SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE KE-55


__ADS_3

keesokan harinya, Hari ini adalah hari berduka bagi keluarga nya Alvaro dan Ayahnya Martin pun terpaksa harus kembali ke negara A.


Berita kematian Anggun kini sudah menyebar di dunia bisnis, para pengusaha kini datang kerumahnya Anggun untuk ber belasungkawa dan memberikan karangan bunga sebagai tanda turut berdukacita mereka.


Martin harus mengarahkan seluruh anggota nya untuk berjaga di area rumahnya Anggun Karena mereka takut jika musuh Alvaro memanfaatkan keadaan ini untuk menyerangnya.


berbeda dengan jones, Jones yang mendengar berita kematian Anggun, dia pun sangat bahagia.


kini sudah menjelang sore dan jenazah nya Anggun akan segera di kebumikan.


Seluruh anggota keluarga Alvaro dan beberapa para pengusaha yang lainnya ikut mengantarkan jenazahnya Anggun.


proses pemakaman Anggun pun berjalan dengan lancar, Setelah proses pemakaman Anggun selesai kini mereka semua kembali ke tempat mereka masing-masing.


Alvaro, Grace, Martin dan juga Laras, mereka masih memilih tinggal dirumah Andrewis.


"mbak Riska..." panggil Andrewis


" iya tuan" kata seorang wanita muda yang bekerja di rumah Andrewis.


" antarkan kak Al ke kamarnya dan kak Martin ke kamar tamu." kata Andrewis


" baik tuan, terus nyonya yang satunya di kamar yang mana tuan??" tanya Riska


" dia adalah istriku, dia akan tinggal di kamar ku." kata Andrewis


" i....i... istri??" tanya Riska


" iya mbak, kemarin kami menikah di rumah sakit sebelum mami meninggal." kata Andrewis


" selamat sore nyonya muda." kata Riska menundukkan kepalanya.


" Laras ayo kita pergi." kata Andrewis membawa Laras kedalam kamarnya.


Sementara Grace dan Alvaro pergi menuju kamar mereka.


Didalam Kamar Alvaro masih bersedih, dia duduk disofa dan memeluk kedua kakinya.


Alvaro mengingat saat-saat kebersamaan nya dengan Anggun pada saat dia masih kecil.


saat itu juga Alvaro menangis, dia tidak menyangka ternyata setelah Anggun meninggal dia merasa sangat terpukul dan merasa sangat kehilangan.


" Al... sudahlah, tenangkan dirimu. biarkan mamah pergi dengan tenang." kata Grace


" seandainya dari awal aku tidak keras kepala, mungkin mamah tidak akan pergi secepat ini" kata Alvaro


" ini sudah takdir, seandainya pun operasinya mamah berhasil jika Tuhan sudah berkehendak dia akan tetap pergi juga, jadi berhenti lah menyalahkan dirimu.," kata Grace menenangkan Alvaro.


Alvaro hanya terdiam, Grace yang melihat Alvaro seperti itu akhirnya Grace memilih untuk mandi dan lagi pula dia habis dari kuburan, konon katanya tidak baik bagi wanita hamil jika pergi ke kuburan dan ketempat orang meninggal, tapi mau tidak mau Grace tidak bisa menghindari nya.


Saat Grace sudah tiba di pintu kamar mandi tiba-tiba kepalanya pusing.


" aduh...." kata Grace tangan kirinya memijat keningnya sementara yang satunya lagi dia gunakan memegang pintu agar tidak terjatuh.


Alvaro yang menyadari Grace sedang ada masalah langsung berlari menghampiri Grace, bersyukur Alvaro tepat waktu jika tidak Grace sudah terjatuh.

__ADS_1


" Grace ada apa Grace??" kata Alvaro sambil menopang tubuh Grace


" ngk tau kenapa tiba-tiba kepala ku sakit banget." kata Grace


" ayo kamu istirahat saja dulu oke" kata Alvaro memapah tubuh Grace ke tempat tidur.


setelah itu Alvaro menghubungi dokter, sementara di kamar Andrewis.


" Laras aku rasa kita tidak perlu melanjutkan pernikahan ini lagi." kata Andrewis


" Andrewis berhenti membahas masalah itu dulu, tante Anggun baru saja kita antar ke pemakamannya tidak pantas kita harus membicarakan masalah ini sekarang." kata Laras


" aku rasa ini Waktu yang tepat, untuk apa kita harus menunggu hari esok, bukannya toh ujung-ujungnya kedepannya kita akan tetap berpisah juga?" kata Andrewis


" Andrewis apa kamu sangat menginginkan perpisahan itu, kita sudah sepakat menjalani pernikahan kita selama dua tahun ini, maka biarkan tetap seperti itu." kata Laras


" untuk apa kita membuang-buang waktu dengan begitu lama hanya untuk memutuskan ikatan pernikahan ini " kata Andrewis


" Andrewis kesepakatan kita ini berlaku dua tahun kedepannya dan selama dua tahun ini kita punya waktu belajar mencintai satu sama yang lainnya. jika kita berhasil maka kita bisa melanjutkan pernikahan itu, jika tidak maka apa boleh buat setidaknya kita sudah berusaha." kata Laras


" Laras pernikahan ini bukan permainan, pernikahan terjadi dilandasi atas dasar cinta sementara kita melakukan pernikahan atas dasar kebohongan. demi membuat mami bahagia kita harus mengorbankan perasaan kita berdua dan sekarang mami sudah pergi maka kita tidak perlu melakukan itu lagi." kata Andrewis


" baiklah jika kamu menginginkan perpisahan ini, tapi setidaknya tunggu sampai seratus hari kedepannya kepergian tante Anggun. aku rasa itu sudah jauh lebih baik dari pada sekarang ini.'" kata Laras


" baiklah... jika itu permintaan mu"


" untuk sementara ini kamu tidur di atas saja." kata Andrewis


" lalu kamu?" kata Laras


" aku bisa tidur di bawah menggunakan ambal." kata Andrewis


" hmmmm." kata Andrewis menganggukkan kepalanya.


Kini dokter yang dipanggil Alvaro sudah datang dia sedang memeriksakan keadaan Grace.


" apa yang terjadi pada istri saya dok." kata Alvaro


" istri bapak tidak kenapa-kenapa hanya saja istri bapak hanya kelelahan dan kurang istirahat. sebaiknya istri bapak jangan terlalu banyak berpikir dulu dan ini akan berpengaruh buruk pada kandungan nya." kata Dokter tersebut


" baik dok, " kata Alvaro


" kalau begitu saya permisi dulu." kata Dokter itu


"'terimakasih banyak dok." kata Alvaro


Setelah Dokter itu pergi, Alvaro kembali lagi menghampiri Grace.


" sayang maafkan aku, karena masalah belakangan ini aku jadi tidak memperhatikan mu. aku janji ini tidak akan pernah terulang lagi." kata Alvaro mencium tangan Grace.


" aku mengerti kok dengan keadaan kamu belakangan ini. masalah datang bertubi-tubi pada kita." kata Grace


" huh......" Alvaro menarik napas panjangnya


" sudah,,,, sekarang kamu istirahat dulu yah sayang kasihan anak kita dia sudah kecapean." kata Alvaro mengelus perut Grace yang sudah mulai terbentuk.

__ADS_1


" hm...." kata Grace menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Alvaro menyelimuti tubuh Grace dan dia tidak lupa mencium keningnya Grace.


" aku mencintaimu sayang" kata Alvaro Setelah mencium kening Grace.


Namun Grace tidak menjawab perkataan Alvaro lagi.


Sementara di kamar Andrewis.


Laras baru saja siap mandi dia melihat Andrewis sibuk dengan laptopnya.


" sedang apa kamu? sepertinya kamu sangat sibuk." kata Laras


" aku sedang mengejar pelajaran yang sudah jauh terlambat." kata Andrewis


" apa kamu termasuk salah satu murid yang bodoh yah?" kata Laras dan sambil duduk di atas tempat tidur.


" kenapa kamu berkata seperti itu??" kata Andrewis menghentikan gerakan kedua tangannya dan melihat kearah Laras


" aku hanya menebak saja, umur kamu sudah 30 tahun sekarang dan itu sudah termasuk kategori umur yang tua didunia pendidikan."


" Kalau aku jadi kamu aku mendingan Bekerja daripada waktuku habis disibukkan oleh buku-buku itu." kata Laras dia tidak tahu bahwa Andrewis sedang mengambil gelar master.


" Aku akan menyelesaikan pendidikan ku satu tahun lagi." kata Andrewis kembali melanjutkan pekerjaannya.


"memangnya kamu mengambil jurusan apa?? siapa tahu saja aku bisa membantu mu" kata Laras


" selagi aku masih bisa aku tidak akan pernah meminta bantuan orang lain." kata Andrewis


" ternyata dibalik kepolosan mu itu ada kesombongan mu rupanya, dan enak saja mengatai ku orang lain bagaimana pun juga aku ini masih istri mu sekarang." kata Laras


" kamu tercatat sebagai istri ku hanya di atas kertas saja jadi tidak usah terlalu berlebihan." kata Andrewis


" iyah...iyah.... terserah kamu saja, aku tidur lebih dulu nanti jika kamu sudah siap tolong matikan lampu nya, aku tidak terbiasa tidur dengan lampu menyala." kata Laras


" aku tidak bisa tidur dengan ruangan yang gelap." kata Andrewis


" ternyata dari hal kecil saja kita sudah tidak memiliki kecocokan, kalau begitu aku tidak jadi tidur disini." kata Laras


" terus kamu mau kemana??" kata Andrewis


" tidur sama kak Martin" kata Laras ingin pergi meninggalkan kamar Andrewis.


Andrewis langsung bangkit berdiri dan menahan Laras.


"Laras tunggu dulu." kata Andrewis tanpa sadar memegang tangan Laras


" ada apa??" kata Laras untuk saat ini dia pun tidak menyadari bahwa Andrewis memegang tangan nya.


" sekarang kamu masih istriku, bagaimana mungkin aku bisa membiarkan mu tidur bersama dengan saudara laki-laki mu." kata Andrewis


" aku hanya istri mu di atas kertas saja dan tidak usah berlebihan." kata Laras membalikkan omongan Andrewis kepadanya kemudian Laras menyadari bahwa Andrewis sedang memegang tangan nya, dengan cepat-cepat Laras langsung menarik tangannya dari Andrewis.


" ma...ma.maaf..." kata Andrewis melepaskan tangan nya.

__ADS_1


" baiklah kamu tidur disini saja, aku akan mematikan lampu nya Setelah aku selesai." kata Andrewis menurut.


" baiklah" kata Laras kembali naik keatas tempat tidur itu.


__ADS_2