
Abian meliapat surat Anisa dan membawa surat itu bersamanya.
"Aku jadi bertambah yakin, kalau Anisa tidak mungkin bekerja di rumah sakit internasional. Orang bodoh mana yang nulis surat buat kuburan? kurang kerjaan sekali. Padahal orang yang diajak curhat sedang sibuk ditanyai oleh malaikat," gumam Abian.
"Hah...tapi mungkin dia bingung musti curhat dengan siapa. Mungkin saja dia nggak punya teman, dan dengan cara itu dia bisa meluapkan perasaannya,"
"Tapi sebenarnya kamu ada dimana Nis? kalau aku tidak bisa menemukanmu di tiap rumah sakit, aku bingung harus mencarimu kemana lagi. Apa jangan-jangan kamu sengaja resign karena ingin menghindar dari aku?"
"ckk...sudah jam 5. Aku harus segera pergi ke rumah sakit. Geisha pasti lagi nungguin aplusan sama aku,"
Abian mempercepat laju mobilnya untuk menuju ke rumah sakit internasional. Sementara Anisa baru saja tiba di rumah sakit, dan tengah berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan melewati ruang persalinan.
"Nisa?" sapa Geisha.
"Oh..hey...dok. Masuk malam juga?" tanya Anisa.
"Nggak. Aku lagi nunggu aplusan. Mungkin sebentar lagi pacar aku datang." Jawab Geisha.
"Duh...seneng banget ya kalau kerja satu tempat dengan pacar atau suami. Jadi serasa kembar siam," ujar Anisa.
"Kok kembar siam?" tanya Geisha.
"Sukar terpisahkan." Jawab Anisa sembari terkekeh.
"Ih...Nisa bisa aja deh," ucap Geisha.
"Ya udah dok. Aku aplusan dulu ya! hati-hati aja nanti pulangnya," ujar Anisa.
"Oke. Semangat kerja ya Nis," ucap Geisha yang kemudian diacungi jempol oleh Anisa.
Anisa kemudian pergi ke ruang neonatus tempat saat ini dirinya bekerja. Tidak berapa lama kemudian Abian datang dan langsung mendapat pelukkan hangat dari kekasihnya.
"Sayang. Aku kan sudah bilang harus menjaga sikap. Bagaimana nanti kalau perawat atau bidan melihat kamu begini?" tanya Abian.
"Aku nggak perduli, aku kangen sama kamu." Jawab Geisha.
"Ya sudah ayo kita aplusan. Apa semalam ada yang operasi?" tanya Abian.
"Nggak ada. Dua pasien di kelas 3 cuma tinggal satu. Di ruang Vip juga sudah pulang. Jadi tinggal ibu Dita aja yang masih ada di kelas 3." Jawab Geisha.
"Ya sudah kamu pulang aja kalau begitu," ujar Abian.
__ADS_1
"Rasanya aku nggak mau pulang. Masih kangen sama kamu. Kayaknya aku harus nyuruh papa buat nyari dua orang dokter Obgyn lagi deh. Kalau kayak gini caranya, kapan kita quality time nya?" ujar Geisha.
"Terserah kamu saja. Tapi yang pasti kamu harus pulang dulu sekarang ya! aku harus baca laporan dan lihat pasien dulu," ujar Abian.
Tok
Tok
Tok
"Maaf dok. Permisi," seorang perawat datang membawa satu berkas untuk dia serahkan pada Abian.
"Ada apa?" tanya Abian.
"Maaf dok. Ini ada berkas untuk operasi cesar. Suaminya ingin istrinya dilakukan operasi cesar, karena ketuban istrinya sudah pecah dini. Dan saat diperiksa bidan belum ada pembukaan dok," ujar perawat.
"Oke. Siapkan operasinya jangan lupa inform consent pada pasien dan suami pasien," ujar Abian.
"Sudah semua dok. Sekarang pasien sudah ada di ruang operasi." Jawab Perawat.
"Baiklah saya bersiap dulu," ujar Abian.
Perawat itu meninggalkan ruangan. Abian menatap bibir Geisha yang cemberut.
Abian bergegas berganti pakaian operasi sementara Geisha bergegas pulang setelah Abian memasuki ruang operasi. Di ruang berbeda Anisa tengah sibuk mengontrol infus bayi-bayi yang dirawat karena penyakit yang beragam.
Anisa menatap seorang bayi yang berada dalam inkubator yang tubuhnya dipenuhi dengan alat-alat penunjang kehidupan.
"Kasihan bayi sekecil ini sudah mendapat cobaan yang begitu berat. Seharusnya aku yang sedewasa ini tidak boleh banyak mengeluh," gumam Anisa.
Anisa kembali berjalan untuk mengecek infus bayi-bayi yang berjumlah 30 orang. Menjaga bayi dengan jenis penyakit serius, tentu saja membuat Anisa harus menahan mata agar tidak terpejam meski hanya satu detik. Namun Anisa selalu melakukan pekerjaannya dengan setulus hati.
*****
Keesokkan harinya....
Abian kembali mencari keberadaan Anisa di beberapa rumah sakit terkenal setelah pulang bekerja. Namun tetap saja hasil yang didapatkan nihil. Dan dia melakukan pencarian hingga hampir satu bulan lamanya.
"Sayang. Kamu ditanyain papa tuh," ujar Geisha.
"Ada apa?" tanya Abian.
__ADS_1
"Kok ada apa sih? sebenarnya kamu serius nggak sih dengan hubungan kita?" tanya Geisha.
"Hem...mulai lagi kan?" ujar Abian.
"Ya habisnya kamu gitu sih. Kamu tu seolah nyepelein omongan papaku. Dia tu sebenarnya pengen kita langsung nikah aja, nggak perlu pakai acara tunangan. Tapi papa menghargai keinginan kamu yang pengen ngadain acara tunangan itu," ujar Geisha.
"Ya sudah. Katakan sama papa kamu, papa bisa menentukan sendiri acara pertunangan itu. Nanti semua biaya pertunangan biar aku yang tanggung," ujar Abian.
"Sungguh? ah...sayang aku mencintaimu," ucap Geisha sembari berhambur kepelukkan Abian.
"Apa kamu senang. Hem?" tanya Abian.
"Tentu saja. Apalagi kabar yang membahagiakan selain kabar ini?" ujar Geisha.
"Aku ingin acara itu diadakan seminggu lagi bagaimana?" tanya Geisha.
"Terserah kamu saja. Nanti total saja biaya yang dikeluarkan. Aku akan membayar semuanya." Jawab Abian.
"Oke kalau begitu biar nanti aku yang kepercetakan deh. Kamu kalau punya teman yang mau di undang, kirim aja list nya lewat chat ya? nanti aku lebihin banyak undangannya," ujar Geisha.
"Aku nggak ngundang siapa-siapa kok. Paling Ryan aja, dan dia nggak perlu pakai undangan." Jawab Abian.
"Lalu bagaimana dengan Ayahmu?" tanya Geisha.
"Sayang...."
Geisha menghela nafasnya. Abian memang pernah menceritakan tentang ayah Abian padanya. Namun Geisha tidak menyangka kalau Abian akan tetap memusuhi Ayahnya, meskipun mereka sudah akan menikah.
"Sayang. Apa itu tidak akan jadi masalah? aku tidak mau keluargamu berpikir kalau keluargaku tidak menghargai keluargamu. Pernikahan itu bukan bicara soal kita berdua saja, tapi kedua keluarga juga harus terlibat bukan?" tanya Geisha.
"Ini baru acara tunangan. Keluargaku tidak perlu banyak turut campur. Kalau masalah pernikahan, nanti akan aku pikirkan lagi bagaimana baiknya." Jawab Abian.
"Ya sudah kalau begitu. Sekarang aku pulang dulu ya! kata papa kemungkinan dua hari lagi dokter Obgyn baru akan mulai masuk bekerja. Karena jadwal kita terlalu padat kalau hanya menangani pasien bertiga," ujar Geisha.
"Baiklah. Mungkin dengan begitu aku bisa punya waktu buat nemenin kamu untuk nyiapin acara pertunangan kita," ujar Abian.
"Makasih sayang. Aku bahagia banget deh," ujar Geisha.
"Ya sudah kamu hati-hati pulangnya ya!" ujar Abian.
"Oke."Jawab Geisha.
__ADS_1
Geisha kemudian melenggang pulang dengan hati berbunga-bunga. Dan dia sempat bertemu dengan Anisa yang juga ingin pulang.