SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE Ke-58


__ADS_3

Hari pertama Laras menjabat sebagai wakil direktur membuatnya sangat sibuk hari ini hingga dia tidak sadar bahwa kini sudah jam delapan malam dia masih di kantor, saat Laras pokus dengan pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berdering dan disana Andrewis yang menghubungi nya.


" ada apa" kata Laras


" kamu dimana? kenapa belum pulang" kata Andrewis


" dikantor, memang nya kenapa?" kata Laras


" ternyata aku dan kak Al tidak salah mengangkat mu sebagai Wakil direktur, lihat lah masih di hari pertama bahkan kamu bekerja sampai malam."


" aku memang sangat senang mempunyai karyawan seperti mu yang pekerja keras, tapi aku sangat tidak suka mempekerjakan orang yang sakit nantinya, jadi sebelum itu terjadi kepada mu, maka jaga kesehatan mu." kata Andrewis Setelah mengatakan itu Andrewis mematikan handphone nya.


" ada apa dengan nya?? apa begini cara nya memberikan perhatian?"


" dasar orang yang aneh" kata Laras kembali meletakkan HP-nya ke meja dan sontak matanya melihat layar HP nya dan ternyata sudah jam delapan malam.


" apa??? ternyata ini sudah malam?"


" astaga..... pantasan orang aneh ini berkata seperti itu padaku" kata Laras langsung membereskan mejanya Setelah itu dia langsung pulang.


Tiga puluh menit berlalu kini dia sudah tiba dirumah Andrewis, Andrewis yang mendengar suara mobil Laras akhirnya dia turun kebawah.


" aku pikir kamu akan tidur dikantor malam ini" kata Andrewis saat melihat Laras memasuki rumahnya.

__ADS_1


"tadinya sih iya aku ingin tidur di kantor, tapi setelah ku pikir-pikir akhirnya tidak jadi." kata Laras


" kenapa tidak jadi?" kata Andrewis


" bukankah kamu bilang kamu besok mau berangkat?" kata Laras


" iya.... apa artinya kamu ingin menghabiskan malam ini bersama ku?" kata Andrewis kembali lagi menggoda Laras


" minggir lah,, aku lelah dan aku ingin istirahat" kata Laras mendorong tubuh Andrewis sedikit kuat karena Andrewis berdiri tepat diujung tangga.


" setidaknya kamu kabari aku sejak awal, agar aku melakukan persiapan terlebih dahulu." kata Andrewis terus menggoda Laras dan berjalan mengikuti Laras.


" seandainya kamu memberitahukan hal ini, aku tentunya sudah berolahraga hari ini dan pastinya puding atau memakan telur ayam kampung setengah matang sekaligus dua agar stamina ku meningkat." kata Andrewis


" mungkin malam ini aku akan sedikit kekurangan tenaga tapi kedepannya aku janji aku akan memakan puding terlebih dahulu sebelum kita melakukannya." Andrewis berhenti berbicara karena Laras langsung menutup pintu kamarnya.


"dasar mesum,,, dia pikir aku akan menyerahkan tubuhku dengan begitu saja padanya."


" ya Tuhan... kenapa kamu mempertemukan aku dengan manusia aneh itu."


" selama ini hidup ku tidak ada masalah sebelumnya, tetapi setelah aku bertemu dengannya hidupku selalu dipenuhi masalah." kata Laras berbicara sendiri.


" dia sangat lucu, wajah nya begitu merah saat aku menggodanya" kata Andrewis tertawa.

__ADS_1


Setelah Laras siap mandi dia turun kebawah untuk makan malam. Andrewis mendengar pintu kamar Laras terbuka akhirnya dia pun langsung keluar.


" kamu mau kemana sayang?" kata Andrewis


" mau ambil sesuatu yang bisa aku gunakan untuk membunuh mu." jawab Laras asal.


" hahahaha.... sepertinya kamu begitu bersemangat," kata Andrewis menyusul Laras


" dimana kita akan melakukan nya? apa dikamar mu saja atau di kamar ku" kata Andrewis


" mulut mu bisa diam ngk, kamu itu orang munafik tau ngk sih." kata Laras marah


" munafik?? memang nya apa yang aku tutup-tutupi?" kata Andrewis


" ternyata kepolosan mu selama ini hanyalah topeng untuk menutupi jati dirimu yang sebenarnya." kata Laras


" kepolosan apa??? memangnya apa kamu mengenal ku sudah lama sehingga kamu berkata seperti itu." kata Andrewis mengambil sebotol minuman beralkohol dari dalam lemari es dan duduk di seberang Laras.


Laras tidak bisa menjawab karena memang Andrewis benar, dia mengenal Andrewis hanya baru waktu dekat ini.


Akhirnya Laras terdiam dan dan memilih untuk makan.


" baiklah lanjutkan makan mu, aku tidak akan menggangu mu pada saat makan." kata Andrewis pergi meninggalkan Laras dan membawa minuman beralkohol tersebut.

__ADS_1


__ADS_2