SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE KE-43


__ADS_3

Alvaro membawa Grace ke ruangannya, didalam ruangan Alvaro terdapat sebuah kamar pribadinya.


Alvaro membaringkan tubuh Grace diatas tempat tidur nya dan menutupi tubuh Grace menggunakan selimut.


" sudah.... sudah.... jangan menangis lagi kamu sudah aman sekarang." kata Alvaro memeluk Grace dan sambil menenangkan Grace.


" bagaimana jika kamu tidak datang, apa yang akan terjadi pada ku" kata Grace menangis


" sudah...kamu tenang yah... tidak ada hal buruk yang terjadi oke..." kata Alvaro


Grace semakin menangis dan memperkuat pelukannya Kepada Alvaro.


" maafkan aku yang datang terlambat, seandainya aku lebih cepat datang mungkin ini tidak akan terjadi" kata Alvaro merasa bersalah


Grace meluapkan tangis nya, airmata nya kini sudah membasahi baju Alvaro.


setelah Grace sudah merasa tenang akhirnya dia tertidur dan mungkin dia merasa lelah.


Alvaro memandangi tubuh Grace yang kini sudah tertidur, dia tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Grace jika dia tidak datang, mengingat kejadian dimana Grace hanya memakai dalaman saja membuat emosi Alvaro yang kian mereda kembali lagi emosi dan dia langsung mengambil HP nya.


" Martin kamu sudah dimana?" kata Alvaro karena dia tadi sudah menelepon Martin terlebih dahulu untuk menyuruh nya kembali ke kantor nya dan dia tidak lupa menyuruh Martin membelikan pakaian untuk Grace.


" saya sudah mau sampai tuan" kata Martin


" oke nanti jika kamu sudah sampai.. kamu kasih pakaian itu pada Laras" kata Alvaro


" baik tuan" kata Martin Setelah itu Alvaro mematikan telepon nya.


" Laras....." panggil Alvaro dari dalam ruangan nya. Laras yang merasa dirinya dipanggil dia pun masuk kedalam ruangan Alvaro.


" iya kak ada apa?" kata Laras


" kemana ketiga Wanita itu?" kata Alvaro


" saya menyuruh mereka untuk pergi meninggalkan kantor kak, dan mungkin mereka sudah pergi." kata Laras


BUKKK...( Alvaro memukul meja kerjanya).


" kenapa kamu begitu bodoh, siapa yang sudah menyuruhmu untuk melepaskan mereka." kata Alvaro marah kepada Laras.


" iya terus mereka ngapain lagi, soal hukuman yang akan mau kakak berikan iya kakak tinggal serahkan saja mereka ke petugas yang berwajib." kata Laras


" apa kamu pikir aku akan menyerahkan mereka begitu saja??" kata Alvaro


" terus apa yang akan kakak lakukan pada mereka, aku tidak ingin kakak kembali seperti dulu. aku hanya ingin kakak yang sekarang." kata Laras.


Dulu Alvaro orang yang begitu kejam dan pendendam karena mengingat dimana ayahnya meninggal terbunuh membuat dia dendam kepada pembunuh ayahnya.

__ADS_1


Dia bersumpah kepada dirinya sendiri bahwa orang yang membunuh ayahnya akan mati ditangan nya dan setelah dia tumbuh dewasa dia membalas kan dendam tersebut kepada orang yang sudah membunuh ayahnya.


Namun Alvaro bukan hanya membunuh pria tersebut dia juga menghabisi seluruh keluarga nya dan Laras menyaksikan hal kejadian tersebut.


Laras mencoba menghentikan Alvaro, namun Alvaro mengatakan bahwa jika dia tidak membunuh mereka semua maka suatu saat anak-anak nya akan kembali membalas dendam untuk membunuh Alvaro ataupun keluarga Alvaro, jika tidak seperti itu maka pembunuhan akan terus berlanjut sampai generasi ke generasi itu sebabnya Alvaro menghabisi keluarga yang membunuh ayahnya.


" suruh semua karyawan berkumpul ke ruang aula sekarang juga." kata Alvaro langsung pergi meninggalkan ruangan nya.


" baik kak." kata Laras


Tidak berapa lama kini seluruh karyawan PT. Karsha Perdana berkumpul di ruang aula seperti yang sudah di perintahkan Alvaro.


Alvaro, Martin dan Laras berjalan memasuki ruangan Aula.


" baiklah singkat saja, saya rasa kalian semua tahu apa yang sudah terjadi pagi ini."


" yang pertama, diantara kalian siapa yang sudah menyaksikan kejadian tadi pagi silahkan maju ke depan dan berdiri dihadapan kiri saya, "


" jangan coba-coba untuk membohongi saya, jika saya mengetahui salah satu diantara kalian mencoba untuk membohongi saya maka saya tidak akan pernah mengampuni kalian." kata Alvaro


orang-orang tersebut maju ke depan seperti yang di perintahkan Alvaro. karyawan yang maju ke depan lebih banyak daripada yang tinggal di tempat duduk mereka.


Alvaro meminta sebuah USB kepada Martin, Alvaro memberikan USB tersebut kepada Laras dan Laras memutar sebuah video dan ternyata itu rekaman CCTV yang terdapat di sekitar areal ruangan cleaning servis.


" yang kedua, perlu kalian ketahui bahwa wanita yang sudah kalian permalukan ini adalah istri saya sendiri. "


" sedangkan pria yang sudah kalian tuduh tidur dengan istri saya adalah pria yang berdiri disebelah saya dan dia adalah adik saya sendiri."


" sejak pernikahan mereka terjadi istri saya menemui suami wanita tersebut hanya sekali saja itupun terjadi karena istri saya ingin mengakhiri hubungan mereka yang belum terselesaikan sebelum pernikahan terjadi."


" lalu kesalahan apa yang sudah di perbuat oleh istri saya sehingga kalian menghukum nya dengan cara yang begitu memalukan??"


" untuk Albert dan Enjel, saya sangat berterima kasih banyak kepada kalian berdua karena kalian sudah berusaha semampu kalian untuk melindungi istri saya, saya tidak tahu harus membalas kebaikan kalian dengan cara apa tapi yang jelas saya akan mewujudkan permintaan istri saya."


" mulai hari ini saya akan mengangkat Albert sebagai kepala HRD di perusahaan ini" kata Alvaro dan semua karyawan yang ada disana terkejut.


" untuk Enjel, anda saya angkat menjadi sekretaris kedua direktur di perusahaan ini" kata Alvaro, Enjel sangat terkejut mendapatkan posisi tersebut.


" kalian berdua silahkan kembali ketempat duduk kalian"


" Laras untuk SK pengangkatan mereka tolong urus secepatnya."


" Martin, untuk ke empat wanita ini, tolong kamu urus."


" dan untuk orang-orang yang berdiri di sebelah kiri saya mulai hari ini kalian tidak di perlukan lagi di perusahaan ini." kata Alvaro


mendengar perkataan Alvaro Laras dan yang lainnya sangat terkejut.

__ADS_1


" untuk pasangon dan surat pemecatan kalian nanti Laras yang mengurus."


" saya kira untuk hari ini itu saja yang penting Terima kasih." kata Alvaro langsung meninggalkan ruangan Aula.


Setelah kepergian Alvaro Laras dan Martin mengikuti Alvaro keruangan nya.


" kakak apa-apaan ini???" kata Laras


" ada apa Laras? apa ada yang salah?" kata Alvaro


" kakak serius memecat semua orang-orang itu." kata Laras


" apa kamu pikir aku sedang bermain-main?" kata Alvaro


" tapi kenapa kakak memecat mereka? mereka tidak ikut membuli kakak ipar." kata Laras


" begitu banyak orang disana dan mereka tidak perduli sedikit pun melihat apa yang sudah terjadi didepan mata mereka, mere menjadikan hal memalukan itu sebagai hiburan di mata mereka."


" Dan diantara mereka banyak orang yang sudah memakai Grace, aku tidak ingin mempekerjakan mereka lagi." kata Alvaro


" terus bagaimana dengan pekerjaan?" kata Laras


" banyak orang diluar sana yang ingin mendapatkan pekerjaan. kamu tinggal membuka lamaran pekerjaan melalui internet atau koran atau apalah itu , mereka semua akan datang sendiri nya nanti gampang kan??" kata Alvaro


" apa kakak pikir untuk mencari pekerja segampang itu?" kata Laras


" lalu apa susah nya sih" kata Alvaro


" mereka itu banyak kak, dan Bagaimana cara kita untuk mengajari karyawan baru?" kata Laras


" apa yang kamu takutkan, untuk mengajari mereka kamu tinggal panggil beberapa orang dari perusahaan yang lain yang bekerja di unit yang sama gampang kan??" kata Alvaro


" kakak pikir segampang itu, aku tidak mau mengurus ini kakak sendiri yang mengurus nya " kata Laras


" ini tugas kami" kata Alvaro


" iya ini tugas ku, tapi apa kakak ada konfirmasi dulu padaku untuk mengambil keputusan ini? ini keputusan kakak sendiri maka selesaikan sendiri aku tidak mau membantu kakak" kata Laras pergi dari ruangan Alvaro.


" Martin kamu urus keempat wanita itu, pastikan mereka mendapatkan pelajaran yang setimpal" kata Alvaro


.


" baik tuan," kata Martin


" dan untuk beberapa hari ini kamu harus sibuk untuk urusan kantor dan sepertinya Laras sedang marah maka sementara ini pekerjaan Laras kamu yang tangani" kata Alvaro


" baik tuan" kata Martin

__ADS_1


" saya kira hanya itu saja untuk hari ini, silahkan lanjutkan pekerjaanmu" kata Alvaro


" baik tuan, saya permisi dulu" kata Martin pergi meninggalkan ruangan Alvaro.


__ADS_2