
Lima menit berlalu, dan seorang dokter keluar dari dalam ruangan ICU.
" Danil bagaimana keadaan istri saya" kata Alvaro kepada seorang dokter yang bernama Daniel
" keadaan istri kamu sangat buruk, Erland kita harus melakukan operasi sekarang karena jika kita tidak melakukan itu maka keadaan anak dan jiga istri kamu akan semakin memburuk" kata Daniel
" keduanya bisa selamat kan" kata Alvaro
" aku tidak tahu pasti, aku akan berusaha. sebaiknya cepat kamu tandatangani berkas ini." kata Daniel
Tanpa berpikir panjang Alvaro langsung menandatangani berkas yang diberikan oleh Dokter itu, Setelah itu Dokter tersebut masuk kembali keruang ICU sementara Alvaro menunggu di luar.
Kurang lebih satu jam Alvaro menunggu namun hingga saat ini dokter atau perawat belum ada yang keluar dari dalam ICU.
tidak lama kemudian kini seorang perawat keluar dari dalam ICU dengan keadaan panik.
" Suster ada apa?" kata Alvaro
"nyonya Grace mengalami pendarahan pak." kata Suster itu lalu pergi untuk mengambil beberapa kantong darah.
Mendengar itu Alvaro menangis, dia sangat takut, dia tidak berhenti berdoa didalam hatinya untuk keselamatan anak dan juga istrinya.
tidak lama kemudian kini Laras baru saja tiba di rumah sakit.
" kak Al.... bagaimana keadaan kakak ipar" kata Laras
" Laras tolong tinggalkan aku sendiri." kata Alvaro
__ADS_1
" kak Al... maafkan aku" kata Laras menangis
" Laras......." kata Alvaro dengan suara yang keras.
Laras melihat Alvaro begitu marah padanya, Laras melangkah mundur dan menutup matanya sambil menangis setelah itu dia pergi berlari entah kemana.
Sudah dua jam berlalu Dokter dan yang lainnya pun belum juga keluar dari dalam ruangan itu, sementara Danvers baru saja menelepon bahwa mereka berhasil menghancurkan gudang Bondan, dan beberapa anak buah Bondan berhasil mereka culik dan anak buah Alvaro pun lumayan banyak yang terluka namun tidak ada yang meninggal.
" segera obati orang-orang yang terluka, tawanan masukkan mereka semua kedalam penjara, jangan lakukan apa-apa tunggu saya datang." kata Alvaro
" baik tuan." kata Danvers
Kini Daniel sudah keluar dari ruangan operasi.
" Danil bagaimana keadaan istriku." kata Alvaro
" maaf Al, keadaan istri mu sangat buruk dia mengalami pendarahan sangat parah. sekarang dia kritis."
" ya Tuhan...." kata Alvaro menangis dan prustasi.
" kamu bersabar yah." kata Danil menepuk pundak Alvaro.
Namun Alvaro hanya terdiam, kemudian dia menghubungi Danvers.
" halo tuan" kata Danvers
" Dimana Martin" kata Alvaro
__ADS_1
" Martin belum tiba tuan" kata Dsnvers
" kamu datang kesini dan bawa orang-orang bersama mu sebanyak lima puluh orang." kata Alvaro
" baik Tuan" kata Danvers
Lima belas menit berlalu kini Danvers dengan yang lainnya sudah tiba di rumah sakit.
" Danvers kalian jaga tempat ini, apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan nya. jika terjadi sesuatu segera kabari saya" kata Alvaro
" baik tuan." kata Danvers
setelah itu Alvaro langsung pergi ke markas mereka, saat dia keluar dari mobil dia melihat Martin juga baru saja tiba disana.
Martin melihat wajah Alvaro berbeda dari biasanya akhirnya Martin diam dan tidak berbicara sedikit pun karena dia tahu bahwa sesuatu terjadi pada Alvaro.
Martin mengikuti Alvaro berjalan di belakang Alvaro. ternyata Alvaro pergi ke penjara khusus tawanan mereka.
" beraninya kalian semua mengganggu istriku, kali ini saya tidak akan memaafkan kalian semua."
" jika kalian menginginkan kebebasan dari saya, maka saya akan membebaskan orang yang paling terkuat dari kalian, dan hanya satu orang yang bisa hidup, jadi jawabannya ada pada kalian sendiri." kata Alvaro
setelah mengatakan itu, para tahanan itu langsung saling memukul satu sama lain.
seketika Martin melihat kearah Alvaro dengan terkejut, Karena Setelah Alvaro berhasil membunuh pembunuh orang tuanya dia tidak pernah lagi untuk melakukan kekerasan.
" tuan...." kata Martin berusaha untuk mencegah
__ADS_1
" Martin jika kamu berbicara sekali lagi maka aku anggap kamu berpihak kepada mereka." kata Alvaro.
mendengar itu kini Martin terdiam, mau tidak mau dia hanya menonton pertandingan pertumpahan darah itu.