
Setelah kegiatan malam ini berakhir mereka semua kembali kekamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Seperti biasa bagi Grace, sebelum tidur dia harus mematikan lampu terlebih dahulu. saat Grace selesai mematikan lampu nya, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
" siapa ka...." kata Grace namun orang tersebut langsung menutup mulut Grace menggunakan tangannya.
" apa yang kamu lakukan tadi bersama nya?" kata Alvaro
" Alvaro.... apakah itu kau?" kata Grace
" Grace harus berapa kali aku katakan padamu, aku selalu mengawasi mu. tapi jika kamu sedang bersama dengan dia kamu selalu mengabaikan perkataanku" kata Alvaro dengan suara berat
" maafkan aku.... aku tidak sengaja melakukan nya" kata Grace berusaha melepaskan tangan Alvaro
" tidak sengaja kamu bilang?? kamu menikmati nya Grace" kata Alvaro
" lalu apa yang bisa aku lakukan?? memang nya kamu bisa melakukan itu pada ku" kata Grace
" baiklah... sepertinya kamu menginginkan hal itu. aku akan buktikan padamu bahwa aku juga bisa melakukan nya" kata Alvaro mencium bibir Grace
Grace berusaha melepaskan dirinya dari Alvaro, namun semakin Grace memberontak Alvaro semakin memperkuat kuncian nya.
kini emosi Alvaro sudah tidak terbendung lagi, dengan buasnya Alvaro menciumi bibir Grace.
" ini kan yang kamu minta dariku??"
" bahkan aku bisa memberimu lebih dari pada ini" kata Alvaro menjatuhkan badan Grace keatas tempat tidurnya.
" Alvaro aku mohon jangan seperti ini, kita bisa bicarakan ini baik-baik" kata Grace
__ADS_1
" baik-baik apa maksudmu??"
" Grace apa kamu sudah lupa, aku adalah suami mu dan kamu adalah istri ku. sudah berapa lama kita menikah namun hingga saat ini aku tidak pernah meminta hak ku kepadamu" kata Alvaro sambil mencium bibir Grace
" iya aku tahu ini adalah hak mu, tapi kamu jangan melakukan nya seperti ini" kata Grace
" selama ini aku bisa menahan nya, namun untuk sekarang aku tidak bisa menahannya lagi bagaimana jika dia berhasil merebut semua milikku" kata Alvaro dan kini ciuman nya turun ke leher.
" Al....va...ro..." kata Grace ingin berbicara namun dia tidak mampu mengeluarkan kata-kata nya karena perasaan yang diberikan Alvaro kepada nya membuat Grace menjadi mengeluarkan desahan.
Mendengar itu Alvaro semakin bersemangat.
" terus sayang.... panggil namaku" kata Alvaro dan semakin menggila dengan kegiatannya dan kini aktivitas nya sudah berpindah dari leher ke bagian dada.
Grace yang merasa dirinya tidak bisa menahan serangan Alvaro dan lagi pula dia masih Wanita yang normal, dan dia juga baru pertama kali merasakan hal seperti ini akhirnya dia pasrah menerima apa yang diberikan Alvaro kepada nya.
dia kembali mencium bibir Grace dengan lembut dan Grace pun sebaliknya, akhirnya Grace membalas ciuman Alvaro.
Keduanya saling larut dengan apa yang mereka rasakan, rindu yang membara yang dirasakan oleh Alvaro selama ini kini sudah tidak bisa tertahan lagi.
Alvaro menurunkan ciumannya ke bagian lehernya dan beberapa kali Grace berhasil mengeluarkan desahannya, Alvaro turun ke bagian dada Grace, disana Alvaro bermain dengan kedua benda itu bagaikan anak kecil.
Grace semakin tidak karuan dengan perasaan nya, dengan tidak sadar Grace memegang kepala Alvaro dan mengarahkan Alvaro ke benda kembar tersebut.
Alvaro mengerti maksud Grace, dengan lembut Alvaro mengisap kedua benda kembar itu. sementara Grace merasakan kenikmatan di setiap sentuhan Alvaro, kedua tangan Grace mengelus-elus kepala Alvaro bagaikan anak kecil.
Keduanya sudah tidak sadar karena nikmat yang mereka rasakan entah kapan mereka berdua melepaskan setiap pakaian yang mereka gunakan, karena sekarang ini kini mereka tidak mengenakan apapun lagi.
Grace dan Alvaro seakan meminta lebih dan lebih lagi atas apa yang sudah mereka rasakan.
__ADS_1
" Al...va...ro..." kata Grace dengan suara yang begitu menggoda di kuping Alvaro
" iya sayang, terus lah panggil nama ku" kata Alvaro
" aku su....dah ti...dak bi...sa menung....gu la....gi" kata Grace
" apa kamu sudah siap untuk memberikan nya pada ku?" kata Alvaro
" la..ku..kan..lah" kata Grace sambil mengangguk kan kepalanya
" baiklah sayang" kata Alvaro
Alvaro dengan pelan membuka kedua kaki Grace agar dia mendapat kan celah itu. sementara Grace hanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan Alvaro.
Alvaro mencoba memasukkan miliknya ke bagian bawah Grace, namun sangat lah susah.
Tetapi dengan pelan-pelan Alvaro terus berusaha, Grace yang merasa dirinya ingin lebih lagi dan lagi atas apa yang sudah dia rasakan.
Grace akhirnya dengan inisiatif sendiri membatu Alvaro agar Alvaro sedikit mudah melakukan dan tidak lama kemudian Alvaro berhasil menembus benteng pertahanan Grace.
Keduanya merasakan ada cairan yang mengalir diantara milik keduanya. saat Alvaro ingin menarik tubuhnya nya tetapi dia merasa bahwa Grace masih merasakan sakit.
" tahan yah sayang, sakitnya perlahan akan hilang" kata Alvaro dengan pelan menarik tubuhnya dan dengan pelan mendorong tubuh nya lagi.
begitulah seterusnya dilakukan oleh Alvaro hingga keduanya merasakan puncak kenikmatan mereka dan Alvaro berhasil melepaskan bibit nya di dalam perut Grace.
setelah Kegiatan keduanya berakhir, kini Grace tidak mampu lagi untuk membuka kedua matanya, Karena merasa lelah dan lelah akhirnya Grace tertidur dan tanpa memakai apapun.
Alvaro menutupi tubuh Grace menggunakan selimut, Setelah itu dia mencium kening Grace dan bibir Grace sekilas lalu Alvaro juga berbaring di sebelah Grace dan memeluk badan Grace.
__ADS_1