SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE ke-38


__ADS_3

Hari ini setelah pulang kerja seperti janjinya Alvaro Kepada Grace bahwa untuk hari ini dia di perbolehkan bersama dengan Enjel dan Albert.


Namun Alvaro selalu mengawasi nya dari kejauhan, kebetulan Alvaro sedang ada pertemuan dengan rekan bisnis nya di sebuah restoran.


" semakin hari semakin sulit untuk membawa mu ikut bersama kami" kata Enjel sambil meminum minumannya.


" bagaimana tidak sulit, dia sudah mulai melupakan kita karena dia sekarang berteman dengan orang yang jabatannya tinggi." kata Albert


" bukan seperti itu teman-teman, hanya saja dalam satu bulan inikan direktur kita tidak tugas luar, dan aku tahu kalian mengerti soal itu" kata Grace


" Yah...iya..., baiklah kita ngerti kok. berarti bulan ini gaji kamu besar dong. kalau begitu kamu yang traktir kita hari ini" kata Enjel


" iya tidak masalah" kata Grace


Sementara Alvaro tidak lupa memantau Grace dari jarak kejauhan.


" teman-teman aku ke toilet dulu sebentar" kata Grace


" ngk niat kabur kan???" kata Enjel


" hehehehe....kamu ini apaan sih,,, ya Ngk lah" kata Grace


" aku juga ikut deh," kata Enjel


setelah Grace dan Enjel selesai, seorang wanita memakai masker dan kacamata, dan menundukkan kepalanya berjalan melewati mereka berdua.


wanita tersebut menyenggol Grace dan langsung menyelipkan selembar kertas ke tangan Grace


" akh..." kata Grace


" woi kalau jalan hati-hati dong" kata Enjel Kepada orang tersebut, namun orang itu sudah keburu pergi.


" Grace kamu tidak apa-apa?? " kata Enjel


" aku ngk apa-apa kok" kata Grace


" siapa orang itu, kayak nya dia sengaja deh nambrak kamu" kata Enjel


" sudah tidak usah pedulikan dia, aku Ngk apa-apa kok. mari kita pergi." kata Grace menyadari kertas ditangannya.


" apa ini?" kata Grace langsung membuka kertas itu.


" Hati-hati seseorang menginginkan nyawa pria yang sedang bersama mu saat ini." begitulah isi surat itu namun tulisan itu dibuat dengan cairan darah.


" aaah....." kata Grace langsung melemparkan kertas tersebut. Enjel kembali mengambil kertas itu.


" apa???? siapa sih dia?? dan kenapa dia mengatakan ini."


" dan apa maksud nya ini. pria?? apa Albert maksud nya?" kata Enjel

__ADS_1


" aku tidak tahu, mari kita pergi dari sini" kata Grace menarik tangan Enjel menjauh dari toilet.


" tapi Grace ini ada apa sebenarnya, bisa ngk kamu jelasin dan kenapa Albert terbawa-bawa. dan sebenarnya ada hubungan apa antara kalian berdua" kata Enjel


" aku tidak tahu maksud teror ini, dan aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Albert kita bertiga hanya berteman." kata Grace


" bohong, kalian berdua telah berbohong di belakang ku" kata Enjel


" Enjel.... maksud kamu apa? dengan berkata seperti ini" kata Grace


" Aku tahu Grace kamu tidak menyukai Albert. aku tidak tahu motif kamu apa melibatkan Albert soal hal ini, aku bisa terima jika diantara kalian berdua ada hubungan khusus yang kalian sembunyikan dariku, tapi Grace aku tidak terima jika gara-gara kamu Albert dalam keadaan bahaya." kata Enjel


" kita tidak ada hubungan apa-apa dan lagian jika itupun terjadi kenapa kamu jadi marah seperti ini." kata Grace


" karena aku menyukai Albert dan kamu tahu, Albert tidak pernah melihat bagaimana perasaan ku padanya." kata Enjel


" jika kamu menyukai nya kenapa tidak ungkapkan saja." kata Grace


." Albert tidak mencintai ku Grace, dia hanya mencintai mu apa kamu tahu itu" kata Enjel


" aku tidak tahu soal itu tapi aku tidak mencintai Albert" kata Grace


" iya aku tahu itu, itu sebabnya kamu membawa nya ke dalam hal yang berbahaya." kata Enjel


" Enjel kamu bicara apa? aku tidak tahu siapa mereka dan aku tidak mengerti pria apa maksud dari surat itu." kata Grace


kemudian Grace mengingat Alvaro.


" apa,,,, Enjel maaf aku harus pergi" kata Grace pergi meninggalkan Enjel


" Grace..... Grace kamu mau kemana..." kata Enjel namun Grace tidak memperdulikan Enjel.


Enjel pergi menemui Albert.


" Albert ayo kita pergi" kata Enjel


sementara Alvaro yang melihat tiba-tiba Grace tidak ada disana dia langsung mengakhiri pertemuan nya dengan klien bisnisnya tersebut.


" Enjel, Grace dimana" kata Albert


" Grace sudah pulang duluan " kata Enjel


" tapi ada apa ini? kenapa dia pulang dengan cara tiba-tiba?" kata Albert


" a...a..anu....dia dapat telepon dari rumah mungkin ada yang perlu." kata Enjel


" kenapa kamu gugup seperti itu?" kata Albert


" tidak kok, yuk kita pulang" kata Enjel

__ADS_1


" iya sudah " kata Albert


Sementara Alvaro mencari-cari keberadaan Grace.


" ternyata kamu disini, Grace kenapa kamu pergi menjauh dari jangkauan ku"kata Alvaro


" aku hanya pergi ke toilet " kata Grace


" Grace kenapa wajah mu pucat apa kamu baik-baik saja?" kata Alvaro


" iya... mari kita pulang" kata Grace


" iya sudah, kamu tunggu disini sebentar aku akan ambilkan mobil" kata Alvaro


" aku ikut Al..." kata Grace


" iya sudah ayo" kata Alvaro dan langsung merangkul Pundak Grace.


Alvaro menuntun Grace masuk kedalam mobil, dia tidak lupa membukakan pintu depan mobil untuk Grace dan pada saat itu juga Waty kebetulan ada disana.


Waty langsung mengambil foto mereka sebanyak mungkin.


" dasar pelakor"


" lihat saja apa yang akan terjadi kepada mu nanti setelah aku membongkar siapa kamu sebenarnya" kata Waty


" kamu sedang apa??? mereka siapa?" kata Leni teman Waty


" lelaki ini adalah direktur di perusahaan tempat aku bekerja" kata Waty


" lalu wanita itu???" kata Leni


" dia seorang pelakor yang menyamar sebagai office girl di kantor itu." kata Waty


" lalu apa untungnya bagi mu melakukan itu" kata Leni


" aku akan memberikan foto-foto ini kepada istri direktur mungkin saja setelah itu dia akan memberikan ku hadiah" kata Waty


" memang nya kamu kenal dengan istri direktur kamu" kata Leni


" tidak sih, cuman aku sedang mencari tahunya" kata Waty


" masih banyak lagi pekerjaan yang lebih penting dari itu untuk kamu urus, untuk apa kamu membuang-buang waktu mu dengan hal tak berguna seperti itu." kata Leni


" mungkin suatu saat ini akan berguna untuk ku." kata Waty


" iya sudah terserah kamu saja lah, mari kita masuk" kata Leni


kedua wanita itu berjalan memasuki restoran itu.

__ADS_1


__ADS_2