
Kini para pemegang saham di PT. MCF sudah berkumpul namun hingga saat ini Erlando dan juga Grace belum datang.
" baiklah para rekan kerja yang saya hormati, adapun maksud saya mengumpulkan kalian semua di ruang rapat ini adalah untuk memberitahukan kepada kalian semua beberapa hal yang penting."
" yang pertama, seperti yang kalian lihat bahwa kesehatan saya belakangan ini sudah semakin memburuk maka saya memutuskan akan pensiun dari dunia bisnis. karena untuk bertahan, itu tidak mungkin lagi untuk saya."
" yang kedua, mengenai perihal ke pensiunan saya, saya sudah putuskan bahwa MCF akan saya serahkan kepada anak saya."
" sebelum nya saya akan mengumumkan bahwa saya memiliki dua orang anak dari ayah yang berbeda." kata Anggun
Dan para pemegang saham langsung berbisik-bisik sesama mereka.
" dan kalian tahu bahwa pemilik sekaligus pewaris Perusahaan PT. MCF adalah anak saya Andrewis Matthew, berhubung dia masih pokus dengan pendidikan nya maka saya dan Andrewis sudah memutuskan untuk sementara ini PT.MCF di ambil alih oleh kakaknya sendiri yaitu Erlando Karsha."
" sebelum saya mengundurkan diri, saya mempertanyakan kepada para rekan yang saya hormati untuk memilih apa kalian setuju dengan keputusan ini atau tidak."
" jika memang tidak setuju, maka silahkan di cabut saham masing-masing yang sudah tertanam di perusahaan MCF."
" jika memang setuju maka saya ucapkan terima kasih." kata Anggun
" saya tidak setuju, saya berpikir suatu saat nanti pasti terjadi perselisihan antara keturunan Karsha dengan keturunan Matthew, jika terjadi seperti itu, tentunya akan mempengaruhi MCF." kata Jones
" bapak jones yang terhormat, di dunia bisnis tidak ada kaitannya dengan hubungan kekeluargaan." kata Anggun
" jika memang benar seperti itu, lalu kenapa ibu Anggun tiba-tiba mengumumkan bahwa ibu Anggun memiliki dua anak dari ayah yang berbeda."
" saya hanya takut bagaimana nasib PT.MCF kedepannya. karena dari awal kita tahu bahwa MCF didirikan oleh bapak Matthew lalu kenapa tiba-tiba di serahkan kepada Erlando Karsha.?" kata Jones
" bapak jones, memang benar perusahaan MCF adalah milik bapak Matthew, dan selamanya akan tetap milik bapak Matthew. saya menyerahkan perusahaan MCF ini kepada anak saya Erlando Karsha tentunya bukan cuman keputusan saya sendiri."
" keputusan ini diambil oleh anak saya pewaris tunggal MCF adalah Andrewis Matthew. jadi terlepas masalah jika suatu saat mereka berselisih paham masalah ini bapak jones tidak usah khawatir, anak saya Erlando dan Andrewis bukan orang yang seperti itu haus akan kekayaan " kata Anggun
" lalu dimana pemimpin kita yang baru, kenapa dia tidak hadir??"
" dari sini saja kita bisa tahu bahwa pemimpin yang baru adalah orang yang tidak bertanggung jawab. seharusnya dia hadir disini, lalu kenapa dia tidak hadir."
" ibu Anggun coba jelaskan tentang hal ini" kata Jones
(Anggun tersenyum) " dia ada disini, Nak masuklah perkenalkan dirimu." kata Anggun
kemudian Alvaro dan Grace memasuki ruang rapat, Jones melihat Alvaro hadir diruang rapat membuat sekujur tubuhnya tidak bertenaga.
" sebelum nya saya ucapkan terima kasih terlebih dahulu atas kesempatan ini."
__ADS_1
" baiklah saya akan memperkenalkan diri saya. saya adalah Erlando Karsha dan ini adalah istri saya."
" mulai hari ini saya yang akan memimpin PT.MCF dan saya mohon kerjasamanya. terimakasih " kata Erlando tersenyum.
" saya tetap tidak setuju." kata jones
" baiklah jika bapak tidak setuju maka silahkan cabut saham bapak."
" dan saya ingatkan kembali, jika ada diantara rekan saya yang tidak setuju dengan keputusan saya maka silahkan mengundurkan diri dari perusahaan PT.MCF." Kata Anggun dengan tegas.
Dan diantara mereka semua hanya Jones yang tidak setuju.
" baiklah terima kasih banyak saya ucapkan kepada bapak ibu atas dukungan dan kepercayaan kalian selama ini terhadap saya."
" dan hingga akhir ini kalian tetap percaya dengan keputusan saya, dan mungkin selama ini saya banyak salah terhadap kalian semua, baik disengaja ataupun tidak, maka tolong maafkan saya."
" sekali lagi saya ucapkan terimakasih, Rapat saya tutup" kata Anggun
setelah rapat berakhir semua peserta rapat menghampiri Alvaro dan menyalam Alvaro mengucapkan kata selamat.
sementara Jones Langsung meninggalkan perusahaan dan dia menghubungi Pardy.
" iya bos ada apa?" kata Pardy
" maksud bos apa?" kata Pardy
" kenapa bajin*** itu bisa lolos" kata Jones
" lolos bagaimana bos?? kedua tawanan masih ada bersama kita bos hingga saat ini." kata Pardy
siiittt.....( Jones tiba-tiba menghentikan mobilnya).
" Pardy maksud kamu apa?" kata Jones
" Erlando dan istrinya ada bersama kita bos" kata Pardy
" bagaimana mungkin, Erlando dan istrinya jelas-jelas ada di MCF" Kata Jones
" bos mungkin salah melihat, Erlando dan istrinya masih bersama kita hingga saat ini." kata Pardy
" pardy jangan bilang kamu salah menculik orang" kata Jones
" bos kita tidak salah, ini jelas-jelas Erlando dan istrinya yang kita jebak tahun lalu bagaimana mungkin saya salah orang." kata Pardy dengan percaya diri
__ADS_1
" Pardy alihkan panggilan video." kata Jones dan kemudian Pardy langsung mengalihkan panggilan video.
Pardy mengarah ponselnya ke kedua orang yang dia culik.
" bos coba perhatikan baik-baik, ini benar-benar Erlando." kata Pardy
Jones memperhatikan video tersebut dan ternyata benar orang yang ditahan oleh Pardy adalah Erlando dan Grace.
" bagaimana mungkin ini bisa terjadi, jika Erlando ada pada kalian lalu siapa orang yang ada di MCF?" kata Jones
sementara kedua orang yang ditahan oleh Pardy tersenyum melihat keduanya kebingungan.
" Jones..... bukankah anda ingin membunuh saya?? lalu kenapa tidak kau lakukan itu."
" apakah anda sudah kehilangan nyali Setelah saya berhasil mengalahkan mu lagi" kata Martin
Jones dan anggota nya tidak tahu bahwa orang yang mereka tahan adalah Martin dan Laras.
Setelah Martin mengetahui bahwa Jones mengincar mereka, dia mempekerjakan seorang mata-mata di kelompok gangster nya Pardy tanpa mereka ketahui.
Dan karena Pardy mengabari kepada Anggota nya bahwa mereka akan membunuh Alvaro, dengan diam-diam informasi tersebut sampai kepada Martin.
Dan kebetulan sekali, dimana pada hari jones berencana ingin membunuh Alvaro dan tepat pada hari itu juga Anggun menyerahkan MCF, tentu Jones pasti bertindak.
Namun sebelum itu terjadi, Alvaro sudah membuat jebakan terlebih dahulu untuk menjebak jones.
Martin dan Laras memakai topeng yang langsung menyatu dengan kulit, jika hanya melihat sekedar tentu mereka tidak bisa membedakan rupa asli atau topeng.
" Siapa kamu??" kata Jones
" apa kamu tidak kenal dengan saya? lalu bagaimana mungkin anda ingin menghancurkan saya jika tidak mengenal saya terlebih dahulu." kata Martin
" Pardy tunggu apalagi, siapapun dia dan Wanita itu bunuh mereka." kata jones
" baik bos" kata Pardy
setelah pembicaraan mereka berakhir Pardy berniat ingin membunuh mereka, pada saat Pardy mengangkat senjata kearah Martin namun anggota Alvaro sudah lebih dulu menembak tangan Pardy.
Pardy tidak tahu bahwa pada saat mereka menculik Martin dan Laras, Martin sudah menekan tombol yang ada di jam tangannya Martin.
jam tangan tersebut bukan jam tangan biasa, di dalam jam tangan terdapat sebuah GPS dan penghubung sinyal tanda bahaya ke markas anggotanya.
jika tombol jam tangan tersebut tertekan maka dengan otomatis Alarm tanda bahaya yang terdapat di markas anggotanya Alvaro akan berbunyi.
__ADS_1
itu sebabnya tanpa di sadari pardy bahwa sejak awal kini mereka sebenarnya sudah dikepung oleh timnya Alvaro.