
" dokter bagaimana keadaan mami" kata Andrewis
" nyonya Anggun sudah bangun dia ingin bertemu dengan Alvaro." kata dokter itu
" kak lihatlah mami ini, Setelah dia sadar dia hanya langsung mencarimu sepertinya aku akan cemburu nanti." kata Andrewis
" kamu tenang saja aku tidak akan merebutnya dari tangan mu" kata Alvaro
" cepat kak pergilah kasihan mami sudah menunggu." kata Andrewis
Alvaro pun masuk kedalam ruangan itu, dia melihat Anggun tersenyum padanya dan meneteskan air matanya, anggun menyambut Alvaro dengan kedua tangannya seperti ingin memeluk Alvaro dan Alvaro pun mengerti.
" mamah" kata Alvaro memeluk Anggun
" Al... anakku maafin mamah sayang." kata Anggun
" Al.... yang seharusnya minta maaf mah" kata Alvaro
" tidak nak,,,, tidak,,,, Mamah yang salah..." kata Anggun
" Al.. juga salah mah..." kata
" mamah menyesal nak.... seandainya dulu mamah tidak meninggalkan mu, mungkin kamu tidak akan pernah membenci mamah.." kata Anggun
" sudah mah... sudah jangan di ungkit lagi, semuanya sudah berlalu sekarang mari kita buka lembaran baru memperbaiki kesalahan yang lalu dan mari kita hidup bahagia." kata Alvaro melepaskan pelukannya.
" terimakasih banyak nak, kamu sudah memaafkan Mamah. Mamah sangat bahagia nak bisa mendapatkan kamu kembali" kata Anggun
" sudah seharusnya kita harus bahagia mah." kata Alvaro
__ADS_1
" Al ..." kata Anggun memegang tangan Alvaro.
" iya mah.." kata Alvaro
" Al... mamah ingin meminta satu hal lagi padamu mungkin ini mamah tidak pantas nak mengatakan nya, apa kamu mau menuruti permintaan mamah nak" kata Anggun
" ada apa mah katakan lah, apapun permintaan mamah Al akan menuruti nya." kata Alvaro
." mamah sudah semakin tua, melihat keadaan mamah, mungkin Mamah tidak bisa bertahan lama lagi."
" dan mamah sudah sangat lelah, mamah ingin istirahat tapi masih ada yang harus mamah pertanggung jawabkan sampai adik kamu Andrewis menyelesaikan pendidikannya."
" tetapi dilihat dari kesehatan mamah sepertinya mamah sudah tidak sanggup untuk menyelesaikan tanggung jawab itu."
" Al.... apa kamu bersedia untuk sementara ini mengelola perusahaan PT.MCF?"
" baiklah mah, Al akan menuruti permintaan mamah, untuk sementara Al akan mengambil alih tanggung jawab mamah di MCF." kata Alvaro
" dan mamah minta satu hal lagi nak,. apa bisa?" kata Anggun
" katakan lah mah, " kata Alvaro
" jika terjadi sesuatu hal yang buruk padaku, mamah minta tolong jaga Andrewis, di dunia ini selain aku dan kamu dia tidak memiliki siapapun lagi." kata Anggun
" tidak akan terjadi hal yang buruk pada mamah. soal Andrewis mamah tidak usah khawatir, bagaimana pun juga dia tetap adik aku, sudah kewajiban seorang kakak untuk menjaga adiknya." kata Alvaro
" terimakasih banyak nak, jika seperti ini mamah akan pergi dengan tenang." kata Anggun
" apa yang mamah katakan, mamah akan sembuh dan kita akan berkumpul bersama. apa mamah tidak menginginkan cucu dariku?" kata Alvaro
__ADS_1
" bodoh.... apa yang kamu katakan, tentu saja mamah sangat menginginkan cucu." kata Anggun
" dan keinginan Mamah sebentar lagi akan terwujud" kata Alvaro
" benarkah??" kata Anggun bahagia
" iya mah," kata Alvaro
" lalu kenapa kamu tidak membawa menantu mamah kesini?" kata Anngun.
" dia ada diluar mah bersama dengan Andrewis" kata Alvaro
" kenapa kamu tidak menyuruhnya masuk?" kata anggun
" nanti Al akan menyuruh nya menemui Mamah." kata Alvaro
" Besok Mamah akan ke perusahaan, mamah akan mengadakan pertemuan dengan para pemegang saham, sekaligus untuk mengumumkan pemimpin baru untuk PT.MCF" kata Anggun
" besok mah?? apa itu tidak terlalu terburu-buru, tunggu keadaan mamah sehat dulu." kata Alvaro
" Al... lebih cepat lebih baik, Mamah takut jika mamah terlambat melakukannya." kata Anggun
" baiklah mah jika itu maunya mamah Al akan menurut." kata Alvaro
"Sekarang mamah istirahat, ada beberapa hal yang akan Al urus." kata Alvaro
" pergilah." kata Anggun
setelah Alvaro pergi, Anggun menghubungi sekretarisnya, agar sekretaris nya mempersiapkan hal yang berhubungan dengan rapat besok.
__ADS_1