
"Dokter tolong selamatkan ibu saya," kata Alvaro menangis
" kami akan berusaha, sebaiknya bapak tunggu di luar dulu." kata Dokter dan Alvaro pun menurut.
Alvaro berjalan dengan langkah yang sangat berat dan dia sambil menangis.
" Al...." kata Grace
" kak Al...." kata Andrewis
" Al apa yang terjadi pada Mamah." kata Grace
" ........" Alvaro menggelengkan kepalanya dia duduk seperti tak bertenaga
" kita harus mengikhlaskan mami, ini yang terbaik untuk mami." kata Andrewis
" penyakit apa yang membuat mamah seperti itu hingga tidak bisa disembuhkan." kata Alvaro
" mami mengidap kanker darah kak, kata dokter untuk kesembuhan mami sangat lah tipis."
" kita sudah melakukan semuanya, hingga pengobatan ke luar negeri pun kita sudah lakukan tapi hingga saat ini kesehatan mami tidak ada perkembangan." kata Andrewis
" sejak kapan???" kata Alvaro
" kurang lebih tiga tahun kak, kata dokter orang yang mengalami penyakit seperti ini tidak akan lama bertahan paling lama itu hanya lima tahun saja."
" tapi kemungkinan kecil mami bisa sembuh jika melakukan transparansi sumsum tulang belakang." kata Andrewis
" lalu kenapa tidak dilakukan??" kata Alvaro
" untuk menemukan sumsum tulang belakang yang cocok sangatlah sulit, tidak seperti menemukan donor ginjal. sampai sekarang belum ada pendonor yang cocok."
" kemungkinan besar hanya keturunan yang bisa melakukan itu, sementara sum-sum tulang belakang yang aku miliki tidak sama dengan mami." kata Andrewis
__ADS_1
" aku akan mencoba test mudah-mudahan saja sum-sum tulang belakang ku cocok dengan mamah." kata Alvaro
" apa kakak serius??" kata Andrewis
" iya aku akan melakukan apapun asalkan mamah bisa sembuh." kata Alvaro
" kak Al...." kata Andrewis langsung memeluk Alvaro sambil menangis.
" terimakasih banyak kak, aku tidak akan pernah bisa melupakan kebaikan kakak ini. seumur hidup aku akan berutang nyawa pada kakak." kata Andrewis
" apa yang kamu katakan, apa karena selama ini kamu selalu bersama nya merasa bahwa dia hanya milik mu sendiri?"
" ingat Andrewis aku juga anaknya bahkan aku yang lebih dulu lahir dari rahim nya daripada kamu." kata Alvaro
" aku sangat bahagia kak, aku sudah lama memimpikan hal seperti ini, aku hanya berharap mudah-mudahan ini benar-benar terjadi dan bukan mimpi." kata Andrewis
" maafkan aku karena selama ini aku sudah bersikap egois." kata Alvaro
" tega sekali kalian berdua, kalian mengabaikan aku disini. sepertinya kehadiran ku tidak dibutuhkan disini sebaiknya aku pergi saja." kata Grace
" seandainya kamu rebut pun aku tidak akan mau, tentu aku lebih memilih istri dan anakku dibandingkan kamu." kata Alvaro
" Apa??? kakak ipar hamil??" kata Andrewis
" iya...." kata Grace tersenyum
" hahahaha... sebentar lagi aku akan menjadi paman" kata Andrewis langsung memeluk Grace.
Andrewis yang tiba-tiba memeluk Grace membuat Grace terdiam sementara Alvaro langsung memisah kan Andrewis.
" hei... hei... apa yang kamu lakukan? kamu jangan mempergunakan ini menjadi kesempatan iya." kata Alvaro
" kak Al cemburu??" kata Andrewis
__ADS_1
" suami yang mana tidak cemburu jika melihat pria lain memeluk istrinya. lagi pula kamu tidak merasa canggung sedikit pun apa?" kata Alvaro
" Aku adik kamu kak bukan pria lain, lagi pula aku tidak memeluk istri kakak, aku hanya ingin memeluk keponakan ku saja apa aku salah."
" soal canggung, untuk apa kita merasa canggung kita adalah keluarga." kata Andrewis
" tetap saja kita berbeda, aku keturunan Prayoga sementara kamu keturunan Matthew." kata Alvaro
" Bagiku itu tidak penting, yang aku tahu kita satu ibu dan lagi pula tentang keturunan, kita tidak bisa memastikan bahwa kita keturunan siapa, itu semua hanya mami yang tahu kita keturunan siapa yang sebenarnya. bukan begitu kakak ipar" kata Andrewis
" hahahaha.... iya iya betul itu, Ternyata kamu orangnya humoris yah" kata Grace
" memangnya Kak Al tidak humoris??" kata Andrewis
" dia sangat dingin bahkan lebih dingin dari es batu." kata Grace
" kalau begitu lama-kelamaan nanti kakak ipar pasti membeku dong." kata Andrewis
" kalian berdua berani menggosipkan aku dihadapan ku sendiri." kata Alvaro
" bagus dong, daripada di belakang kakak" kata Andrewis
" kali ini aku mengampuni mu, tapi untuk besok-besok kamu jangan berharap." kata Alvaro
" Kak Al...." kata Andrewis
" hm...." kata Alvaro
" terimakasih banyak kak, terimakasih.... aku tidak sendiri lagi, aku takut jika mami pergi aku tidak memiliki siap-siap lagi, aku....." kata Andrewis menangis namun Alvaro langsung memeluk Andrewis.
" sudah cukup jangan bicara lagi.... aku minta maaf untuk sikapku selama ini padamu, sekarang aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, aku janji aku akan selalu ada untuk mu."
" maafkan aku, selama ini aku membiarkan mu menanggung beban berat ini sendirian dan terima kasih banyak karena kamu sudah menjaga dan merawat Mamah." kata Alvaro menangis.
__ADS_1
Grace yang menyaksikan itu ikut menangis terharu. namun suasana itu terjadi hanya sebentar karena dokter sudah keluar dari ruangan Anggun.