
Setelah Vivet dibebaskan, dia meminta sebuah laptop. Alvaro pun memberikan nya
" mereka membawa istrimu ke pulau J." kata Vivet sambil membuka laptop itu.
" tapi ketiga mobil itu tidak menuju kesana, sementara arah pulau J berbeda dengan arah jalan ini." kata Martin
" mereka sengaja melakukan nya untuk mengecoh kalian." kata Vivet
" apa kamu yakin mereka membawa nyonya kesana dan bagaimana bisa kamu tahu." kata Danvers
" apa kalian lupa bahwa saya mantan orangnya Bondan?? saya sudah biasa melakukan pekerjaan ini, karena begini cara yang biasa kami lakukan. Bondan memiliki tempat rahasia di pulau J." kata Vivet
" bagaimana kami akan mempercayai mu?" kata Martin.
" jika saya berbohong dan mempermainkan kalian, ini foto adik perempuan ku dan Ibuku. didunia ini hanya mereka berdua yang aku miliki, mereka berdua sangat berharga bagiku."
" mereka tinggal di desa X, dan ini alamat mereka. nyawa mereka bisa jadi jaminan nya."
"sebelum kamu pergi ke pulau J, kamu bisa menyuruh anak buah mu sekarang untuk menangkap mereka terlebih dahulu" kata Vivet
" itu tidak perlu, aku percaya padamu." kata Alvaro
" aku yakin Setelah ini Bondan pasti akan membunuh mereka. tolong selamatkan mereka sebelum Bondan membunuh mereka." kata Vivet
" Martin pergilah sekarang ke sana, bawa beberapa orang bersama mu. pastikan semuanya kembali dengan selamat dan bawa mereka berdua ke markas." kata Alvaro
" kenapa harus saya tuan, bagaimana jika Danvers saja, saya ingin bersama dengan tuan" kata Martin
" Martin selain kamu dan Danvers tidak ada yang bisa saya andalkan. jika Danvers yang pergi dan kamu ikut bersama dengan saya lalu siapa yang berjaga disini." kata Alvaro
" tapi tuan, anda sedang terluka bagaimana jika hal buruk terjadi pada tuan" kata Martin
__ADS_1
" Martin percayalah padaku." kata Alvaro
" aku akan ikut bersama mu" kata Vivet
" sebelum nya saya ucapkan terima kasih, tapi jika kamu berani bermain-main dengan kami, Maka aku tidak akan pernah melepaskan mu dan juga keluarga mu" kata Martin pada Vivet
" baiklah tuan, tolong kembali lah dengan selamat." kata Martin kepada Alvaro
" terimakasih" kata Alvaro
" saya pamit tuan" kata Martin
"'kamu harus hati-hati, jaga dirimu" kata Alvaro
" terimakasih banyak aku ucapkan padamu karena kamu sudah percaya padaku." kata Vivet
" lalu bagaimana selanjutnya." kata Alvaro
" untuk menuju kesana tidaklah mudah, Bondan menyebarkan anak buah nya di berbagai titik, jika gerakan kita ketahuan maka dia bisa saja langsung membunuh istrimu."
" jika kita lewat dari jalur laut itu tidak akan mungkin, kerena kita akan terlihat dari jarak yang masih sangat jauh, karena mereka selalu menggunakan teropong." kata Vivet
" lalu jika Udara" kata Alvaro
" pertama-tama kita harus memahami gambar peta ini." kata Vivet menunjukkan monitor laptop itu.
" Disebelah selatan ini Bondan memeliki sebuah gudang raksasa untuk menyembunyikan minyak hasil bumi yang sedang dia curi."
" sebenarnya ini sumber kekayaan nya. kita harus menghancurkan ini lebih dulu, agar semua orang-orang nya fokus kesini."
" namun sebelum kita menghancurkan gudang ini, kamu dan beberapa orang harus sampai terlebih dahulu di Utara, karena mereka menyekap istri mu disana."
__ADS_1
" cara satu-satunya agar kamu bisa sampai disana dengan selamat yaitu dengan menggunakan jalur terowongan, yang langsung terhubung ke rumah nya Bondan."
" kamu harus bisa masuk kerumah Bondan tanpa ketahuan. pintu terowongan ada didalam kamar pribadinya, dia tidak pernah keluar dari sana"
" dan aku beserta yang lainnya akan menunggu informasi darimu, Setelah kamu bisa berhasil maka kami akan bergerak dari sini tapi sebelumnya kamu harus mempersiapkan helikopter terlebih dahulu untuk kami." kata Vivet
" Danver, malam ini kita ada perang. persiapkan semua nya." kata Alvaro
" baik tuan" kata Danvers
" tapi bagaimana caranya aku bisa kesana, rumah Bondan pasti dijaga dengan ketat." kata Alvaro
" untuk masuk kesana aku akan membantumu. tapi sebelumnya kamu harus melukaiku." kata Vivet
" tapi bagaimana mungkin aku harus melakukan itu, apa tidak ada cara lain?" kata Alvaro
" hanya begini caranya agar Bondan percaya bahwa aku tidak menghianati nya." kata Vivet
" tidak... aku tidak bisa melakukan itu." kata Alvaro tidak tega.
" kita tidak punya banyak waktu, kita harus bergerak cepat. ayo cepat lakukan." kata Vivet
Alvaro memejamkan matanya,
"Maaf kan aku" kata Alvaro
Bukk......buk....buk....buk.....buk.....buk......( Alvaro memberikan Vivet banyak pukulan.)
" baiklah, sekarang berikan aku berupa alat komunikasi agar aku bisa menghubungi mu." kata Vivet.
Alvaro pun memberikan apa yang diminta oleh Vivet.
__ADS_1
"aku akan menghubungi mu jika aku sudah berhasil, persiapkan dirimu." kata Vivet
Vivet pergi meninggalkan Markas dengan keadaan terluka.