
setelah Laras selesai memakai pakaian nya dia kembali turun dan untuk berangkat ke kantor.
saat Laras tiba dilantai bawah dia berhenti sejenak dan melihat kearah meja dapur, namun disana sudah tidak ada lagi Andrewis seketika Laras tersenyum mengingat kejadian mereka yang barusan terjadi.
Laras kembali melangkahkan kakinya menuju garasi, dia melihat mobil Andrewis sudah tidak ada disana dan sepertinya Andrewis sudah berangkat terlebih dahulu.
setelah tiga puluh menit kemudian Laras sudah tiba di kantor MCF, dia melihat ada Alvaro dan Grace disana.
" Andrewis apa terjadi sesuatu diantara kalian?" kata Grace
" tidak kakak ipar, memang nya kenapa?" kata Andrewis
" kalian satu rumah kenapa berangkatnya beda-beda?" kata Grace
" ah...itu...i..." kata Andrewis terbata-bata karena dia tidak bisa menemukan kebohongan yang akan dia ungkapkan.
" apa bedanya kami dengan kakak ipar dulu saat kalian baru menikah, pernikahan kami
terjadi dengan begitu tiba-tiba kami hanya tidak ingin pernikahan kami diketahui publik, apalagi aku baru pertama hari ini bekerja disini." kata Laras
" oh.... begitu yah, kirain kalian lagi ada masalah." kata Grace
" sudah ayo mari kita masuk, karyawan yang lainnya sudah menunggu disana." kata Alvaro
mereka ber empat pun masuk kedalam gedung itu dan untuk memperkenalkan Laras sebagai wakil direktur di MCF kepada para karyawan itu.
Setelah perkenalan selesai Laras langsung pergi menuju ruangannya sementara Alvaro dan Grace langsung menuju PT. Karsha Perdana.
Masih baru saja Laras tiba didalam ruangan nya kini Andrewis langsung masuk kedalam ruangan nya Laras tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
__ADS_1
Laras masih berdiri melihat tingkah Andrewis.
" ruangan yang bagus" kata Andrewis berjalan mengelilingi ruangan itu.
" kursinya juga sangat nyaman " kini Andrewis sudah beralih ke kursi kerjanya Laras Andrewis duduk dan memutar kursi tersebut bagaikan anak-anak.
" Andrewis kamu apa-apaan sih? jangan bertingkah layaknya anak kecil bisa tidak?" kata Laras kesal
" aku hanya ingin menikmati apa yang didapatkan istriku hari ini apa tidak boleh." kata Andrewis
" Andrewis kamu jangan bermain-main disini, aku harus bekerja sekarang." kata Laras mengusir Andrewis dengan secara tidak langsung.
" ayolah sayang kita nikmati kebahagiaan ini bersama, sini aku ingin memelukmu" kata Andrewis menggoda Laras
" Andrewis kamu pergilah dulu kerumah sakit, segera periksa otak mu, aku rasa ada yang tidak beres dengan otakmu itu." kata Laras kesal sementara Andrewis merasa lucu melihat wajah Laras jika merasa kesal.
" sayang aku ini pemilik sah perusahaan ini, kamu tidak perlu repot-repot Bekerja jika masih ada aku, aku akan menafkahi semua kebutuhan mu, bahkan jika kamu mau aku bisa menafkahi batin mu juga." kata Andrewis
" iya aku tergila-gila kepada mu" kata Andrewis terus menggoda Laras.
" terserah...." kata Laras pergi meninggalkan Andrewis di ruangan itu.
" istriku kamu mau kemana??" kata Andrewis sambil tersenyum melihat Laras pergi meninggalkan nya.
" kita lihat saja siapa yang lebih dulu jatuh cinta diantara kita."
" kamu bilang kamu akan mencampakkan aku terlebih dahulu? kamu pikir segampang itu?" kata Andrewis
Sementara Laras pergi meninggalkan kantornya.
__ADS_1
" apa-apaan dia???"
" bukannya dia ingin pernikahan ini cepat-cepat berakhir? lalu kenapa dia bertingkah seakan dia akan menjadi suami sungguhan bagiku."
" dia pikir aku tergoda dengan rayuan gombal nya itu."
" memangnya aku anak onces apa? yang bisa jatuh cinta dengan kata buaya nya itu."
" sebenarnya apa yang dia inginkan?" kata Laras berbicara sendiri dan sambil pokus menyetir Karena dia pergi ke perusahaan nya Al untuk mengambil beberapa barang-barang nya yang tertinggal.
Kini Laras sudah tiba di perusahaan nya Al, saat Laras masuk keruangan nya dia dulu, dia tidak sengaja melihat Martin bersama dengan Enjel.
Mereka berdua sangat dekat, sepertinya Enjel bertanya sesuatu mengenai pekerjaan mungkin dia masih belum mengerti karena Enjel memegang sebuah file berwarna biru.
Dan disana Martin mencoba menjelaskan sesuatu kepada Enjel. Karena Laras sudah pindah kantor terpaksa untuk sementara Martin akan mengambil alih tugas Laras dan sambil mengajari Enjel karena Enjel masih baru di posisi itu.
" hm... baru saja aku sebentar pergi, kakak sudah berani menggoda junior ku" kata Laras
" aku tidak menggodanya, aku hanya membantu nya" kata Martin
" membantu apa membantu." kata Laras menggoda Martin
" kamu ngapain lagi sih kesini!" kata Martin kesal
" aku hanya mengambil beberapa barang-barang ku saja." kata Laras
Laras membawa sebuah kotak dan sebelum dia pergi dia membisikkan sesuatu kepada Martin.
" kak.... dia cocok juga kok untuk kakak, bodynya sangat menggoda. hati-hati kakak ntar kepincut." kata Laras
__ADS_1
" sudah cepat kamu pergi dari sini." kata Martin mendorong tubuh nya Laras menjauh dari ruangan itu.
Laras pun langsung pergi menuju kantornya, setibanya dia disana dia sudah tidak melihat Andrewis lagi, sepertinya Andrewis sudah pergi dan Laras pun memulai pekerjaannya.