
Andrewis pun terjatuh tepat di atas tubuh Laras dan wajahnya hampir saja bersentuhan dengan wajahnya Laras.
" apa kamu tahu? wajahmu sangat menawan, bahkan lebih indah dilihat dari bulan itu." Kata Laras menjelajahi wajah Andrewis dengan jari telunjuknya.
Sementara Andrewis berusaha untuk menahan tubuhnya.
" kamu tidak perlu iri pada bulan itu, kamu juga memiliki bintang yang tidak bisa kamu lihat, tetapi orang lain dapat melihatnya karena kamu selalu memancarkan sinar yang terang dan tulus dari kedua bola matamu."
" matamu sangat indah, bahkan lebih indah dari bintang itu," kata Laras
sementara Andrewis sudah menelan air liurnya entah yang ke berapa kali.
" kamu adalah lelaki terindah yang pernah aku temui"
" apa kamu terpancing oleh rayuan ku?"
" hahahaha.... aku hanya bercanda" kata Laras tertawa lagi.
" Laras aku harus pergi, ini sudah malam dan kamu juga sedang mabuk." kata Andrewis
" sudah ku bilang aku tidak mabuk, " kata Laras menarik leher Andrewis kearahnya dan kini wajah mereka sudah sangat dekat.
__ADS_1
" Laras kamu jangan menggodaku seperti ini, bagaimana pun juga aku pria dewasa." kata Andrewis yang sudah tidak bisa menahan dirinya
" bukan kah kamu bilang tadi ingin menghabiskan malam ini bersama ku? lalu kenapa kamu diam saja?" kata Laras
Tanpa berpikir panjang lagi Andrewis langsung mencium bibir Laras dan Laras pun sebaliknya.
mereka berdua saling membalas ciuman satu sama yang lainnya, mereka berdua larut dalam kegiatan tersebut, entah sudah berapa menit kegiatan itu berlangsung hingga akhirnya Laras langsung tertidur.
Andrewis yang merasa tidak ada perlawanan lagi dari Laras akhirnya dia menghentikan ciumannya, dia melihat ternyata Laras sudah tertidur.
" bersyukur kamu langsung tertidur, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya pada kita malam ini " kata Andrewis
Kemudian Andrewis memperbaiki selimut Laras Setelah itu dia kembali mencium kening Laras lalu mematikan lampu nya, dan Andrewis pun pergi kedalam kamarnya.
Yang Laras ingat hanya terakhir kali dia berada di balkon teras mereka.
Laras tidak ambil pusing dia langsung membersihkan dirinya, kurang lebih satu jam berlalu kini Laras sudah rapi dan dia langsung turun ke bawah.
Dia melihat meja makan masih bersih dan belum digunakan sama sekali.
" mbak... apa Andrewis belum sarapan?" tanya Laras Kepada Riska
__ADS_1
" Tuan Muda Andrewis sudah pergi pagi-pagi sekali nyonya." kata Riska
" pergi kemana yah??" kata Laras
" dia berangkat penerbangan pertama jam 05.15 pagi tadi nyonya." kata Riska
" apa???" kata Laras
" apa tuan muda tidak memberitahukan nyonya?" kata Riska
" mungkin dia membangunkan ku tapi aku tidak mendengar nya. sudah lanjutkan pekerjaanmu" kata Laras
Laras mencoba menghubungi nomor Andrewis dan kini nomor Andrewis sudah tidak aktif lagi.
" aku bahkan belum mengatakan hati-hati padanya."
" tiga bulan lagi status kita akan berbeda, aku tidak tahu apakah kita masih bisa minum bersama seperti tadi malam dan aku rasa itu hanya yang pertama dan yang terakhir."
" dan setelah tiga bulan kedepankan kita sudah sama-sama melepaskan, Setelah itu kita akan menemukan jodoh kita masing-masing."
" aku tidak tahu apakah kedepannya aku masih bisa menatap mu atau tidak"
__ADS_1
" kenapa aku jadi memikirkan nya?" kata Laras berbicara sendiri.
Setelah sarapan Laras langsung pergi menuju kantor nya.