SUAMIKU CACAT MENTAL

SUAMIKU CACAT MENTAL
Bab.37. Bertemu Lagi


__ADS_3

Tap


Tap


Tap


Geisha berjalan di koridor rumah sakit menuju ruangan tempatnya bekerja. Sebagai dokter Obgyn, tentu saja dia akan bekerja di ruangan yang sama dengan Abian. Meskipun mereka tidak harus kebagian shif yang sama. Dan pagi ini dia bertemu Abian, karena dirinya kerja dihari pertama kebagian shif pagi. Sementara Abian yang bekerja di shif malam baru akan pulang setelah operan selesai.


"Sayang," sapa Geisha.


"Dokter Geisha, ini di rumah sakit. Jadi harus panggil saya dokter Abian," ujar Abian.


"Ckk...sayang di ruangan ini kan cuma kita berdua," ujar Geisha dengan bibir mengerucut.


"Harus dibiasakan. Kita harus profesional. Takutnya kamu kebiasaan di depan pasien ngomongnya begitu. Sekarang kamu ikut aku, kita operan pasien dan sekalian kenalan dengan perawat yang bertugas di bangsal kita ini," ujar Abian.


"Baiklah dokter Abian," ujar Geisha yang kemudian mendapat cubitan dipipi gadis itu.


Abian kemudian mengajak Geisha ke ruang nifas. Tempat pasiennya dirawat setelah pasca operasi.


"Disini kelas 3. Ada 3 pasien yang sudah selesai di operasi. Bed pertama namanya ibu santi pasca operasi sudah lebih dari 24 jam. Sama seperti ibu Merry dia juga pasca operasi sudah lebih dari 24 jam. Dan untuk ibu Dita, dia baru operasi 4 jam yang lalu. Lakukan observasi vital sign, juga perdarahan. Dan jangan lupa ajari ibunya mobilisasi dini," ujar Abian.


"Baik dok," ujar Geisha.


"Nah...ibu-ibu. Perkenalkan, ini dokter Geisha. Dia dokter jaga hari ini. Kalau ada keluhan, kalian bisa berkonsultasi dengan beliau," ujar Abian.


"Nanti infus ibu Merry kalau habis di off aja," ujar Abian.


"Baik dok." Jawab Geisha.


Abian kemudian membawa Geisha keruangan Vip. Yang terdapat seorang pasien pasca operasi disana. Sama seperti di kelas 3 Abian juga memperkenalkan Geisha pada pasien. Dan terakhir Abian memperkanalkan Geisha pada para perawat yang bekerja di bangsal yang sama dengannya.


"Aku pulang dulu ya!" ujar Abian.


"Yah...jadi kesepian deh," ujar Geisha.


Abian memberikan kode agar Geisha tidak berkata sembarangan. Dia tidak ingin perawat yang berada di ruangan itu jadi berpikiran yang tidak-tidak tentang mereka.


"Hati-Hati dok," ujar Geisha yang langsung merubah sikapnya.

__ADS_1


Abian kemudian kembali mengenakan masker dan pergi dari ruangan itu. Sementara Geisha langsung membaca laporan tiap pasien. Saat waktunya makan siang, Geisha yang ingin melihat suasana rumah sakit memutuskan untuk makan siang di kantin rumah sakit. Saat dia ingin mencari meja buat makan, dia melihat sosok Anisa yang tengah makan seorang diri.


"Boleh saya duduk disini?" tanya Geisha.


"Silahkan." Jawab Anisa yang melihat kearah Geisha sekilas.


Geisha memang melepas jas putihnya, dan hanya mengenakan blous saat ini. Jadi Anisa tidak tahu, kalau dirinya dokter di rumah sakit itu.


"Anisa? kamu Anisa kan? yang di mall kemarin nolongin aku dari copet?" tanya Geisha.


"Geisha?"


"Ya aku Geisha. Ya ampun nggak nyangka kita akan ketemu lagi. Kamu kerja di rumah sakit ini? di bagian apa?" tanya Geisha.


"Ya. Aku perawat disini. Aku kerja di ruangan anak sekarang. Kamu kerja disini juga?" tanya Anisa.


"Ya. Ini hari pertama kerjaku. Aku dokter Obgyn disini." Jawab Geisha.


"Oh ya? astaga maaf dok, saya nggak tahu dan malah nggak ngajak anda bicara secara formal," ujar Anisa.


"Apaan sih Nis. Kalau lagi berdua gini nggak usah formal. Sekarang kamu sudah menjadi temanku. Seneng banget deh punya orang yang aku kenal selain papa dan pacar aku. Sekarang nambah satu lagi, yaitu kamu," ujar Geisha sembari mulai memakan makanan yang dia pesan.


"Iya. Kebetulan papaku direktur rumah sakit ini, dan pacar aku dokter Obgyn juga disini." Jawab Geisha.


"Astaga...ya ampun dok. Aku beneran merasa nggak enak ini. Rasanya nggak pantas temenan sama anak direktur rumah sakit ini," Anisa jadi salah tingkah dihadapan Geisha.


"Apaan sih Nis. Santai aja lagi. Aku nggak pilih-pilih berteman kok. Apalagi kamu sudah berjasa sama aku," ujar Geisha.


"Sudahlah dok. Jangan membuatku malu dengan pertolongan yang tidak seberapa itu," ujar Anisa.


"Oh ya kamu sudah lama kerja disini?" tanya Geisha.


"Baru sekitar 6 bulan. Kalau tidak ada halangan, mungkin 3 bulan lagi aku akan di rolling ke ruang persalinan. Kita akan bertemu lagi nantinya," ujar Anisa.


"Wah...aku jadi punya teman dong. Soalnya shifku sama pacarku pasti nggak pernah ketemu. Soalnya dokter Obgyn yang satunya sudah pensiun," ujar Geisha.


"Oh ya mungkin sebentar lagi aku akan mengadakan pertunangan dengan pacarku kamu harus datang ya Nis?" ucap Geisha.


"Kalau jadwal saya memungkinkan pasti saya akan datang dok." Jawab Anisa.

__ADS_1


"Bener loh ya. Pokoknya aku nggak perlu pakai undangan buat ngundang kamu. Kalau pas jatah kamu off, harus datang pokoknya," ujar Geisha.


"Pasti. Kalian sudah lama pacaran dok?" tanya Anisa.


"Sudah 5 tahun." Jawab Geisha.


"Waw. Berarti memang sudah sepatutnya melewati jenjang yang lebih serius lagi ya dok," ujar Anisa.


"Iya. Sebenarnya kalau aku nggak kuliah di luar negeri, aku pasti sudah lama tunangan sama dia. Dulu kami kuliah di kampus yang sama, cuma aku adik tingkatnya. Papa juga sudah mendesak buat kami cepat menikah, mungkin beliau sudah pengen gendong cucu," ujar Geisha sembari. terkekeh.


"Kamu sendiri sudah menikah belum? tapi kayaknya belum deh. Kamu kelihatan masih muda banget soalnya," tanya Geisha.


"Sudah. Tapi sudah cerai juga." Jawab Anisa.


"Apa? serius?" tanya Geisha.


"Sudah nasib. Itulah kalau pernikahan mengikuti perjodohan. Cuma bertahan 2 bulan aja. Jadi di usia 22 sudah jadi janda." Jawab Anisa yang kemudian terkekeh.


"Ya ampun sabar ya Nis. Suatu saat nanti pasti kamu akan diberikan jodoh yang lebih baik lagi. Seperti pacarku yang super duper sempurna," ucap Geisha sembari terkekeh.


"Amiin." Jawab Anisa.


"Eh dok. Aku duluan ya? soalnya mau gantian sama teman yang lain. Bayi yang harus di jaga lagi banyak soalnya," ujar Anisa.


"Oh iya. Kamu lagi jaga di ruang neonatus ya? anggap aja latihan sebelum punya baby," ujar Geisha.


"Iya bener. Duluan ya dok,"


"Oke see you," ucap Geisha.


Anisa segera membayar makanan yang dia beli dan kemudian kembali ke ruang kerjanya. Sementara Geisha kembali melanjutkan makan. Anisa yang kembali ke ruang kerjanya jadi kepikiran dengan pertemuannya dengan Geisha.


"Sempurna sekali kehidupan Geisha. Sudah jadi anak direktur rumah sakit, dia juga seorang dokter. Sudah gitu punya calon suami dokter, yang pasti tampan dan mapan. Sedangkan aku? sudah yatim piatu, cuma perawat, dapat suami gila, dicerai pula. Nasib ya nasib," batin Anisa.


"Sus," infus anak saya sudah hampir habis," ujar salah seorang keluarga pasien.


"Oke saya ambil infusnya dulu ya bu," ujar Anisa.


Anisa yang sempat bersedih, kemudian kembali menyibukkan diri. Dia ingin menghapus kesedihannya dengan mencurahkan kasih sayangnya pada anak-anak polos tanpa dosa.

__ADS_1


__ADS_2