
Setelah Andrewis mendapatkan alamat rumahnya Laras dia langsung pergi menemui Laras.
setelah tiga puluh menit berlalu kini Andrewis sudah tiba di tempat kediaman Laras. setelah itu Andrewis menghubungi Laras kembali.
" Hallo" kata Laras
" Laras aku udah di depan rumah kamu nih" kata Andrewis
" kamu tunggu sebentar" kata Laras mematikan ponselnya
tidak beberapa detik kemudian kini pintu rumah Laras sudah terbuka.
" silahkan masuk" kata Laras
Andrewis pun masuk kerumahnya Laras dan Laras pun mempersilahkan Andrewis untuk duduk.
" bi....bi...." panggil Laras kepada seseorang dan tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya datang.
" iya non" kata wanita paruh baya itu
" bi tolong buatkan minum untuk tamu kita" kata Laras
" baik non" kata wanita paruh baya itu pergi meninggalkan mereka. setelah Wanita itu pergi Andrewis memulai pembicaraan mereka.
" Laras sebelumnya aku minta maaf atas permintaan mami terhadap mu, aku tahu ini pilihan yang sulit untuk mu." kata Andrewis
" lalu aku harus apa?"kata Laras
" mari kita menikah." kata Andrewis
" Andrewis aku tahu kamu terpaksa melakukan ini, dan aku tahu bagaimana perasaan mu terhadap ku."
" lalu bagaimana mungkin pernikahan bisa terjadi seperti itu." kata Laras
" aku mengerti maksud kamu Laras, tapi soal perasaan ku padamu aku akan mencobanya, kamu tidak usah khawatir." kata Andrewis
" hm......" Laras tersenyum
" mencoba?? kamu pikir ini permainan yang bisa di coba-coba begitu saja?" kata Laras
" aku tidak punya pilihan lain Laras, untuk saat ini aku hanya tidak ingin menolak permintaan mami, aku akan lakukan apapun asalkan kamu mau menikah dengan ku." kata Andrewis
" Andrewis sejujurnya aku katakan kepadamu tentang bagaimana perasaan ku terhadap mu."
" jujur aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap mu"
Laras dan Andrewis berhenti sejenak berbicara karena wanita paruh baya itu datang membawakan dua gelas teh dan beberapa cemilan. setelah asisten rumah tangga itu pergi Laras melanjutkan perkataan nya.
" soal pengakuan kak Martin kemarin kepada tante Anggun. aku minta maaf atas hal itu, tidak sepantasnya kak Martin melakukan hal itu hingga membuat kita berdua terjebak dalam masalah ini."
__ADS_1
" dan setelah aku mengatakan ini, kamu sudah tahu bagaimana kenyataan nya tentang perasaan ku terhadap mu apa kamu akan tetap mengajakku untuk menikah?" kata Laras
" jika kita membahas hal yang kemarin semuanya sudah tidak ada artinya lagi semuanya sudah terlanjur, yang aku harapkan darimu sekarang hanya jawaban mu saja." kata Andrewis
" tapi Andrewis diantara kita berdua tidak terjadi apa-apa, lalu bagaimana kita untuk menjalani pernikahan ini jikapun terjadi." kata Laras
" kita bisa sama-sama belajar membuka hati kita masing-masing." kata Andrewis
" aku tahu maksud kamu mengajak ku untuk menikah, kamu hanya tidak ingin menolak permintaan tante Anggun kan??" kata Laras
" maafkan aku Laras, untuk saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa." kata Andrewis
" kamu tidak usah menyalahkan dirimu sendiri. bagaimana pun juga kak Martin yang sudah memulai nya."
" begini saja, mari kita lakukan pernikahan kontrak saja." kata Laras
" a...a...apa? nikah kontrak???" kata Andrewis
" hanya itu jalan satu-satunya, jika menolak permintaan tante Anggun maka Tante Anggun akan merasa tertekan, jika kita menuruti permintaannya siapa tahu saja ini jadi jalan kesembuhan tante Anggun." kata Laras
" tapi aku takut jika mami mengetahui nya. mami bukan orang yang biasa, cepat atau lambat dia akan mengetahui hal ini." kata Andrewis
" tidak akan ketahuan jika kamu tidak menunjukkan nya."
" dan lagi pula jika tante Anggun sudah sembuh bukannya kamu akan kembali keluar negeri?" kata Laras
" jika kamu membocorkan rahasia ini kepada satu orang saja maka itu artinya kamu ingin menunjukkan kepada tante Anggun tentang rencana kita."
" kecuali kau dan aku tidak ada yang boleh tahu soal rahasia ini." kata Laras
" selain nikah kontrak apa tidak ada cara yang lain lagi??" kata Andrewis
" memang nya cara apalagi?? cara ini yang paling pas, kita buat jangka waktu pernikahan kita selama dua tahun."
" aku rasa dua tahun sangat cukup untuk kita, dan kita bisa sama-sama belajar membuka hati kita. jika tidak berhasil maka pernikahan kita bisa berakhir setelah dua tahun dan tidak akan ada yang dirugikan diantara kita berdua. bagaimana??" kata Laras
" apa kita tidak mempermainkan agama ini??" kata Andrewis
" pernikahan sah dimata Tuhan dan hukum, perceraian juga sah di undang-undang. jika selama dua tahun ini kita memiliki kecocokan kita bisa melanjutkan pernikahan ini dan jika memang tidak cocok kita bisa mengurus perceraian kita, aku rasa Tuhan mengerti dan tidak menyalahkan kita atas perceraian itu, bagaimana pun juga kita sudah berusaha selama dua tahun ini." kata Laras
" baiklah jika memang itu yang terbaik aku akan menerima nya." kata Andrewis
" kamu tunggu sebentar." kata Laras pergi meninggalkan Andrewis.
Laras naik kelantai dua menuju kamarnya, tidak beberapa lama kemudian kini Laras sudah kembali membawa sebuah laptop.
" ini untuk apa??" kata Andrewis
" kita akan buat beberapa perjanjian pernikahan kontrak kita." kata Laras
__ADS_1
" baiklah..." kata Andrewis
PERJANJIAN PERNIKAHAN KONTRAK.
*Dibawah ini kami yang bertanda tangan :
PIHAK I
Nama : Andrewis Matthew
Umur : 30 Tahun
Pihak ke-II
Nama : Larasati Karsha
Umur : 28 Tahun
Dengan ini menyatakan bahwa dengan kesadaran kami masing-masing dan tanpa paksaan dari pihak siapapun kami membuat beberapa poin persyaratan perjanjian pernikahan kontrak selama dua tahun.
* Tidak harus melakukan kewajiban sebagai seorang istri dan suami.
* melakukan hal-hal yang intim seperti berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman jika ada hal yang mendesak.
* selama pernikahan terikat, pihak pertama dan pihak kedua dilarang untuk berpacaran atau selingkuh.
Demikian perjanjian ini kami buat*.
Begitulah kira-kira isi dari surat perjanjian mereka tersebut. setelah selesai Laras mengetiknya Laras kembali lagi kekamar nya.
setelah beberapa menit kemudian kini Laras kembali menemui Andrewis dan membawa dua lembar kertas berwarna putih.
" ini silahkan kamu tanda tangani surat ini." kata Laras memberikan kedua kertas itu dan sudah dilengkapi dengan materai.
Andrewis pun langsung menandatangani kertas tersebut.
" baiklah ini untuk mu dan yang satunya untuk ku. besok aku akan menemui tante Anggun dan aku harap kamu jangan menunjukkan sedikitpun sikap mu yang mencurigakan." kata Laras
" baiklah,,, oh ya sejak tadi aku tidak melihat siapa-siapa disini, dimana orang tuamu?" kata Andrewis
" ibu sudah meninggal, sementara ayah sedang keluar negeri." kata Laras
" lalu bagaimana dengan pernikahan ini jika ayah...maksud aku orang tuamu tidak datang." kata Andrewis
" ada kak Al dan kak Martin" kata Laras
" oh.... baiklah, jika begitu aku pamit dulu" kata Andrewis
" hm....." kata Laras menganggukkan kepalanya.
__ADS_1