SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE Ke-66


__ADS_3

Alvaro dan Grace sedang berbelanja kebutuhan Baby mereka, bahkan Alvaro tidak malu sedikitpun mengikuti istrinya berbelanja dia tidak perduli bagaimana orang-orang melihatnya.


" Al.... ini imut banget aku ingin membelinya" kata Grace memegang sepatu baby berwarna pink.


" imut memang sayang,,, tapi anak kita laki-laki, jika ingin membeli sepatu itu nanti saja tunggu aku buat adek nya perempuan." kata Alvaro


" tapi nunggu adek nya ada itu kelamaan." kata Grace


" jadi maksud kamu, kamu ingin membelinya sekarang begitu?" kata Alvaro


" hm....." kata Grace menganggukkan kepalanya


" tidak....tidak...aku tidak mau, sayang kamu ada-ada aja deh." kata Alvaro tidak setuju


" tapi itu sangat imut" kata Grace


" sayang kamu boleh beli semuanya untuk anak laki-laki kita tidak apa-apa, tapi jika untuk anak perempuan aku tidak mau." kata Alvaro


" ck..... padahal aku menyukainya." kata Grace kesal dan memajukan bibirnya.


" jika begitu baju gaun itu pun sangat cantik, kenapa kamu tidak beli saja untuk anak kita." kata Alvaro


" memangnya kamu mau anak kita jadi bencong?" kata Grace


sementara para penjaga toko itu tersenyum melihat mereka berdua berdebat.


" tuh tau sendiri.' kata Alvaro


" iya udah deh ngk jadi" kata Grace meletakkan sepatu itu kembali


kurang lebih tiga jam lamanya mereka berbelanja untuk kebutuhan baby mereka kini mereka sudah siap.


" sudah Al semuanya sudah siap" kata Grace


" terus kita mau kemana lagi?" kata Alvaro


" bagaimana jika kita main ke pantai saja, angin sore disana pasti sejuk." kata Grace


" baiklah " kata Alvaro


Mereka pun keluar dari dalam mall namun sebelum itu mata Grace melihat sepasang Jaket couple beserta syal dia pun mengajak Alvaro kesana.


" Al ayo kesitu sebentar aku ingin membeli jaket itu." kata Grace


Alvaro pun menuruti permintaan Grace.

__ADS_1


Grace megambil syal tersebut.


" Al coba kamu menunduk" kata Grace dan Alvaro pun menuruti permintaan Grace. Grace menggantung kan syal tersebut dilehernya Alvaro dan mengikatnya.


" kamu sangat cocok dengan warnanya" kata Grace


" jika begitu kamu juga harus memakai ini." kata Alvaro mengambil syal yang satunya lagi dan mengikat nya di leher Grace.


" Sangat cantik" kata Alvaro Setelah dia mengikat syal tersebut.


Grace pun akhirnya membeli jaket beserta syal itu.


" mbak aku mau yang ini beserta yang ini." kata Grace memberikan barang itu ke petugas.


" sebentar yah buk' kata Petugas itu menerima barang itu dari tangan Grace.


Grace memberikan kartu Atm miliknya dan Alvaro pun menyadarinya bahwa Grace memberikan ATM miliknya sendiri bukan ATM yang diberikan Alvaro untuknya.


" sayang kenapa pakai kartu ATM milik kamu?" kata Alvaro


" aku ingin membelinya untuk mu dari uang ku sendiri, ATM yang kau berikan padaku itu adalah hasil dari jerih payah mu sendiri." kata Grace


" tapi sayang harganya ini lumayan mahal lho," kata Alvaro


" memangnya kenapa jika mahal?? apa kamu pikir saldo ku tidak cukup untuk membayar itu" kata Grace


Dan kini Grace sudah selesai membayar barang tersebut.


" ayo kita pergi" kata Grace


" apa tidak ada lagi?" kata Alvaro


" semuanya sudah siap," kata Grace


Akhirnya mereka berdua pun pergi menuju pantai dan di ikuti beberapa pengawal dari jarak yang sedikit jauh.


Kini mereka sudah tiba di pantai dan hari pun sudah mulai gelap.


Grace berjalan dipinggiran pantai itu dengan kaki yang telanjang dan sambil berpegangan tangan dengan Alvaro.


" sayang apa ini tidak terasa dingin? nanti kamu masuk angin dan kasihan anak kita." kata Alvaro mengelus perut buncit Grace


" kita hanya sebentar dan tidak akan masuk angin kok." kata Grace


" semenjak kita menikah, kita tidak pernah jalan-jalan seperti ini, dan ini yang pertama bagi kita. kamu selalu sibuk dengan pekerjaan mu." kata Grace

__ADS_1


" aku tidak tahu bahwa kamu ingin jalan-jalan, kenapa kamu tidak bilang padaku? aku pasti akan menemani mu" kata Alvaro merasa bersalah.


" itu karena sebelum aku hamil aku tidak mengenal suamiku, tetapi setelah aku mengenal suamiku ehhh.... rupanya aku sudah hamil, jadi mood ku untuk jalan-jalan tidak ada lagi." kata Grace dan sambil mencari tempat untuk mereka duduk.


Mereka berdua duduk di pasir itu begitu saja tanpa dialasi apa pun, sementara angin yang berhembus sedikit kencang membuat mereka merasakan sedikit dingin.


Alvaro melepaskan genggaman nya, tangan nya beralih ke salah satu kantong celananya. Grace pun memperhatikan Alvaro, ternyata Alvaro mengambil sebuah kotak perhiasan yang kecil dari dalam kantong nya.


" Sebenarnya aku sudah lama membeli ini dan bahkan sebelum kita menikah, tapi aku tidak punya waktu yang pas untuk memberikannya padamu, aku rasa ini waktu yang tepat." kata Alvaro memasukkan sebuah cincin di jari manis sebelah kanan Grace.


" apakah ini berupa cincin pernikahan kita?" kata Grace memperhatikan tangannya.


" iya..." kata Alvaro


" berikan padaku yang satunya lagi" kata Grace dan Alvaro pun memberikan cincin itu pada Grace.


" kemari tangan mu" kata Grace dan memasukkan cincin tersebut ke tangan Alvaro.


" hm.... unik lain daripada yang lain, aku menyukainya" kata Grace tersenyum


" kenapa??" kata Alvaro bingung


" kita sudah setahun lebih menikah tapi kita memasang cincin pernikahan baru sekarang." kata Grace


" seharusnya aku ingin memberikan nya padamu dihari pertama kali kita menikah, tapi karena keadaan, aku tidak bisa memberikan nya. aku takut jika musuh-musuh ku menyadari Cincin ini ditangan ku maka mereka akan mencari tahu kamu. itu sebabnya aku tidak memberikan nya dan harus menyembunyikan pernikahan kita." kata Alvaro


" oh ya kamu bilang tadi, kamu membuat cincin ini sudah sangat lama dan bahkan sebelum kita menikah, memangnya apa kita pernah bertemu sebelumnya?" kata Grace


" kita memang belum pernah bertemu, tetapi sejak aku kecil hingga saat itu kamu selalu datang ke mimpiku, itu sebabnya aku mencari mu dan aku menemukan mu",


"namun pada saat aku menemukan mu, sudah ada pria bersama mu pada saat itu dan akhirnya aku mengalah membiarkan mu bersama dengan pria itu karena aku melihat kalian berdua sangat mencintai."


" setelah itu aku memutuskan kembali lagi keluar negri, karena tujuan ku kesini adalah kamu."


" namun setelah beberapa bulan kemudian aku mendapatkan kabar bahwa kamu sedang dipenjara dan laki-laki yang bersama mu saat itu telah menikah meninggalkan dan membiarkan mu dipenjara dan itu sebabnya aku mempergunakan kesempatan itu untuk bisa menikahi mu."


" sayang maafkan aku yang datang begitu terlambat" kata Alvaro mencium tangan Grace.


sementara Grace meneteskan air matanya dia merasa terharu ternyata selama ini Alvaro begitu sangat dalam mencintainya.


" terimakasih banyak karena kamu sudah hadir didalam hidupku, jangan pernah meninggalkan aku lagi" kata Grace menangis dan langsung memeluk Alvaro.


" sayang dari dulu sampai sekarang aku sangat mencintaimu, memiliki mu adalah keberuntungan besar bagiku." kata Alvaro membalas pelukan Grace dan sambil mencium kepala Grace.


Kemudian Grace mencium bibir Alvaro, awalnya Alvaro merasa terkejut karena selama ini Grace tidak pernah melakukan ini padanya kecuali pada saat mereka berada di penginapan dulu.

__ADS_1


Grace merasa malu karena Alvaro tidak membalas ciuman nya akhirnya dia berhenti dan menarik bibir nya sedikit menjauh dari Alvaro namun dengan sigap Alvaro langsung menarik tengkuk Grace kembali kearahnya dan langsung mencium bibir Grace, akhirnya Grace pun juga membalas ciuman Alvaro.


__ADS_2