
TIGA BULAN KEMUDIAN.
Usia kehamilan Grace sudah memasuki tujuh bulan. Hari ini Alvaro beserta keluarga mengadakan acara tujuh bulan untuk Grace dan calon bayinya yang akan lahir dua bulan lagi.
Grace dan Alvaro sudah melakukan USG dan ternyata anak mereka laki-laki. Dan selama ini pun Alvaro sudah mempublikasikan status mereka.
" Al..... cepat kita harus turun, kita harus menyambut para tamu." kata Grace
" iya sayang sebentar, tolong pasangkan ini sayang." kata Alvaro memberikan sebuah dasi kepada Grace.
" duduk lah" kata Grace menyuruh Alvaro untuk duduk agar dia bisa memakaikan Alvaro dasi tersebut.
Saat Grace sibuk dengan dasi itu, Alvaro sesekali menciumi perut buncit Grace.
" menunggu mu dua bulan lagi sangat lama rasanya nak."
" belum lagi itu, papah sudah tidak tahan lagi mamah mu terlalu cantik dan sangat menggoda dimata papah."
" setelah kamu lahir nanti papah tidak akan berhenti untuk memakan mamah mu" kata Alvaro
" apa yang kamu katakan, sudah siap ayo kita turun" kata Grace
" terimakasih banyak sayang" kata Alvaro mencium bibir Grace sekilas.
Alvaro merangkul pundak Grace dan dengan sangat hati-hati memapah Grace untuk menuruni anak tangga itu.
" hati-hati sayang. melihat mu berjalan dengan perut besar seperti itu aku yang merasa kesusahan." kata Alvaro
" ini tidak terlalu susah kok cuman agak berat sedikit." kata Grace
__ADS_1
" iya sama saja." kata Alvaro
Kini para tamu pun sudah datang, Alvaro dan Grace pun tersenyum hangat menyambut mereka.
Namun tiba-tiba senyuman Grace pudar saat melihat Roy hadir di acara tujuh bulanannya, dan Grace tidak tahu bahwa selama ini Roy sudah seorang pengusaha karena dia yang mengambil alih perusahaan SSN.
" Grace selamat yah" kata Roy tersenyum
" terimakasih banyak karena bapak sudah berkenan hadir di acara tujuh bulanan istri dan anak saya." kata Alvaro
" tentu saya akan hadir karena ini adalah acara penting dari Wanita yang paling saya cintai, bukan begitu Grace" kata Roy
Mendengar perkataan Roy kini Alvaro sudah sangat marah, Alvaro menggertak kan giginya dan mengepalkan tangannya. Grace menyadari hal tersebut.
" sayang.... hiraukan saja dia, kamu percaya kan padaku bahwa aku sangat mencintaimu dan hanya kamu pria yang aku cintai."
"dia hanya masa laluku, dan kamu adalah masa depan ku. tidak ada satu orang pun didunia ini memilih untuk hidup dimasa lalu. semua orang ingin hidup dimasa depan."
Alvaro merasa senang karena Grace dengan secara langsung nengumbar kemesraan nya dihadapan Roy.
" kamu benar sayang." kata Alvaro
Roy akhirnya meninggalkan mereka berdua. Acara tujuh bulanan Grace pun berjalan dengan lancar.
Keesokan harinya Grace bersama dengan Alvaro pergi ke sebuah mall. Alvaro menemani Grace berbelanja untuk kebutuhan Baby mereka.
sementara Laras dan Andrewis disibukkan dengan mengurus perceraian mereka.
Samar-samar Grace melihat Roy berlari dan beberapa beberapa orang berpakaian serba hitam bersamanya.
__ADS_1
" Sayang ada apa?" kata Alvaro mengikuti pandangan Grace.
" tidak apa-apa," kata Grace ingin kembali memilih beberapa barang, namun dia kembali melihat kearah itu karena tiba-tiba segerombolan orang datang dari pintu masuk membawa senjata dan orang tersebut mengarahkan senjata itu kearah mereka.
Dorr...dorr...dorr...
" Al...." teriak Grace
" sontak Alvaro langsung menyembunyikan Grace ke dalam pelukannya dan berusaha melindungi dirinya dan Grace.
Dengan cepat-cepat Al menekan jam tangannya, namun Alvaro tidak mengerti tiba-tiba beberapa orang yang sedang berusaha ingin membunuh mereka tiba-tiba tergeletak dan seseorang sedang melindungi mereka.
sementara jika memikirkan pergerakan anak buahnya dari Markas ke tempat itu butuh waktu sekitar 30 menit.
Tiba-tiba semua orang yang ada disana berlarian tak menentu arah.
Seketika Grace pun panik, karena dia tidak pernah sebelumnya dihadapkan dalam posisi seperti ini, Grace merasa syok dan pingsan.
" Grace... sayang... sayang..." kata Alvaro mencoba membangun kan Grace.
Alvaro meletakkan tubuh Grace ke tempat yang menurutnya aman, kemudian Alvaro berlari kearah musuh yang sudah tertembak itu dan mengambil senjata api tersebut.
Alvaro menembaki musuh-musuhnya, dan hingga saat ini Alvaro merasa sepertinya ada yang memang membantunya.
Dan tidak berapa lama kini Martin dan para anak buahnya Alvaro sudah tiba di tempat, kemudian Alvaro berlari kearah Grace, disana Grace masih belum sadar.
" Martin, aku harus membawa Grace segera kerumah sakit." kata Alvaro
" baik tuan, aku akan melindungi tuan" kata Martin
__ADS_1
Martin memberikan tugas itu ke salah satu bawahannya yang biasa mengambil alih tugas Martin yaitu Danvers.