SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE ke-10


__ADS_3

Grace merasa sangat bosan, dia melihat jam tangannya sudah menunjukkan jam 19.00 malam, namun hingga saat ini dia dan direktur nya belum pulang juga sementara para pekerja yang lain sudah pada pulang.


Untuk pulang terlebih dahulu Grace tidak punya keberanian akhirnya Grace hanya bersabar untuk menunggu direktur nya itu pulang.


Grace mengambil handphone nya dari tas nya karena sejak satu hari ini dia tidak memegang handphone nya.


Grace melihat disana begitu banyak panggilan tak terjawab dan beberapa pesan dari Alvaro.


" beraninya kau mengabaikan saya"


" saya mengijinkan mu untuk bekerja bukan berarti saya tidak sanggup memberimu nafkah."


" hingga kamu memohon dan mengemis demi pekerjaan yang tidak seberapa itu."


" masih di hari pertama kamu bekerja, kamu sudah berani mendekati bos perusahaan mu. jangan kamu pikir bahwa saya tidak tahu kamu hari ini makan berdua dengan bos mu di ruangan itu."


" ingat Grace, kamu adalah masih istriku. jangan kamu berpikir aku membebaskan mu tapi ingatlah, dimana pun kamu sekarang, apapun yang kamu kerjakan saya tahu semuanya karena saya mengawasi setiap gerak-gerik mu" kata Alvaro


Grace ketakutan membaca pesan dari Alvaro, sepertinya Alvaro sangat marah kepada nya.


" maafkan aku, aku tidak bermaksud mengabaikan mu hanya saja hari ini aku sedang sibuk." kata Grace


tidak berapa lama kemudian telepon Grace berdering dan penelpon nya adalah Alvaro.


" hallo" kata Grace


" dimana kamu sekarang??" kata Alvaro


" a...a..aku masih di kantor" kata Grace


" kamu cepat pulang sekarang juga" kata Alvaro


" tapi aku belum bisa pulang sebelum atasan ku pulang" kata Grace


" saya tidak perduli dengan alasan mu, sekarang Martin sudah menunggu mu di lobi. jika kamu berani membantah maka aku tidak akan mengijinkan mu bekerja lagi." kata Alvaro


" baiklah aku akan pulang sekarang" kata Grace.


Grace langsung turun kelantai bawah dan berjalan kearah lobi, disana ternyata Martin sudah menunggu nya.


" selamat malam nona?" kata Martin menyapa Grace


" Iya selamat malam juga" kata Grace

__ADS_1


Martin langsung membawa Grace pulang menuju rumahnya.


" dimana Tuan mu? sudah sebulan lamanya pernikahan kami tapi hingga saat ini aku belum mengenal nya" kata Grace


" selama satu bulan ini tuan tinggal di luar negeri nona " kata Martin


" lalu apakah dia hari ini sudah pulang kerumah?" kata Grace


" saya tidak tahu soal itu nona" kata Martin


" aku tidak mengerti maksud dan tujuan kalian memperlakukan aku seperti ini. " kata Grace


" tuan melakukan ini semua karena ini yang terbaik untuk nona Grace" kata Martin


" terbaik katamu?? dari hal mana ini bisa menjadi yang terbaik asal kamu tahu bahkan ini adalah hal yang terburuk yang pernah terjadi kepada ku?" kata Grace


" nona tidak tahu kehidupan seperti apa yang dijalani tuan saya, asal nona tahu orang seperti tuan pasti memiliki banyak musuh. mungkin maksud tuan menutupi hubungan kalian karena dia takut jika musuh-musuh tuan menjadikan nona sebagai ancaman bagi dirinya. " kata Martin


" aku bisa terima jika hubungan pernikahan ini dijalani dengan secara tertutup, tapi aku hanya ingin mengenalnya, siapa orang yang telah Menikahi ku. tidak wajar kan jika aku tidak mengenal nya hingga sekarang ini" kata Grace.


" baiklah nona, jika itu keinginan nona saya akan sampaikan" kata Martin


Kini mobil mereka sudah tiba dirumah yang ditinggali Grace.


Martin langsung meninggalkan pekarangan rumah Grace. Grace melihat kini sudah jam delapan malam, Grace merasa sangat lelah.


Setelah membersihkan dirinya Grace pergi menuju dapur dan langsung memeriksa kulkas, Grace membuat kan makanan untuk dirinya.


setelah selesai makan, Grace langsung pergi kekamar nya untuk beristirahat. malam itu pun cuaca sangat buruk cahaya kilat dan bunyi petir seakan menandakan sebentar lagi hujan akan turun.


Grace sangat takut dengan petir, cepat-cepat Grace naik keatas tempat tidurnya dan langsung menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut agar dia tidak bisa melihat cahaya kilat tersebut.


Tidak berapa lama kemudian kini Grace sudah bergabung dengan mimpinya. Dia tidur sangat terlelap mungkin karena hari ini dia sangat lelah.


Namun ditengah kesadaran Grace, Grace merasa sebuah tangan sedang memeluknya dengan lembut.


Grace yang merasakan pelukan hangat tersebut dia membalas pelukan itu berpikir bahwa itu adalah hanya sebuah guling, namun aroma guling dengan aroma yang memeluknya sangat berbeda.


sayup-sayup Grace mendengar suara seseorang.


" tidurlah ini sudah sangat larut, aku juga sangat lelah hari ini" Grace ingin memastikannya namun untuk membuka kedua matanya sangat berat rasanya. akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk bangun.


Keesokan harinya Grace terbangun sudah jam tujuh pagi, Saat dia bangun dia langsung teringat sesuatu.

__ADS_1


Grace langsung melihat ke sebelah nya berharap bahwa kejadian tadi malam adalah hanya mimpi.


dia melihat disebelah nya tidak ada orang namun di bantal itu terletak sehelai rambut yang pendek sepertinya itu rambut seorang pria.


Grace mencoba mencium tempat tidur itu, ternyata aroma yang tadi malam itu masih menempel di sana dan saat itu juga Grace mendengar suara mobil dari arah garasi.


Grace berlari kearah jendela untuk melihat sumber suara itu namun Grace hanya melihat belakang mobil yang sudah pergi meninggalkan gerbang.


Grace berlari kearah kamar mandi berharap ada sesuatu yang tertinggal disana, ternyata disana Grace menemukan sebuah jam tangan pria.


Grace mengambil jam tangan itu dan memperhatikan nya dengan lebih teliti lagi. Grace merasa bahwa dia sepertinya mengenali jam tangan itu.


Bayangan Grace terlintas saat direktur nya kemarin melipat kedua lengan baju nya hingga sampai siku dan jam tangan ini yang menempel di tangan kiri direktur.


Mengingat direktur nya Grace tersadar bahwa dia harus bekerja.


" astaga aku sudah terlambat" kata Grace langsung cepat-cepat untuk merapikan dirinya.


tidak berapa lama kini Grace sudah siap namun untuk berangkat ke kantor dia tidak menemukan taksi bahkan ojek online pun sangat susah mungkin karena ini waktunya untuk para pekerja memulai pekerjaannya.


Mau tidak mau akhirnya Grace menghubungi Alvaro.


" ada apa kamu menelpon ku?" kata Alvaro


" bisakah kamu membantuku?" kata Grace


" katakan apa yang kau butuhkan" kata Alvaro


" bisakah kamu mengantar ku hari ini untuk bekerja?" kata Grace


" baiklah kamu tunggu disitu, saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan mu" kata Alvaro


" terimakasih " kata Grace


Tidak menunggu lama bagi Grace kini mobil utusan Alvaro sudah tiba.


" nona Grace?" kata Seorang pria asing yang keluar dari dalam mobil


" iya, saya sendiri." kata Grace


" tuan mengutus saya untuk mengantarkan anda nona" kata Pria itu


tanpa pikir panjang Grace langsung masuk kedalam mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2