SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE Ke-54


__ADS_3

Keesokan harinya pun Laras pergi menemui Anggun. saat Laras tiba di rumah sakit dia sudah melihat Andrewis dan Grace disana.


" kakak ipar dimana kak Al?" tanya Laras


" Al sedang ke kantor, dan kamu kenapa disini? kenapa kamu tidak kekantor??" kata Grace


" aku ingin menemui tante Anggun sebentar dan ada beberapa hal yang harus kami bicarakan. aku pergi dulu yah kak" kata Laras


"....." Grace hanya menganggukkan kepalanya


Laras pun masuk kedalam ruangan Anggun. Laras melihat Anggun tertidur, akhirnya Laras berniat untuk pergi keluar namun sebelum itu dia sudah dipanggil oleh Anggun terlebih dahulu.


" nak Laras kamu mau kemana??" kata Anggun


" eh .. tante? bukannya tante sedang tidur" kata Laras


" tante hanya menutup kedua mata tante agar tidak terasa sakit, sebenarnya tante tidak tidur." kata Anggun


" Laras sangat kasihan melihat keadaan tante seperti ini." kata Laras


" kamu tidak perlu mengasihani ku nak, bagaimana pun juga selama hidupnya tante, tante sudah sangat menikmatinya, jikapun Tuhan memanggil tante hari ini tante sudah siap." kata Anggun


" tante harus kuat, tante tidak boleh berkata seperti itu." kata Laras


" nak Laras bagaimana dengan permintaan ku kemarin?" kata Anggun


" jika itu membuat Tante senang, baiklah Tan Laras menerima permintaan tante." kata Laras


" benarkah nak, Terima kasih banyak sayang " kata Anggun menangis


" bagaimana jika pernikahan kalian diadakan hari ini juga, kalau tante nanti sudah sembuh, kalian bisa melakukan pesta resepsi pernikahan kalian.," kata Anggun


" soal itu tante bicara pada Andrewis saja, apa pun pendapat Andrewis saya sudah setuju." kata Laras pasrah.


" terimakasih banyak nak Laras, bisakah kamu panggil Andrewis kesini?" kata Anggun


" tunggu sebentar yah Tan" kata Laras pergi meninggalkan Anggun dan memanggil Andrewis.


" Andrewis kamu dipanggil sama tante Anggun." kata Laras


" kakak ipar kamu tunggu sebentar yah." kata Andrewis


" Andrewis sebenarnya ada apa ini? kenapa kalian berdua ?" kata Grace


" nanti juga kakak akan tahu" kata Andrewis


" ya sudah pergilah" kata Grace


Andrewis pun masuk kedalam ruangan Anggun dan Laras pun sudah menunggu disana.


" mami" kata Andrewis mencium kening Anggun


" Andrewis mami ingin pernikahan kalian dilakukan hari ini nak." kata Anggun

__ADS_1


" mami,, tapi...." kata Andrewis melihat kearah Laras dan Laras menganggukkan kepalanya pertanda setuju.


" baiklah mi" kata Andrewis setelah melihat Laras menyetujuinya.


" kalau begitu Andrewis kabari dulu kak Al dan yang lainnya agar mereka membantu untuk mengurus hal mengenai ke pernikahan." kata Andrewis


" baiklah nak" kata Anggun


" Laras juga keluar sebentar tante" kata Laras


" iya sayang" kata Anggun


Laras dan Andrewis pun sama-sama keluar dari ruangan ICU.


" Laras Andrewis ada apa ini?" kata Grace yang sejak tadi sudah penasaran.


" kakak ipar tolong hubungi dulu kak Al, suruh dia secepatnya datang kesini." kata Andrewis


" tapi Andrewis ada apa??" kata Grace


" mami meminta aku dan Laras untuk menikah hari ini kak." kata Andrewis


" apa??? Andrewis kamu jangan bercanda." kata Grace


" kakak ipar untuk saat ini kita harus turuti permintaan mami, kita tidak punya waktu kak untuk membahas ini cepat suruh kak Al kesini kak." kata Andrewis


" ba...baik..lah" kata Grace


Setelah dua jam kemudian kini semuanya sudah berkumpul diruangan ICU, Laras dan Andrewis pun kini sedang melangsungkan pernikahan mereka.


" Andrewis Matthew, saya bertanya kepada mu. bersediakah kamu menerima Larasati Karsha sebagai istri mu baik suka maupun duka."


" dan berjanjilah kamu harus membahagiakan nya seumur hidupnya." kata seorang pendeta yang sudah mereka undang untuk men sakral kan pernikahan mereka.


"'saya bersedia." kata Matthew


pendeta tersebut memberikan pertanyaan yang sama kepada Laras dan Laras pun memberikan jawaban seperti Andrewis.


Pemberkatan pun masih berlangsung beberapa menit kemudian.


" sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri." kata Pendeta tersebut


Anggun pun bersyukur atas hal itu.


" selamat untuk Kalian berdua nak, segera berikan aku cucu seperti kakak mu Al." kata Anggun


" untuk saat ini harapan satu-satunya Andrewis hanya ingin mami sembuh." kata Andrewis menangis dan kedua tangannya memegang tangan Anggun


" mami akan sembuh nak Setelah kakak mu Al kembali pada mami dan setelah melihat mu sudah menikah. " kata Anggun sambil membelai rambut anaknya Andrewis


" mami jangan hanya janji-janji saja mi, berikan Andrewis bukti mi." kata Andrewis


" mami sangat bahagia melihat kedua anak mami."

__ADS_1


" Al walaupun adik kamu sudah menikah, mamah minta agar kamu tetap menjaga adik kamu." kata Anggun


" mamah tidak usah khwatir mah." kata Alvaro


" kedua menantu mamah sangat cantik dan juga sangat baik. mamah minta pada kalian berdua, tetap lah akur seperti ini dan berikan mami cucu yang sangat banyak." kata Anggun


" mamah harus sehat pokoknya agar mamah bisa bermain dengan cucu mamah nantinya." kata Grace


" Al.... jika anak mu laki-laki nanti mamah ingin kamu menjodohkan nya dengan anaknya Andrewis." Anggun berkata dengan berat.


" mamah kenapa berkata seperti itu?" kata Alvaro


"Al...ma...mah...mo...hon..to..long...pe..nu..hi...per..min..ta..an..ma..mah." kata Anggun dengan terbata-bata dan setelah mengatakan itu Anggun menutup kedua matanya.


Tiiiiiiiiiiiiiiit....( bunyi mesin yang ada di sebelah Anggun.)


"mah....mamah...mamah...jangan tutup matamu mah.." kata Alvaro panik


" mami... mami..." kata Andrewis menangis


" dokter.... dokter...." kata Grace dan juga Laras


tidak beberapa lama kemudian kini Dokter dan beberapa perawat masuk kedalam ruangan itu.


Dokter tersebut memeriksa keadaan Anggun dan ternyata Anggun sudah tidak bisa di selamatkan lagi.


" saya turut berdukacita, ibu Anggun sudah pergi untuk selamanya." kata Dokter tersebut


" tidak mungkin.... tidak mungkin..." kata Alvaro menangis


Sementara Andrewis menangis dan berjalan menemui Anggun.


" mami.... Andrewis mengikhlaskan kepergian mami, Andrewis iklhas mi..."


" mami sudah sangat menderita selama ini, tenanglah mami di atas sana. Andrewis janji Andrewis akan memenuhi permintaan terakhir mami." kata Andrewis menangis


Selama ini Andrewis adalah anak yang penurut dan penyayang, dia bahkan tidak pernah sekalipun menolak permintaan Anggun.


" mah.... kenapa begitu cepat mah,,, padahal hanya tinggal sebentar lagi mamah menunggu, kenapa mamah tidak menunggu nya."


" apa karena Al selama ini tidak anak yang baik buat mamah?"


"maafkan Al mah... seandainya selama ini Al tidak keras kepala, mungkin ini tidak akan terjadi dan mungkin mamah sudah sembuh."


" ini salah Al mah.... ini salah Al...." kata Alvaro menangis dan tidak berhenti menyalahkan dirinya.


" sudah cukup kak, jangan menyalahkan dirimu sendiri, lihatlah mami kak, bukan kah dia lebih baik seperti ini?"


" dan lagi pula jika pun kakak mendonorkan sumsum tulang kakak mami tidak bisa dijamin sembuh kak."


" mari kita ikhlaskan mami kak, agar mami bisa pergi dengan tenang." kata Andrewis menangis dan memeluk Alvaro


Alvaro terdiam menangis bagaikan patung, dia hanya menyalahkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2