura ingin meraih kancing baju Anisa. Namun di luar dugaannya Anisa malah menamparnya dengan keras.


"Jaga sikap anda! pergi dari rumahku," hardik Anisa.


Abian tidak memperdulikan Anisa, dia malah menyalakan lilin diatas kue dan menyodorkannya pada Anisa.


"Selamat ulang tahun sayang," ucap Abian dengan suara normalnya.


Anisa terdiam sejenak, dengan tangan bergetar dia memberanikan diri membuka masker kain Abian.


"Mas Bian. Hiks...." Anisa langsung berhambur kepelukkan Abian sembari menangis. Sejenak dia lupa tentang Geisha, gadis saingan cintanya itu.


"I love you so much," bisik Abian.


"Love you more mas," Anisa semakin mengeratkan pelukkannya.

__ADS_1


Namun saat Anisa ingat tentang Geisha, Wanita itu jadi melerai pelukkannya dengan wajah tertunduk.


__ADS_2