
Hari ini Alvaro menghadiri sebuah seminar yang ada diluar kota, dia tidak membawa Martin ikut bersamanya karena Martin harus menjaga Grace, sementara Danvers harus berjaga di markas.
Kini waktunya sudah sore Alvaro harus pulang namun pada saat Alvaro melewati jalan sunyi beberapa mobil mengikutinya dari belakang.
Awalnya Alvaro berpikir itu adalah orang-orang peserta seminar sama seperti dirinya, namun lama-kelamaan mereka mencurigakan.
Dengan satu tangan Alvaro menyetir dan satunya lagi mengambil senjata apinya yang ada di dasbor mobilnya.
Kini musuh-musuhnya mulai menyerangnya dengan senjata api, untuk menekan jam tangannya Alvaro teringat perkataan Roy tadi pada saat mereka berada di lokasi seminar.
" kamu harus berhati-hati, paman ku dan Bondan sedang membuat jebakan untuk mu."
" mereka akan mempergunakan kamu sebagai umpan, beberapa anak buah Bondan akan menyerang mu, dan tentunya kamu akan meminta bantuan kepada orang-orang kepercayaannya mu."
" mereka tahu bahwa orang kepercayaan mu untuk saat ini terbagi dua yaitu satu menjaga Grace dan satunya lagi menjaga Markas."
" jika kamu meminta bantuan kepada mereka pasti salah satu diantara mereka akan turun tangan untuk membantu mu apa itu Martin atau Danvers."
" jika Martin yang datang maka anak buah Paman Bondan akan lebih mudah untuk membunuh Grace."
" jika Danvers yang datang maka anak buah pamanku akan menyerang markas dan akan lebih mudah bagi mereka untuk membunuh orang-orang yang disana."
__ADS_1
" jadi kamu jangan terpancing dengan jebakan mereka, kamu harus bisa melindungi dirimu sendiri" kata Roy pada Alvaro
Namun Alvaro pada saat itu berpikir bahwa Roy sedang mempergunakan alasan lagi agar dia bisa masuk kedalam kehidupan nya dan Grace.
Akhirnya Alvaro mengurungkan niatnya untuk menekan jam tangan tersebut. kini musuh berhasil menembak salah satu ban mobil Alvaro dan akibatnya Alvaro hampir mengalami kecelakaan, beruntung Alvaro masih bisa mengendalikan nya.
Alvaro keluar dari dalam mobilnya dan menjadikan mobilnya sebagai tempat nya berlindung.
Dari Balik mobil Alvaro berusaha menembak mereka satu persatu. namun kini Peluru yang dimiliki Alvaro habis, mau tak mau dia harus masuk kembali kedalam mobilnya untuk mengambil beberapa peluru untuk dia gunakan.
Namun pada saat dia ingin masuk kedalam mobilnya tiba-tiba musuh berhasil menembak nya di bagian perutnya.
Alvaro memegang perutnya yang terluka dan mencoba menahan lukanya agar darah mengalir tidak begitu deras sementara satu tangan nya mengambil peluru tersebut dan pada saat itu beberapa orang datang membatu Alvaro.
" cepat segera masuk kedalam mobil ku, kamu terluka" kata pria bertopeng tersebut
Namun Alvaro tidak mau masuk kedalam mobil tersebut dia takut bahwa itu jebakan lagi baginya.
" Erlando cepat masuk, kita tinggalkan tempat ini" kata pria bertopeng itu.
" kamu siapa?" kata Alvaro, akibat berbicara dengan Alvaro orang tersebut tertembak di bagian lengan nya.
__ADS_1
"Akh.... aku Roy, cepat masuk, kita tinggalkan tempat ini" kata Roy membantu Alvaro masuk kedalam mobilnya sementara dia pun sedang terluka.
Setelah Alvaro masuk kedalam mobil Roy langsung meninggalkan tempat itu membawa Alvaro pergi.
" gara-gara kamu aku jadi terluka" kata Roy membuka topeng nya.
" aku tidak tahu itu kamu, kenapa kamu memakai topeng?" kata Alvaro
" aku takut mereka mengenali aku, jika salah satu dari mereka melihat wajah ku maka pamanku dan Bondan akan membunuh ku terlebih dahulu daripada kamu." kata Roy
" sekali lagi kamu telah menolongku" kata Alvaro
" kamu terluka parah, begitu banyak darah yang keluar kita harus kerumah sakit sekarang" kata Roy
" tidak jangan kerumah sakit, jika mereka tahu kau membawa ku kerumah sakit maka mereka akan membunuhku disana." kata Alvaro
" lalu kemana aku harus membawa mu." kata Roy
" bawa aku kerumah ku saja" kata Alvaro
" tapi dengan luka seperti ini kamu harus dioperasi" kata Roy
__ADS_1
" ini tolong kamu hubungi atas nama Daniel, jelaskan padanya bahwa aku terluka dan suruh dia segera datang kerumah ku secepatnya." kata Alvaro
" baik, setidaknya kamu bertahanlah jangan tutup matamu" kata Roy