SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
Episode ke-18


__ADS_3

Satu Minggu berlalu dan hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh karyawan PT. KARSHA PERDANA.


Dimana hari ini mereka akan berangkat kesebuah tempat wisata untuk merayakan ulang tahun perusahaan tempat mereka bekerja selama satu Minggu.


Sebelum berangkat mereka semua berkumpul terlebih dahulu di halaman kantor.


mereka di absen terlebih dahulu, Setelah nama mereka di panggil satu-persatu mereka masuk ke bus yang sudah di siapkan namun berbeda dengan Grace, hingga saat ini nama Grace tidak ada dipanggil sementara untuk mencek absen Sudah selesai dilakukan.


"loh.... Grace kog gak di panggil??" kata Enjel


"'iya nama saya belum terpanggil?" kata Grace


" maaf tapi nama kamu tidak ada disini" kata seorang yang bertugas di bagian administrasi


" kenapa tidak ada???" kata Grace


" tunggu sebentar saya pertanyakan dulu kembali" kata petugas administrasi itu


Petugas administrasi tersebut pergi menemui Waty tidak lama petugas tersebut kembali menemui Grace.


" bagaimana ?" kata Enjel


" maaf karena Grace masih karyawan baru disini jadi dia belum terdaftar" kata petugas administrasi tersebut.


" bagaimana mungkin bisa seperti itu, tetap saja Grace sudah menjadi karyawan disini. jangan-jangan nenek lampir itu sengaja melakukan nya" kata Enjel


" sudahlah Enjel, aku tidak apa-apa jika aku tidak ikut" kata Grace


" tidak bisa seperti itu, memang nya ada peraturannya mengatakan karyawan baru tidak di perbolehkan ikut??? dia nya saja yang sudah mengambil keputusan sendiri"


" ayo Grace kamu ikut saja" kata Enjel


" jika dia ikut maka dia akan tanggung biaya sendiri, karena yang dibiayai oleh perusahaan adalah hanya yang terdaftar, jika tidak terdaftar maka biaya silahkan tanggung sendiri seperti transportasi, makan dan penginapan. bagaimana apa kamu sanggup??" kata Waty yang tiba-tiba datang menghampiri mereka


" sebenarnya masalah ibu dengan Grace apa sih?? kenapa ibu selalu mempersulit nya??" kata Enjel


" bersyukur itu kulakukan hanya padanya, bagaimana jika itu kulakukan pada mu juga??" kata Waty


Namun tiba-tiba Laras datang menemui mereka bertiga.


" Grace..... kamu tahu kan tugas kamu apa??" kata Laras


" iya kak... tapi aku..." kata Grace berhenti berbicara


" kamu ini Bagaimana sih?? pak direktur sudah menunggu mu dari tadi di dalam mobil. cepat kamu bawa semua barang-barang mu dan temui dia" kata Laras


" tunggu dulu bu Laras, maksud ibu Grace berangkat bareng pak bos??" kata Enjel


" iya .... Grace kan ibaratkan babysitter nya pak direktur jadi mana mungkin mereka bisa dijauhkan" kata Laras


" syukurlah....." kata Enjel dengan semangat sementara Waty yang mendengarkan itu membuat perasaan nya semakin kesal.


kini rencananya bukan nya berhasil malah Grace yang mendapat kan emas murni.


" memang nya apa istri pak direktur tidak ikut??" kata Waty penasaran


" istri pak direktur ikut, sebenarnya istri pak direktur ada di sekeliling kita. hanya saja kita tidak menyadari itu" kata Laras


" istri pak direktur ada di sekeliling kita buk?? siapa??" kata Enjel


" apa?? istri pak direktur ada disini??" kata Waty

__ADS_1


" Kita tidak tahu pasti siapa diantara kita istri dari pak direktur. yang jelas kita harus hati-hati dalam bekerja dan bersikap yang lebih baik diantara sesama kita" kata Laras


" buk Direktur bekerja dibagian mana??" kata Enjel


" saya tidak tahu pasti buk Direktur di bagian mana, yang jelas dia salah satu karyawan di perusahaan kita" kata Laras


" baiklah aku pergi dulu" kata Laras pergi meninggalkan mereka.


Sepenjang perjalanan Waty mengetahui bahwa istri dari direktur mereka adalah salah satu karyawan dari perusahaan mereka membuat Waty semakin penasaran. Dia sangat ingin dekat dengan orang itu.


Grace bersama dengan direktur itu dan juga seorang supir, hanya mereka bertiga yang berada di dalam mobil.


" apa kamu begitu bodoh??" kata direktur itu


" apa maksud bapak??" kata Grace


" kenapa kamu menyerah begitu saja?" kata direktur itu


" menyerah untuk apa??" kata Grace


" aku tahu kamu sangat ingin ikut berlibur. tetapi wanita itu mempersulit mu. lalu kenapa kamu hanya diam saja" kata Direktur itu


" memang nya apa lagi yang harus saya lakukan" kata Grace


" lakukan sesuatu keg, kamu bisa menggunakan nama ku jika kamu mau" kata Direktur itu


" menggunakan nama bapak?? lalu setelah itu mereka akan berpikir bahwa saya itu Wanita seperti murahan yang telah berani menggoda bapak" kata Grace


"biarkan saja mereka berpikiran seperti itu" kata direktur itu


" mana mungkin saya membiarkan mereka berpikir seperti itu jika memang itu tidak benar" kata Grace


" biarkan saja mereka merendahkan saya, nanti juga mereka capek sendiri" kata Grace


" baiklah...." kata Direktur itu


Kurang lebih tujuh jam perjalanan kini mereka sudah tiba di sebuah pegunungan yang pemandangan nya sangat indah dan tentunya sangat sejuk.


Di sana terdapat beberapa penginapan yang lumayan cukup untuk mereka. mereka di beri fasilitas kamar satu kamar dua orang berbeda dengan Grace dan Laras.


Grace dan Laras mereka memiliki kamar tersendiri.


Hari sudah semakin sore, karyawan laki-laki menyiapkan api unggun untuk mereka sementara para wanita sibuk untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.


setelah mereka selesai makan malam, Laras menjelaskan kepada para karyawan itu bahwa mereka akan mengadakan beberapa hiburan selama satu Minggu ini.


Dimana untuk malam ini mereka akan mengadakan pesta dansa, dan seluruh karyawan harus menggunakan topeng dan masing-masing peserta tidak di perbolehkan untuk memilih pasangan nya.


mereka akan di berikan waktu selama lima menit untuk mencari pasangan masing-masing dalam posisi gelap atau lampu akan di matikan, dan setelah lampu hidup maka mereka sudah harus menggandeng pasangan yang mereka temukan.


saat lampu dimatikan keadaan pun sangat ribut dan beberapa diantara mereka ada yang berlarian tak beraturan, namun Grace hanya berdiam ditempat.


Saat itu juga sebuah tangan hangat dan lembut menggenggam tangan Grace, namun Grace tidak bisa melihat sosok yang menggenggam tangan nya Karena posisi lampu mati, saat lampu hidup kembali Grace melihat pria disebelah nya, namun dia tidak dapat melihat wajah pria itu karena pria tersebut menggunakan topeng.


Grace berusaha mencari keberadaan direktur nya itu, namun dia melihat bahwa direktur nya itu dengan pakaian yang dia gunakan sebelumnya dan juga wajah terbuka tanpa ditutupi topeng duduk bersama dengan Laras dan juga beberapa staf.


Saat musik dimulai lampu kembali di matikan. Grace tidak mengerti sedikit pun dansa.


" aku akan menuntun mu, kamu tidak perlu takut" kata pria itu dan satu tangan nya mulai merangkul pinggang Grace


Grace merasa aroma badan itu tidak asing baginya, dia merasa bahwa aroma itu adalah aroma badan yang dimiliki oleh Alvaro dan juga Direktur nya.

__ADS_1


Grace berpikir sejenak, mungkin saja mereka menggunakan parfum yang sama, tetapi ada yang lebih janggal dipikiran Grace.


Parfum mungkin bisa sama lalu kenapa suara juga bisa sama, tetapi sebelum dansa di mulai Grace jelas-jelas melihat bahwa direktur nya itu sedang bersama Laras dan yang lainnya. lalu apakah yang bersama dengan nya adalah Alvaro?? itu yang dipikirkan Grace.


" kenapa kamu diam saja?? tidak usah terlalu serius anggap saja ini hanya permainan" kata Orang itu


" siapa kamu??" kata Grace


" apa kamu tidak kenal dengan suara ku?" kata pria itu


" apa kamu Alvaro??" kata Grace


" tentu ini aku, lalu siapa lagi?" kata Alvaro


" bagaimana mungkin kamu bisa disini??" kata Grace


" harus berapa kali lagi aku katakan padamu, aku selalu mengawasi setiap gerak-gerik mu" kata Alvaro


" aku takut jika pak direktur mengetahui keberadaan mu" kata Grace


" kenapa kamu harus takut??" kata Alvaro


" aku takut dia berbuat sesuatu padamu" kata Grace


" kamu tidak usah mencemaskan ku, aku bisa mengatasi nya" kata Alvaro


" tapi dia jauh lebih kuat dibandingkan dengan mu" kata Grace


" apa dia mengancam mu menggunakan kekuatan nya?? Grace.... aku tidak akan biarkan hal buruk datang menghampiri ku asal kamu selalu berada di pihak ku" kata Alvaro


" tapi aku takut jika dia benar-benar membuktikan perkataannya" kata Grace


" tentu saja aku tidak tinggal diam menerima serangan darinya" kata Alvaro


" lalu bagaimana jika kamu tidak bisa mengatasi nya" kata Grace


" terimakasih sudah perduli dengan ku dan terima kasih banyak karena kamu selalu percaya padaku" kata Alvaro


" tentu saja aku akan perduli dengan mu karena kamu adalah suamiku. tapi aku sangat kecewa padamu karena hingga saat ini kamu belum menunjukkan wajah aslimu pada ku" kata Grace


" tunggu saja saat nya tiba" kata Alvaro


" saat nya kapan?? jangan membuat ku menunggu terlalu lama" kata Grace


" maafkan aku, untuk sekarang aku belum siap" kata Alvaro


namun tiba-tiba musik berhenti dan tidak lama kemudian lampu kembali hidup.


" maaf aku harus pergi" kata Alvaro langsung pergi meninggalkan Grace


" tunggu dulu" kata Grace mengerjar Alvaro namun Alvaro sudah pergi dan Grace tidak berhasil mengejar Alvaro.


Saat Grace ingin kembali ke keramaian dia bertemu dengan Direktur nya.


" Grace.... darimana kamu??" kata direktur itu


" sa...sa... saya habis dari toilet" kata Grace


" kenapa wajah mu gugup seperti itu?" kata Direktur itu


" tidak ada apa-apa pak, maaf saya harus pergi" kata Grace langsung pergi meninggalkan direktur itu.

__ADS_1


__ADS_2