
Dua hari telah berlalu,
Hari ini kesehatan Anggun kembali lagi memburuk, Anggun harus masuk ke ruangan ICU lagi.
Sementara untuk mengambil sumsum tulang Alvaro harus menunggu waktu seminggu lagi.
Alvaro hanya berdiri dan memandangi Anggun dari pembatas kaca tersebut, sementara Andrewis dan Grace duduk di kursi tunggu.
" bagaimana keadaan tante Anggun kak?" kata Laras yang baru saja tiba di rumah sakit.
" keadaan mamah sekarang kritis lagi." kata Alvaro
" kakak yang sabar yah, kita doakan yang terbaik untuk Tante Anggun" kata Laras
" terimakasih " kata Alvaro
namun Grace memberikan kode melalui matanya kearah Laras agar Laras menghibur Andrewis.
Laras mengerti maksud Grace, Laras berjalan mendekati Andrewis. Laras mengangkat tangan kanannya untuk menepuk pundaknya Andrewis namun tangan Laras hanya menggantung di angin begitu saja dan dia menarik tangan nya kembali.
" kamu yang sabar yah, aku yakin Tante Anggun akan sembuh" kata Laras
" aku harap juga seperti itu" kata Andrewis
" tante Anggun orang yang kuat, dia tidak akan mungkin menyerah begitu saja." kata Laras
"terimakasih banyak atas dukungan mu" kata Andrewis
sementara ditempat yang berbeda.
" saya tidak mengerti, bagaimana bisa mereka mengetahui pergerakan kita. saya rasa ada yang tidak beres disini." kata jones
" maksud bos diantara kita ada mata-mata begitu??" tanya Pardy
"lebih tepatnya seperti itu" kata Jones
" tidak mungkin bos, kita melakukan rencana ini dengan secara mendadak, lalu bagaimana mungkin bocor secepat itu." kata Pardy
" kenapa tidak mungkin?? apa semuanya belum jelas? coba kamu pikir, bagaimana mungkin Erlando bisa menjadi dua dan tiba-tiba beberapa orang sepertinya dari golongan mafia menyerang markas kita untuk melindungi kedua orang itu."
" dan kita tidak tahu siapa sebenarnya kedua orang itu mana yang asli dan mana yang palsu" kata jones
" bos benar juga, tapi kalau menurutku yang kita tahan kemarin adalah yang palsu" kata Pardy
" kenapa kamu begitu yakin?" kata Jones
__ADS_1
" wanita itu bos, jika dia yang asli maka tidak mungkin dia begitu familiar dengan belah diri bos, tetapi wanita kemarin dia begitu mengerti dengan ilmu beladiri." kata Pardy
" kamu benar,, jika begitu pekerjaan mu akan bertambah, selidiki kedua orang itu. dan cari tahu siapa mata-mata itu " kata Jones
" baik bos" kata Pardy
Kini dokter sudah keluar dari ruangan ICU.
" bagaimana keadaan Mamah dok?" tanya Alvaro
" ibu Anggun ingin bertemu dengan Laras, apa ada yang bernama Laras disini?" kata Dokter itu
Andrewis melihat kearah Laras,
" ada apa dok?? kenapa mami ingin menemui Laras??" kata Andrewis
" saya juga tidak tahu, sepertinya ibu Anggun ingin mengatakan sesuatu." kata Dokter
" baiklah dok, saya yang bernama Laras" kata Laras
" mari silahkan ikut saya." kata Dokter itu membawa Laras masuk kedalam ruangan.
Saat melihat Laras, ibu Anggun tersenyum kepada nya.
" seperti biasa nak, Tante akan tetap seperti ini " kata Anggun
" Tante harus kuat, tante tidak boleh menyerah begitu saja." Kata Laras
" Tante juga berharap seperti itu nak." kata Anggun
" oh ya, kenapa tante ingin bertemu dengan Laras?" tanya Laras
" nak.... menikah lah dengan Andrewis" kata Anggun
bagai disambar petir rasanya Laras, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini. Laras terdiam mematung saat Anggun mengatakan hal itu.
" Nak Laras....." panggil Anggun kembali
" ah....i..i.. iya tante" jawab Laras dengan terbata-bata
" sebelumnya tante minta maaf, tante tahu bahwa tante sudah keterlaluan,Tante tidak seharusnya meminta itu padamu."
" Tante tidak apa-apa kok jika kamu menolaknya, tante tidak akan memaksa." kata Anggun
" maafkan Laras tante, bukan maksud Laras menolak. tapi Laras tidak mengerti kenapa Tante meminta hal yang seperti ini." kata Laras
__ADS_1
" keadaan tante saat ini sangat buruk, untuk bertahan lebih lama lag, itu tidak akan mungkin rasanya."
" jika saja Andrewis sudah menikah, pasti tante sangat bahagia disaat-saat terakhir tante dan tante bisa pergi dengan tenang karena Andrewis sudah menemukan wanita sebagai teman hidupnya, dan tentunya Wanita itu adalah anak yang baik.
" dan tante yakin pasti kamu akan merawat dan mengurus Andrewis dengan baik." kata Anggun
" tapi menikah itu tidak gampang Tante, terlebih lagi Laras dengan Andrewis tidak saling mengenal bahkan kita bertemu baru dua hari yang lalu. lalu bagaimana bisa kita melakukan pernikahan seperti itu.?" kata Laras
" soal itu kamu tidak usah khawatir, kalian bisa saling mengenal dan jatuh cinta setelah menikah nanti. tante yakin bahwa Andrewis akan memperlakukan mu dengan baik."
" Andrewis anak yang baik dan penurut.tante hanya khwatir bagaimana nanti dia akan menjalani hidupnya tanpa ada tante. setidaknya setelah tante pergi, tante sudah menyerahkan dia sepenuhnya kepada mu." kata Anggun
" Tante.... tapi tidak harus menikah tan, Laras bisa menjaganya kok. Laras janji akan menjaga dia" kata Laras
" sepertinya kamu menolak yah, kenapa??? bukannya kamu mencintai Andrewis?" kata Anggun dengan merasa kecewa dan Laras pun menyadari perasaan Anggun.
Seketika Laras terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun terhadap Andrewis.
melihat keadaan anggun seperti ini, Laras tidak mungkin jujur bahwa Martin hanya bercanda saat itu.
" Laras memang menyukai tuan Andrewis tante tapi itu perasaan Laras untuk saat ini. Laras tidak yakin bagaimana kedepannya dan lagi pula kita tidak tahu bagaimana dengan perasaan tuan Andrewis" kata Laras
" soal Andrewis kamu tidak usah khwatir" kata Anggun
" Sebaiknya Tante Anggun berbicara dulu dengan tuan Andrewis dan Laras juga pikirkan ini dulu, Laras takut salah mengambil keputusan." kata Laras
" apa kamu bisa memberikan Jawabannya besok?" kata Anggun
" iya Tante Laras akan memberikan jawabannya besok." kata Laras
" baiklah dan tante harap jawaban kamu tidak mengecewakan tante." kata Laras dengan maksud untuk memaksa Laras harus menuruti keinginan nya.
" baiklah tante." kata Laras
Setelah Laras selesai berbicara dengan Anggun, Laras pun keluar dari ruangan Anggun dengan perasaan yang campur aduk.
Alvaro dan yang lainnya melihat Laras keluar dari ruangan itu mereka langsung bertanya pada Laras apa yang terjadi.
" Laras ada apa?? kenapa mamah mencari mu?" kata Grace
" iya Laras ada apa ini?" kata Alvaro namun Andrewis hanya melihat Laras dengan penasaran.
" aku ingin sendiri dulu" kata Laras pergi meninggalkan ketiganya.
Andrewis melihat Laras seperti itu berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres antara Laras dan juga Anggun.
__ADS_1