
SATU BULAN KEMUDIAN
Semenjak kehamilan Grace, kini Alvaro semakin memperketat penjagaan kepada Grace.
dan selama ini pula Grace selalu kekantor namun Alvaro tidak memperbolehkan nya untuk bekerja.
" Al...." kata Grace duduk di kursi khusus tamu.
" ada apa sayang??" kata Alvaro
"aku sangat merasa bosan, akhir-akhir ini kamu memperlakukan aku sebagai seorang tahanan." kata Grace
" ini demi kebaikan mu dan anak kita sayang" kata Alvaro dan sambil berkutat dengan laptop nya.
" ya setidaknya kamu kasih aku sedikit kebebasan, lagi pula apa yang kamu takutkan. bukan kah hubungan kita masih dirahasiakan sampai sekarang."
" musuh-musuh mu tidak akan mengenaliku." kata Grace
" aku memperlakukan mu seperti ini bukan karena musuhku. tetapi aku tidak ingin kamu dan anak kita kenapa-kenapa hanya itu saja." kata Alvaro
" Enjel dan Albert berulang kali mengajak ku untuk main bareng, aku merasa tidak enak pada keduanya karena aku selalu menolak mereka. setidaknya kasih aku sekali ini saja bersama mereka." kata Grace
" tidak bisa...." kata Alvaro
" please...." kata Grace
" iya tapi harus diawasi Martin dari jarak jauh." kata Alvaro
" iya ngk papa deh" kata Grace
" sudah ayo kita pergi." kata Alvaro
" kita mau kemana lagi?" kata Grace
" kerumah sakit, karena hari ini jadwal mu periksa kandungan." kata Alvaro
Laras dan Grace berjalan di belakang Alvaro, jika ingin keluar dari dalam perusahaan mereka selalu bertiga agar orang-orang tidak curiga tentang hubungan keduanya, namun setelah jarak 100 M Laras akan masuk ke mobilnya Martin.
" kadang aku merasa kasihan melihat kak Laras" kata Grace
" kenapa??" kata Alvaro
" kita menjadikannya sebagai alat" kata Grace
" hm...." kata Alvaro
" kak Laras udah menikah belum?" kata Grace
" belum..." kata Alvaro
" Martin???" kata Grace
" belum...." kata Alvaro
__ADS_1
" kenapa tidak kamu coblangin saja mereka" kata Grace
" mereka berdua saudara kembar" kata Alvaro
" apa?? jadi mereka berdua kakak beradik?? tapi kenapa tidak mirip??" kata Grace
" aku tidak tahu, kamu tanya saja kepada orangtuanya kenapa mereka tidak mirip" kata Alvaro
" terus sudah berapa lama kalian berteman" kata Grace
" sudah sangat lama sejak kami SMP" kata Alvaro
" terus kapan kamu memperkenalkan aku kepada keluarga mu" kata Grace
" Laras dan Martin adalah keluarga ku" kata Alvaro
" maksud kamu??" kata Grace
"dulu ayah mereka adalah asisten pribadi dari ayah ku namanya Imron Karsha namun pada saat kami duduk di bangku SMP ayah dibunuh oleh beberapa musuh bisnis nya. sebelum itu terjadi ayah sudah memindahkan semua asetnya atas nama ku Alvaro Prayoga."
" dan sejak kematian ayah musuh-musuh ayah masih tidak diam, mereka mencari keberadaan ku dan untuk menghabisi ku."
" ayah Imron mengubah identitas ku menjadi Erlando Karsha dan seluruh aset yang dibuat ayah atas nama ku yaitu Alvaro Prayoga, diganti menjadi Erlando Karsha."
" Alvaro Prayoga??? sepertinya aku pernah mengenal nama itu" kata Grace
" Ayah Imron mengirim kami bertiga ke luar negeri untuk belajar, orang-orang tidak ada yang tahu bahwa aku adalah keturunan Prayoga."
" selama kami duduk di bangku pendidikan, ayah Imron yang menjalankan perusahaan."
" namun Laras dan Martin, mereka mengikuti jejak ayah Imron yaitu bekerja untuk ku." kata Alvaro
" kenapa kak Laras memanggil mu dengan sebutan nama, sementara Martin memanggil mu dengan sebutan Tuan." kata Grace
" mungkin karena ayah Imron selalu memanggil ku dengan sebutan tuan Muda, Martin juga mengikuti nya." kata Alvaro
" lalu kak Laras??' kata Grace
" sejak kecil Laras sudah tumbuh menjadi gadis yang keras kepala sama seperti mu." kata Alvaro
" aku ingin sekali bertemu dengan ayah Imron, jarang menemukan orang baik seperti dia." kata Grace
Kini mereka berdua sudah tiba di rumah sakit.
" sudah sampai, mari kita turun." kata Alvaro
kini mereka berdua masuk ke sebuah ruangan pemeriksaan kandungan, tidak berapa lama kini mereka berdua sudah selesai memeriksa kandungan nya.
Saat mereka keluar, mereka tidak sengaja berpapasan dengan seorang pemuda sedang mendorong kursi roda.
Alvaro terdiam sejenak memandang wajah wanita yang sudah tua itu dan sebaliknya, wanita itu juga terdiam memandangi wajah anaknya itu.
" Al....." kata Anggun dengan wajah lesu seakan ingin meneteskan air mata
__ADS_1
" Grace ayo kita pergi" kata Alvaro menarik tangan Grace
" Kakak....." kata Andrewis
" Al.... tunggu sebentar" kata Anggun namun Alvaro tetap pergi meninggalkan keduanya.
" perawat tolong bawa ibu saya kedalam kamarnya" kata Andrewis Kepada perawat.
" kak Al tunggu sebentar" kata Andrewis mengejar Alvaro
Alvaro langsung memasukkan Grace kedalam mobil Setelah itu dia melajukan mobilnya, namun tiba-tiba Andrewis menghalangi jalan mereka seakan-akan dia ingin bunuh diri.
Tin....Tin....Tin....( suara bunyi klakson mobil Alvaro).
" sedang apa kamu?? apa kamu ingin mati ya??" kata Alvaro
" kakak bisa menghindari mami kak, tapi bukan dengan ku. apa salah ku pada kakak kenapa kakak juga membenci ku." kata Andrewis
" apa yang kamu lakukan, kamu pergi tidak dari sana jika tidak aku akan menabrak mu" kata Alvaro
" silahkan tabrak aku kak jika itu maunya kakak" kata Andrewis
" aku tidak punya urusan dengan mu" kata Alvaro
" tapi aku punya urusan dengan Kakak" kata Andrewis
" Al..... siapa mereka?" kata Grace
" bukan siapa-siapa" kata Alvaro
" kak.... tolong berikan aku kesempatan untuk berbicara dengan kakak." kata Andrewis
" setidaknya temuilah dia sebentar" kata Grace
Alvaro kembali memarkirkan mobilnya.
" apa kamu mau iku?" kata Alvaro
" tidak, aku di mobil saja" kata Grace
" baiklah kamu jangan kemana-mana aku hanya sebentar" kata Alvaro
" ada apa?" kata Alvaro kepada Andrewis
" kak keadaan mami semakin memburuk" kata Andrewis
" dia bukan siapa-siapa bagiku, aku tidak ada urusan dengan nya" kata Alvaro
" setidaknya kakak temuilah dia walau hanya sebentar" kata Andrewis
" jika menurut mu dia itu sangat berharga bagimu, maka kamu urus lah dia jangan membaginya dengan orang lain." kata Alvaro
" kakak bukan orang lain, Kakak juga anak dari mami" kata Andrewis
__ADS_1
" aku tidak memiliki ibu, jangan kamu paksa aku untuk menemuinya, jika kamu menemui aku hanya untuk membahas Wanita itu maka aku tidak punya waktu." kata Alvaro masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit.