
"A-Anisa hamil? a-aku akan punya anak. Kerja bagus Joni. Hebat kamu Jon, terima kasih ya Jon! karena kamu sudah memperpanjang keturunanku," ucap Abian dengan konyol sembari memegang pusakanya yang masih tertidur di dalam celana.
"Jadi dia pengen makan ikan salmon? pantas saja dia mual muntah, ternyata dia sedang mengalami morning sicknes. Dia memang calon ibu yang baik, dia tahu makanan yang bagus untuk calon anak kami. Kamu jangan khawatir sayangku. Aku akan memenuhi semua keinginanmu," gumam Abian.
Abian memutuskan pergi ke super market, untuk mencari kebutuhan Anisa. Sesampai disana tidak hanya ikan salmon saja yang dia beli, Abian juga membeli makanan yang mengandung banyak asam folat lainnya.
"Emmm...sepertinya dia kelihatan imut kalau memakai daster dengan perut buncit. Aku akan membelikan beberapa untuknya," gunam Abian.
Setelah selesai belanja, Abian bergegas pulang. Namun kini dia punya masalah baru, dia tidak tahu harus memberikan itu dengan cara apa. Abianpun memutuskan memberikannya dengan cara menyamar.
Tok
Tok
Tok
Ceklek
"Cari siapa mas?" tanya Anisa.
Abian yang mengenakan hoddy dan masker, berusaha mengubah suaranya.
"Bagi-Bagi sedekah mbak." Jawab Abian.
"Tapi saya nggak butuh sedekah mas. Anda bisa memberikannya pada orang yang kurang mampu," ujar Anisa.
"Terima saja mbak!" Abian memaksa Anisa menerima kantung plastik yang dia pegang.
Anisa dengan terpaksa menerimanya.
"Terima kasih ya mas!" ucap Anisa.
"Tapi kalau boleh tahu, ini sedekah dalam rangka apa ya?" tanya Anisa.
"Saya mendapat kabar baik. Istri saya positif hamil. Saya sangat bahagia, itulah sebabnya saya membagi-bagikan sedekah ini." Jawab Abian.
Mendengar ucapan Abian, Anisa mendadak sedih.
"Istri mas sangat beruntung punya suami seperti mas. Sekali lagi terima kasih ya mas," ucap Anisa.
"Sama-Sama." Jawab Abian.
Dapat pria itu lihat, mata Anisa sedang berkaca-kaca saat ini. Dia tahu perasaan sedih yang Anisa rasakan. Abian berpura-pura pergi. Setelah Anisa menutup pintu, Abian kembali lagi dan masuk ke dalam rumahnya sendiri.
Sementara itu Anisa yang penasaran jadi terkejut, saat membuka isi plastik besar itu. Abian membelikannya belasan potong ikan salmon, satu kilo kacang salmon, buah alpukat, susu hamil, dan beberapa potong baju daster. Abian juga membelikannya bermacam-macam buah yang lainnya.
__ADS_1
"Alhamdulillah Ya Allah. Ini rejeki kamu nak. Saat mama ingin makan ikan salmon, ada ikan salmon misterius datang ke rumah kita," gumam Anisa dengan senyum semringah.
Anisa dengan semangat memasak ikan salmon yang dia dapat dari pemberi misterius. Beruntung Anisa sudah membeli kulkas, jadi dia bisa menghemat ikan salmon dan buah yang lainnya.
Aroma wangi tercium hingga kesebelah rumah Abian. Pria itu tersenyum, saat membayangkan Anisa memakan ikan itu dengan perasaan senang.
*****
Tok
Tok
Tok
Ceklek
Anisa mengerutkan dahinya saat melihat pria yang memberinya ikan salmon kemarin, datang kembali keesokkan harinya.
"Sedekah lagi mbak," ujar Abian.
"Aduh. Saya nggak enak mas, yang kemarin aja masih banyak. Mas kasih ke yang lain aja ya?" ujar Anisa.
"Tapi tetangga bilang mbak sedang hamil. Jadi mbak orang yang cocok menerima pemberian saya. Tolong diterima ya mbak, kata orang anak saya akan jadi orang baik kalau sedekah saya diterima sepenuh hati," ujar Abian dengan asal.
"Ya sudah saya terima ya mas! semoga anak mas jadi anak sholeh sholeha. Cerdas dan berbudi seperti orang tuanya," ucap Anisa.
"Iya mas makasih," ucap Anisa.
Lagi-Lagi Abian berpura-pura pergi, dan kembali setelah Anisa menutup pintu. Mata Anisa berbinar, saat melihat tiga makanan dengan menu yang berbeda.
"Bebek bakar, ayam geprek, sama steak. Dia juga beliin soto. Ya Allah nak, rejekimu besar sekali," Anisa dengan lahap menyantap makanan itu.
Dan di hari-hari berikutnya Anisa setiap harinya selalu mendapat menu makanan yang berbeda. Namun lambat laun Anisa jadi berpikir keras. Anisa merasa seperti ada hal yang tidak wajar.
"Sebenarnya siapa pria yang bersedekah setiap hari itu? aku sangat penasaran. Anehnya seolah dia tahu, kalau aku sedang berada di rumah," gumam Anisa.
"Aku harus menyelidikinya. Agar aku tahu siapa orang itu sebenarnya," batin Anisa.
Keesokan harinya Abian datang lagi, kali ini setelah menutup pintu Anisa tidak langsung pergi ke dapur. Dia melihat Abian yang semula pergi, tiba-tiba balik lagi dan memasuki rumah disebelah rumahnya.
"Apa aku tidak salah? dia masuk rumah sebelah kan? jadi dia tetangga sebelah rumah?" gumam Anisa.
Anisa kemudian memutuskan memasak ikan salmon bakar, sambal dan juga sayur. Setelah matang, Anisa membawa makanan itu kesebelah beserta dua piring nasi.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Abian mengintip dari tirai jendela, saat melihat itu adalah Anisa, Abian mendadak panik. Dia bergegas memakai hody dan juga maskernya.
Ceklek
"Jadi mas yang rajin sedekah tinggal disebelah rumah saya? istrinya mana mas?" tanya Anisa setelah Abian membuka pintu.
"I-Istri saya lagi ke pasar." Jawab Abian.
"Oke. Artinya nggak masalah kan kalau saya makan berdua sama mas? soalnya saya lagi ngidam makan berdua dengan suami tetangga," ujar Anisa.
"Eh? Abian jadi kebingungan. Sementara Anisa langsung nyelonong masuk kedalam ruamah Abian.
Anisa bisa menilai, kalau Abian sedang berbohong. Selain tidak ada sentuhan wanita, rumah itu tampak kosong. Bahkan di dapur cuma ada satu piring, satu mangkok, satu sendok, dan satu garpu.
"Itu artinya dia tinggal sendiri. Tapi kenapa dia berbohong?" batin Anisa.
"Dia cuma ngekos, tapi apa yang dia berikan sama aku sangat mahal harganya. Sebenarnya dia ini kenapa? waras apa gila?" batin Anisa.
"Bagaimana ini? aku bisa ketahuan kalau lepas masker. Mungkin memang sudah saatnya aku bicara dengannya dari hati ke hati," batin Abian.
"Silahkan dimakan mas. Saya juga harus sedekah, biar anak saya jadi anak yang cerdas dan sholeh sholeha," ujar Anisa.
"Anak mbak Nisa kembar?" tanya Abian.
"Iya." Jawab Anisa yang membuat Abian tersenyum bahagia.
"Suami mbak Nisa dimana?" tanya Abian.
Mendapat pertanyaan itu, Anisa jadi murung. Abian bisa melihat raut kesedihan di wajah wanita yang dia cintai itu.
"Mbak? kok ngelamun?" tanya Abian.
"Suami saya bekerja di luar kota. Saya sendiri disini." Jawab Anisa dengan mata berkaca-kaca
"Ya sudah mbak Nisa makan ya! jangan sedih, suami mbak Nisa pasti merindukan mbak juga," ujar Abian.
Anisa tiba-tiba membawa nasi dan sedikit ikan kembali ke rumahnya.
"Mbak. Kok pulang? nggak jadi ngidam makan di rumah saya?" tanya Abian.
"Nggak jadi. Saya mau makan sembari membayangkan wajah suami saya." Jawab Anisa.
__ADS_1
Abian cuma bisa melongo saat melihat Anisa pulang dan menutup pintu rumahnya. Padahal dia sangat senang, bisa melihat wajah Anisa dari jarak yang lumayan dekat.