
setelah Laras selesai makan dia pergi menuju kamar nya, namun sebelum itu terjadi langkahnya berhenti karena Andrewis memanggilnya dan ternyata sejak tadi Andrewis duduk di ruang tamu.
" Laras kamu mau kemana?" kata Andrewis
" aku mau kekamar istriahat ada apa?" kata Laras
" temani aku minum" kata Andrewis
" aku tidak ingin minum malam ini, aku baru saja makan" kata Laras duduk di seberang Andrewis dia berpikir sepertinya ada hal serius yang ingin Andrewis bicarakan.
" ternyata kamu tidak ingin menemani ku minum" kata Andrewis tampak kecewa.
" begini saja, mari kita lakukan permainan" kata Laras
" permainan??? macam anak kecil saja." aku tidak tertarik dengan permainan." kata Andrewis
" jika aku kalah maka sebagai hukumannya aku akan minum dan jika kamu yang kalah maka kamu yang akan dihukum" kata Laras
" aku tidak tertarik" kata Andrewis
" yah sudah jika begitu." kata Laras pergi meninggalkan Andrewis.
Andrewis melihat Laras meninggalkan nya Akhirnya diapun ikut naik keatas membawa minuman tersebut, Andrewis pergi ke balkon dan kebetulan cuaca malam ini terang.
" ternyata besok aku akan kembali memulai kehidupan ku yang sendiri lagi."
" kebahagiaan ini aku dapatkan hanya sebentar saja."
" Aku iri pada bulan itu, di atas sana dia tidak sendiri dia selalu dikelilingi bintang-bintang yang bersinar."
" kemanapun dia berpindah dia akan selalu ada bintang bersamanya."
__ADS_1
" seandainya aku jadi bulan itu, aku pasti akan selalu bahagia." kata Andrewis berbicara sendiri memandangi langit tersebut dan tanpa dia sadari ternyata Laras mendengar nya.
setelah beberapa menit pun kemudian akhirnya Laras menemui Andrewis.
" sebenarnya aku ingin sekali minum malam ini bersama mu, tapi jika hanya minum begitu saja rasanya tidak asyik." kata Laras duduk di sebelah Andrewis
" terus kamu maunya aku lakuin apa agar kamu mau minum bersama ku." kata Andrewis
" bagaimana jika kita main tebak-tebakan saja" kata Laras
" aku tidak mengerti" kata Andrewis
" tidak sulit kok, aku akan mengajari kamu."
" caranya begini, kamu tunjukkan beberapa jarimu dan aku pun sebaliknya. maka kita akan acak jari ini berdasarkan huruf abjad misalnya begini."
" jariku ada lima, dan kamu memberikan jarimu dua, maka totalnya semua tuju. mari kita lihat huruf abjad ke tuju."
" Berarti mati di G. maka aku akan memberikan satu pertanyaan dimulai dari huruf G "
" contoh, sebutkan nama-nama hewan dari G dan waktunya hanya dua detik, kita akan menjawabnya secara bergantian dan jika waktunya lewat dari dua detik maka dinyatakan kalah, dan yang kalah harus menerima hukuman."
" bagaimana?" kata Laras
" baik.... siapa takut" kata Andrewis
Mereka berdua memulai permainan tersebut dan pertanyaan pertama diberikan oleh Laras.
" sebutkan nama-nama buah dari A" kata Laras
" Apel" kata Andrewis dengan cepat
__ADS_1
" Anggur" kata Laras
" Alpukat" Kata Andrewis
Dan akhirnya pertanyaan berhenti di Laras karena Laras tidak bisa menjawab lagi dan sebagai hukuman nya Laras akan minum alkohol sebanyak satu gelas.
Pertanyaan kedua pun di berikan oleh Andrewis kepada Laras dan lagi-lagi Laras kalah dan Laras pun harus minum lagi.
Begitulah seterusnya yang mereka berdua lakukan, dan keduanya pun merasa asyik hingga tidak terasa sudah jam tiga pagi.
Laras sudah sangat mabuk karena dia lebih banyak kalah dari Andrewis dan dia harus minum lebih banyak namun Andrewis masih sadar dan dia belum mabuk sama sekali.
Laras duduk di bangku nya dia menidurkan kepalanya di atas meja.
" mari bermain lagi, aku belum kalah" kata Laras tapi dia sudah sangat mabuk.
" kamu sudah mabuk, kita bisa lanjutkan permainan ini kapan saja. sekarang ayo aku antar kamu ke kamar mu." kata Andrewis
" kapan saja??? bukankah kamu besok akan pergi? aku belum mabuk aku masih sanggup minum" kata Laras
" lagi pula ini sudah sangat larut, kamu harus istirahat." kata Andrewis
" apa kamu takut padaku?? itu berarti kamu seorang pengecut.. iya...kamu hanya seorang pengecut..."
" tapi aku suka orang pengecut dari pada orang yang seperti buaya..."
" apa kamu orang yang buaya???" kata Laras dengan tidak sadar.
" baiklah... baiklah....aku pengecut atau buaya terserah kamu saja. ayo aku antar kamu." kata Andrewis menggendong Laras kedalam kamarnya.
Andrewis membaringkan tubuh Laras di atas tempat tidur, kemudian Andrewis menutupi tubuh Laras menggunakan selimut.
__ADS_1
Kemudian Andrewis mencium kening Laras dan ingin mematikan lampu nya, namun tiba-tiba Laras menarik tangan Andrewis.