SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE Ke-62


__ADS_3

setelah beberapa menit kemudian kini mereka bertiga sudah tiba di rumah sakit, Grace pun dilarikan keruangan UGD.


Sementara Alvaro dan Martin harus menunggu diluar ruangan.


" Martin selidiki siapa dalang di balik penyerangan ini."


" tugas ini aku serahkan padamu" kata Alvaro


" baik tuan" kata Martin


" dan iya, sebelum kalian tiba disana ada seseorang yang sedang melindungi ku dan kamu cari tahu siapa orang itu."


" amankan rekaman CCTV yang terdapat di tempat itu, musuh-musuh yang masih hidup bawa ke markas dan yang meninggal biarkan mereka yang mengurus nya sendiri." kata Alvaro


"baik tuan" kata Martin


Kini Grace sudah sadar dari pingsannya.


" Al..." Kata Grace sepertinya dia masih merasa syok.


" iya sayang aku disini" kata Alvaro langsung memeluk Grace dan mencium kepala Grace.


" kamu tidak apa-apa kan? mereka tidak melukai mu kan?" kata Grace mengkhawatirkan keadaan Alvaro.


" kamu tenang yah sayang, tidak terjadi apa-apa padaku, aku baik-baik saja" kata Alvaro


" syukurlah" kata Grace menangis karena Grace yakin bahwa pelaku penyerangan ini adalah Roy dan target Roy adalah ingin membunuh Alvaro.


Setelah keadaan Grace membaik, kini mereka kembali ke rumah.


saat ini Alvaro tidak pernah meninggalkan Grace sedetik pun, sejak kejadian tadi siang dia sangat mengkhawatirkan Grace.


Namun dia masih memikirkan orang yang sedang diam-diam melindungi nya.


" Al aku rasa ini perbuatan dari Roy." kata Grace


" kenapa kamu berkata seperti itu?" kata Alvaro


" karena tadi aku melihatnya ada disana dan beberapa orang bersamanya dan setelah itu terjadi penembakan itu." kata Grace


" sayang,,, tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu hanya karena seorang wanita. jika memang dia ingin membunuh ku dia tidak mungkin melakukan penyerangan ditempat yang terbuka seperti itu dan dia akan melakukan Secara jantan." kata Alvaro


" jika bukan dia lalu siapa? aku jelas-jelas melihat nya ada disana." kata Grace


" mungkin itu hanya kebetulan sayang" kata Alvaro

__ADS_1


" aku sangat yakin ini adalah perbuatan nya, sebaiknya kamu hati-hati dengan nya." kata Grace


" aku rasa kejadian hari ini tidak ada kaitannya dengan dia. aku lebih menduga bahwa serangan ini perbuatan dari salah satu saingan bisnis ku." kata Alvaro


" tidak.... Al percaya lah padaku." kata Grace


" Grace ini terjadi padaku bukan hanya sekali ini saja, bahkan aku pernah beberapa kali mengalami ini sebelum aku menikah dengan mu."


" bahkan papah meninggal dengan cara seperti ini juga, dan ini alasan ku menyembunyikan pernikahan kita selama ini karena aku yakin Setelah mereka tahu bahwa kamu adalah kelemahan ku maka mereka akan menjadikan kamu juga sebagai ancaman bagiku."


" dan mulai sekarang dan seterusnya kamu harus dikawal beberapa bodyguard dan ini demi keamanan kamu dan anak kita" kata Alvaro


" baiklah" kata Grace


" sekarang kamu istirahat yah sayang." kata Alvaro


Grace pun menurut, Alvaro membantu Grace untuk membaringkan tubuhnya setelah itu Alvaro juga berbaring di samping Grace.


Alvaro memeluk Grace dan sesekali Alvaro menciumi kening dan wajah Grace.


Kini Grace sudah tertidur di pelukan Alvaro dan pada saat itu juga Martin menghubungi Alvaro.


Alvaro pun pergi ke balkon kamarnya agar dia tidak membangunkan Grace.


" Hallo" kata Alvaro


" oh ternyata dia melakukan penyerangan secara tiba-tiba" kata Alvaro


" dan ada yang lebih mengejutkan tuan" kata Martin


" apa itu?" kata Alvaro


" Ternyata yang membantu tuan tadi siang adalah Roy mantan kekasihnya nyonya Grace." kata Martin


" Martin aku kenal dengan dia, tidak usah kamu memperjelas padaku bahwa dia adalah mantan kekasihnya istriku." kata Alvaro


" maafkan saya tuan." kata Martin tersenyum


" lanjut kan" kata Alvaro


"'sepertinya pria itu mengetahui bahwa Bondan berencana ingin membunuh anda Tuan karena dia membawa beberapa orang juga bersamanya." kata Martin


" apa tujuannya membantu saya." kata Alvaro


" saya tidak tahu tuan, karena di rekaman CCTV tadi dia tidak menjelaskan tujuannya untuk membantu tuan." kata Martin

__ADS_1


" Martin....." kata Alvaro namun dibalik itu Alvaro tersenyum.


" maafkan saya tuan" kata Martin dan tersenyum juga.


" apa ada orang kita yang terluka?" kata Alvaro


" tidak ada tuan, tetapi musuh hanya lima orang yang kita dapat, kita apakan mereka tuan." kata Martin


" lakukan cara seperti biasa" kata Alvaro


" baik tuan" kata Martin


Sementara di tempat yang berbeda.


Pardy menghubungi Jones, jones melihat sang penelepon akhirnya dia menjauh dari Roy.


" hallo" kata Jones


" hallo bos,"


" bos ternyata anak buah Bondan gagal menghabisi Erlando " kata Pardy Sementara Roy pura-pura tidak mendengar percakapan mereka, dan dia berpura-pura sibuk bekerja.


" saya tahu"


" sepertinya kita harus bekerja sama dengan perusahaan Group 'R' untuk menghabisi Erlando." kata Jones


" apa bos tidak salah? bukannya Group'R' salah satu dari musuh kita juga bos." kata Pardy


" kita tidak punya pilihan lain, kita memiliki tujuan yang sama dengan Group'R' jadi aku rasa tidak ada salahnya untuk bekerja sama dengan mereka." kata Jones


" lalu bagaimana jika Bondan menolak kita bos." kata Pardy


" tidak ada salahnya kita mencobanya dulu. besok kita temui Bondan" kata Jones


" dengan secara langsung bos?" kata Pardy


" iya." kata Jones


" baiklah bos " kata Pardy


Jones tidak tahu bahwa selama ini Roy sudah menyadap HP milik jones, jadi selama HP itu bersama dengan jones maka setiap pembicaraan nya akan di ketahui oleh Roy.


Seperti tadi pagi, Pardy menghubungi Jones mengatakan bahwa anak buah Bondan sedang bergerak menuju mall kota A untuk menghabisi Erlando bersama dengan istrinya.


Roy langsung bergerak cepat dibantu oleh Erwin asisten pribadinya Jones.

__ADS_1


Erwin bekerja sama dengan Roy untuk menghancurkan jones karena Erwin memiliki dendam kepada jones atas sikap dan perlakuan jones terhadapnya selama ini.


__ADS_2