SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE ke-33


__ADS_3

" apa kamu menyukai Grace?" kata Enjel setelah Grace pergi


" apa yang kamu katakan. sok tau kamu" kata Albert


" udah deh kamu jujur aja, tidak kamu ungkapkan pun kita udah tau kok" kata Enjel


"jujur apanya, aku tidak menyukainya kata" kata Albert


" bohong, Albert aku itu udah lama mengenal mu dan aku tau betul kamu itu seperti apa" kata Enjel


" terserah padamu saja" kata Albert


" apa kamu akan terus memendam nya? dan bahkan kamu tidak bercerita pada ku. baiklah seperti itu rupanya" kata Enjel


" udah siap kepo nya" kata Albert menarik hidung Enjel


" aow....aow... Albert sakit" kata Enjel dan Albert melepaskan cubitan nya.


" jika kamu tidak mau jujur tidak harus mencubit ku juga kali" kata Enjel


" iya aku jatuh cinta pada Grace laki-laki mana sih yang tidak jatuh cinta dengan Grace. lihatlah dia sangat cantik bahkan menurut pendapat ku dia wanita paling cantik di kantor. selain cantik dia juga baik dan sederhana." kata Albert


" sudah kali memuji nya, benarkan dugaan ku, lalu sejak kapan?" kata Enjel


" entah sejak kapan ... aku pun tidak menyadari nya perasaan itu sejak kapan ada" kata Albert


" itu berarti kamu saingan dengan bapak direktur dong"' kata Enjel


" sok tau kamu" kata Albert


" apa kamu tidak tahu bahwa pak direktur menyukai Grace?" kata Enjel


" tau darimana? orang bapak direktur nya udah menikah, apa kamu lupa tiga bulan yang lalu pada saat pak direktur pertamakali mengambil alih perusahaan, dia memperkenalkan dirinya pada kita dan dia juga mengatakan bahwa dia sudah menikah." kata Albert

__ADS_1


" oh iya, apa jangan-jangan Grace istri bapak direktur" kata Enjel


" ngomong apa kamu, Enjel tidak usah mengada-ada deh." kata Albert


" soalnya tiga Minggu yang lalu pada saat kita liburan bu Laras mengatakan pada kami dan Waty bahwa istri pak direktur juga salah satu karyawan di kantor kita."


" ngk mungkin kan istri pak direktur tidak tahu bahwa pak direktur menyukai Grace, sementara pak direktur sangat terang-terangan menunjukkan bagaimana perasaan nya pada Grace pada saat kita liburan dulu."


" kamu ingat pertandingan memakan anggur itu, melihat Grace berpasangan dengan Bobi direktur langsung mengajukan dirinya untuk ikut bergabung dan memilih Grace sebagai pasangan nya."


" itu karena apa coba? mungkin saja pak direktur tidak bisa terima bahwa Grace harus bersentuhan bibir dengan pria lain dihadapan pak direktur dan tidak mungkin juga istri bapak direktur diam saja menyaksikan itu."


" dan iya aku mengerti sekarang, pada saat pesta dansa kenapa lampu harus dimatikan, itu karena bapak direktur berdansa dengan Grace dan agar kita tidak bisa melihat mereka." kata Enjel


" tidak mungkin deh, jelas-jelas aku melihat pada saat pesta dansa berlangsung, bapak direktur duduk disampingnya bu Laras dan kamu lihat sendiri bahwa Grace tidak menyukai pak direktur dan bahkan Grace selalu menunjukkan sikap nya bahwa dia tidak menyukai pak direktur. mungkin saja itu kebetulan dan mungkin saja bu Laras bohong" kata Albert


" tidak mungkin bu Laras bohong, dia bukan seperti itu" kata Enjel


" apa kamu bego atau tolol sih,,, coba kamu pikirkan baik-baik, pak direktur bergabung dengan kita masih terhitung tiga bulan lamanya dan selama itu dia mempekerjakan office dengan bergantian dan tidak ada yang bisa bertahan lama di posisi itu, hanya Grace lah yang bisa bertahan di posisi itu."


" itu karena apa coba??? iya karena Grace adalah istrinya." kata Enjel


" tidak mungkin, aku tidak percaya itu. jika memang benar Grace istri dari pak direktur, lalu kenapa dia diam saja pada saat Waty mempersulit nya, bisa saja kan dia langsung memecat nya dan tidak mungkin pak direktur tidak tahu bahwa Waty selalu mempersulit Grace, lalu kenapa Waty masih tetap bekerja di perusahaan dengan posisi yang masih sama dengan sebelumnya." kata Albert


" iya juga sih.... tapi bukankah Grace mengatakan kepada pria yang tadi bahwa mereka harus hidup dengan pilihan mereka masing-masing dan mereka berdua sudah sama-sama ada yang memiliki, dan itu artinya Grace sudah menikah" kata Enjel


" Grace sudah menikah?? tapi kenapa tidak ada sebiji cincin pun di jarinya" kata Albert


" memang nya diwajibkan yah setiap pasangan suami istri diwajibkan harus memakai cincin."


" kamu lihat HP yang digunakan Grace tadi? ngk mungkin banget kan Grace menggunakan Hp semahal itu dan jika dilihat dari segi pekerjaan nya, tas dan sepatu yang Grace pakai pun tidak merek biasa seperti yang kita gunakan."


" mungkin seandainya kita tidak memakai seragam, bisa saja pakaiannya pun pasti yang bermerek." kata Enjel

__ADS_1


" oke aku akui bisa saja Grace memang sudah menikah, tapi tidak mungkin dia itu istri dari direktur kita" kata Albert


" apa kamu ingat waktu pertama kali kita mengajak Grace main bareng kita. ibu dan kakak tiri Grace pada saat itu merampas barang-barang milik Grace, dan kartu ATM yang dimiliki Grace pun bukan kartu ATM biasa, hanya orang-orang tertentu lah yang bisa memiliki itu."


" dan jika bukan pak direktur suaminya Grace, apa mungkin suaminya mau membiarkan Grace bekerja hanya posisi office saja. aku yakin banget Semua kenyataan tentang Grace mengarah ke pak direktur."


" bersyukur kita sejak awal memperlakukan nya dengan baik. coba seandainya kita memperlakukan nya seperti Waty mungkin sebentar lagi kita berdua akan ditendang. aku enggak nyangka banget kita bisa berteman bahkan melebihi teman dengan istri dari direktur kita sendiri." kata Enjel


"Enjel kamu ini bicara apa sih?? dan jika memang benar itu terjadi. tidak mungkin kan ibu dan kakak tirinya Grace tidak mengetahui siapa suami Grace, lalu kenapa mereka bertanya pada Grace darimana Grace mendapatkan semua itu" kata Albert


" iya juga sih, mungkin saja mereka merahasiakan pernikahan mereka. ah... terserah lah, ngapain juga kita jadi membahas kehidupan Grace." kata Enjel


" hm.... iya betul itu.kenapa kita jadi membahas nya" kata Albert


" seandainya Grace sudah menikah, lalu apa yang akan kamu lakukan" kata Enjel


" iya melupakan perasaan aku ke Grace lah. ngk mungkin kan aku jadi pebinor ditengah-tengah keluarga mereka" kata Albert


" apa itu pebinor?" kata Enjel


" perebut bini orang" kata Albert


" hahahaha..... lucu juga" kata Enjel


" sampai kapan kita akan disini terus, apa kita tidak akan pulang." kata Albert


"iya mari kita pulang, besok kita masih bekerja" kata Enjel


" mari aku antar kamu." kata Albert


" hm....." kata Grace mengagukkan kepalanya


Sementara Grace Setelah tiba dirumah dia langsung memilih tidur dan tanpa mengganti pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2