SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE ke-42


__ADS_3

" beraninya kamu menyentuhku dengan tangan kotor mu itu" kata Waty


plakkkkkkk ( Grace menampar waty kembali) maka aku akan mengotorinya lagi" kata Grace


" kurang ajar sekali kau, kamu pikir siapa dirimu, beraninya kau berbuat sesuka mu padaku huh..?" kata Waty menjambak rambut Grace dan Grace pun sebaliknya membalas Waty.


" cukup....." kata Albert memisahkan Waty dan Grace.


" apa kalian tidak malu seperti ini? kalian sudah dewasa dan tidak anak-anak lagi" kata Albert


" hei nenek lampir, kamu tu benar-benar yah.." kata Enjel


" diam kamu anak kecil, tutup mulutmu jangan ikut campur." kata Waty


" kamu yang seharusnya tutup mulut" kata Grace


" hei pela*** diam kau" kata waty


plakkkkkkk ( Grace kembali menampar waty).


plakkkkkkk ( waty membalas tamparan Grace dengan begitu kuat.) " kamu pikirkan aku takut padamu Jala**." Kata Waty


" hajar terus..."


" dasar perempuan murahan"


" berikan dia pelajaran, bila perlu mari kita bunuh saja dia" kata yang lainnya.


kini keadaan nya sudah semakin gentar ujung bibir Grace berdarah, dan Grace menyeka bibirnya dengan ibu jarinya.


" baiklah..."


" untuk kalian yang membenciku dan yang sudah mencibir ku. aku akan memaafkan kalian dan aku akan berpura-pura tidak mendengar dan tidak melihat kalian semua asal kalian tinggalkan kami berdua disini."


" sekarang kalian semua pergilah jika tidak ingin dalam masalah" kata Grace


" hm.... sombong sekali kau" kata salah satu dari mereka


" memangnya siapa dirimu, jangan kau pikir Setelah kamu tidur dengan pak direktur kamu bisa menguasai semuanya."


" belum apa-apa kamu sudah berlagak seakan-akan sudah menjadi istri pak direktur."


" mungkin saja Setelah ini pak direktur akan mencampakkan mu" kata salah satunya


" aku sudah memperingatkan kalian agar kalian jangan membuat masalah dengan ku, tetapi kalian yang sudah memilihnya." kata Grace


" hei Jal***, lalu apa yang akan kamu lakukan pada kami jika kami tidak mendengar mu" kata Waty mendorong tubuh Grace namun Albert langsung menahan tubuh Grace agar tidak terjatuh.


" ibu hentikan..." kata Albert


" hei kamu hanya OB disini jadi jangan ikut campur." kata Waty


" mulai sekarang aku akan mengangkat Albert menjadi bagian HRD disini, dan dia akan menggantikan posisi mu. jadi kamu aku pecat." kata Grace


" hahahaha..... memang nya siapa dirimu??"


" hei kalian lihat itu??" kata waty dan para karyawan yang ada disana semakin membenci Grace.


" berani sekali kau, belum apa-apa bahkan kamu sudah mulai menguasai perusahaan. jangan mimpi kamu" kata Waty


" Grace sudah... jangan pedulikan mereka, tunggu pak direktur kembali, biarkan pak direktur yang akan mengurus masalah ini." Kata Albert


" tidak... ini urusan ku dengan mereka" kata Grace


" dasar Wanita murahan" kata salah satu dari mereka menyiram Grace dengan air bekas pel lantai.


" yang kamu sebut murahan itu adalah dirimu sendiri, karena jika kamu Wanita baik-baik maka bicaramu pun yang keluar dari mulut mu itu adalah hal yang baik-baik." kata Grace


" Enjel cepat bawa Grace keruangan kita" kata Albert


" Grace mari kita pergi, biarkan saja mereka" kata Enjel


" bagaimana mungkin aku membiarkan mereka, mereka sudah menghina dan mempermalukan aku." kata Grace


" Grace,,,,, bukankah tadi kamu bilang bahwa kamu hamil. setidaknya pikirkan bayi yang ada di kandungan mu, kamu tidak boleh egois, untuk melawan mereka kamu tidak akan mampu, mereka terlalu banyak sementara kamu hanya sendiri." kata Enjel


" baiklah.... aku mengalah demi anak ku." kata Grace memegang perutnya yang masih rata.


" aku tidak akan membiarkan mu pergi dan anak mu yang kotor itu, mau pergi kemana kamu??" kata Waty menarik tangan Grace


" lepaskan.... " kata Enjel dan Grace


" aku bilang lepaskan" kata Grace

__ADS_1


namun teman-teman nya Waty membatu waty, salah satu dari mereka menarik tangan Enjel sementara yang lain mereka menarik tangan Grace masuk keruangan Cleaning servis.


mereka mengunci pintu itu dari dalam.


" buka pintunya,,,, nenek lampir buka pintunya" kata Enjel


" ibu.... apa yang ibu lakukan, buka pintunya" kata Albert


sementara didalam ruangan,


" pegang dia" kata waty


dan dua orang memegang tangan Grace.


" lepaskan aku, " kata Grace


plakkkkkkk " Waty menampar wajah Grace.


" beraninya kau menampar ku di depan orang banyak, bahkan umurku lebih tua darimu " kata Waty


" lalu kenapa memangnya jika kamu lebih tua dariku, aku tidak ada masalah dengan mu tapi kamu mengganggu ku. walaupun kau lebih tua dariku tapi aku tidak akan pernah takut dengan mu" kata Grace


" benarkah" kata Waty


Plakkkkkkk ( waty kembali menampar Grace).


" lepaskan tanganku breng*** " kata Grace berusaha melepaskan dirinya.


" apa??? kamu mau di lepas yah???" kata Waty menjambak rambut Grace


" apa salah ku padamu?? kenapa kamu lakukan ini padaku" kata Grace


" ini akibatnya jika kamu bermain-main dengan ku." kata Waty


" aku tidak ada bermain-main dengan mu, kamu lah yang memulai nya" kata Grace


" kamu masih berani melawan???"


"owh ya kamu bilang kamu hamil kan, bagaimana jika kita ajak anak mu bermain-main juga" kata Waty mengelus perut Grace


" jangan sentuh anak ku, Erlando tidak akan mengampuni mu jika terjadi sesuatu pada anak nya" kata Grace


" apa kamu yakin ini anak pak direktur?? lalu bagaimana jika ini anak laki-laki yang lainnya yang sudah tidur dengan mu" kata Waty


" bagaimana jika kita bantu kamu saja untuk mendapatkan mangsa, kamu kan seorang pelakor tentu ini akan menyenangkan bagimu" kata Waty


" apa maksudmu??" kata Grace


Waty mengambil ponselnya dan membuka aplikasi Video. Waty meletakkan HP nya di meja tepat berhadapan dengan Grace.


" tenang lah, ini tidak akan menyakiti mu" kata Waty sambil membuka kancing atas kemejanya Grace.


" Waty cukup.... aku mohon jangan lakukan ini." kata Grace menangis.


sementara di luar ruangan,


" Albert tolonglah lakukan sesuatu"


" bagaimana jika mereka menyakiti Grace" kata Enjel


Namun yang lainnya hanya menonton saja, mereka tidak ada yang mau membantu karena posisi Grace hanya lah seorang office sementara Waty kepala HRD.


Albert dan Enjel minta tolong pada mereka, namun siapa perduli dengan mereka dan lagian mereka berdua hanya pekerja kasar di kantor itu.


" Enjel cepat pergi lah panggil petugas keamanan" kata Albert berusaha menendang pintu itu, berharap pintu akan terbuka.


Enjel berlari ke arah satpam terdekat.


Pada saat itu juga Alvaro dan Laras baru saja tiba.


" ada apa ini kenapa mereka semua berkumpul disini?" kata Laras


" mungkin saja mereka mengadakan pesta karena aku dan kamu tidak ada" kata Alvaro


Laras langsung menemui mereka, sementara Alvaro ingin langsung menuju ruangan nya karena dia ingin cepat-cepat bertemu dengan Grace.


" ada apa ini,,, kenapa kalian tidak bekerja?" kata Laras


" buk Laras... Grace bu.... Grace..." kata Albert menunjukkan ruangan yang tertutup itu.


" Kak....Al......" teriak Laras


mendengar teriakan Laras, Alvaro langsung berlari kearah Laras.

__ADS_1


" Laras ada apa??" kata Alvaro


" Grace ada di dalam" kata Laras


Alvaro melihat ternyata ruangan itu terkunci dari dalam.


" Laras awas...." kata Alvaro


Setelah Laras dan Albert menjauh, dengan sekuat tenaga Alvaro menendang pintu itu.


Bruukkkkkk ( Pintu itu terbuka dengan sekali tendangan saja.)


Waty dan kedua temannya terkejut melihat direktur mereka.


Sementara Alvaro langsung melihat keadaan Grace.


" semuanya jangan ada yang mendekat, kalian balikkan badan kalian" kata Alvaro dengan suara yang sangat keras.


semua karyawan yang ada disana langsung menuruti perintah Alvaro, tidak ada diantara mereka yang berani mendekati ruangan itu dan mereka juga membalikkan badan mereka.


Sementara Grace langsung tersungkur ke lantai, kini tangisnya pecah.


Alvaro menahan air matanya agar tidak terjatuh melihat keadaan Grace. kini Grace hanya memakai pakaian dalam saja.


Alvaro membuka Jas nya dan menutupi tubuh Grace, dia langsung menggendong Grace namun sebelum pergi dia melihat Waty dan kedua temannya dengan wajah yang sangat merah dan dia menggerakkan giginya.


Laras melihat Alvaro membawa Grace, Laras langsung masuk kedalam ruangan dan menguncinya kembali.


PLAKKKKKKK....


PLAKKKKKKK...


PLAKKKKKKK...( Laras menampar ketiga Wanita itu.)


" beraninya kalian menyentuh Grace." kata Laras


Laras melihat pakaian Grace terletak dilantai.


"apa yang sudah kalian perbuat??" kata Laras


" bu...bu... bukan aku buk....tapi dia" kata salah satu dari mereka menunjuk Waty.


Laras melihat Hp Waty yang ada dimeja, Laras mengambil Hp tersebut dan melemparnya.


Hp Waty pun dalam sekejap kini sudah hancur berkeping-keping.


" tamat riwayat kalian bertiga,"


" kalian lihat lah apa yang akan terjadi kepada kalian Setelah ini, terutama kamu" kata Laras kepada Waty


" buk...tolong ampuni kami" kata Kedua teman Waty, sementara Waty hanya terdiam.


" banyak-banyak lah berdoa agar pak direktur mengampuni kalian."


" entah mungkin dia tidak akan membiarkan kalian menghirup udara lagi setelah apa yang sudah kalian lakukan pada istrinya." kata Laras


" apa..... istri....??" kata kedua wanita itu


sementara Waty yang tadinya menundukkan kepalanya tiba-tiba mengangkat kepalanya karena dia terkejut.


" iya.... Grace Wanita yang baru saja kalian sakiti itu adalah istri dari direktur. "


" dan jauh-jauh hari sebelumnya saya sudah memperingatkan mu agar kamu tidak melakukan kesalahan bukan??" kata Laras kepada Waty.


" tapi ibu tidak mengatakan bahwa Grace adalah istri dari direktur" kata Waty


" buat apa??? lalu jika kamu tahu Grace adalah istri dari direktur apa yang akan kamu lakukan???"


" apa kamu akan menjilat Grace dan memanfaatkan keadaan??"


" wanita seperti kalian pasti akan melakukan hal seperti itu, agar apa yang kalian inginkan bisa tercapai."


" aku tahu dari awal kamu sudah mencintai direktur, padahal kamu tahu sendiri bahwa dari awal direktur bergabung disini dia sudah mengatakan bahwa dia sudah menikah, tapi kamu juga berniat ingin merebut direktur."


" dan apa kalian tidak melihat sedikitpun bagaimana sikap direktur kepada Grace."


" seharusnya kalian sadari itu"


" baiklah, sekarang kalian bertiga kemasi barang-barang kalian dan tinggalkan kantor ini. soal hukuman kalian bertiga, nanti direktur yang langsung melakukannya." kata Laras pergi meninggalkan ketiganya.


" bu Laras saya mohon tolong bantu kami agar pak direktur memaafkan kami." kata Waty bersujud di kaki Laras.


" hm..... memaafkan kalian?? jangan mimpi kalian dan jangan harap saya akan membantu kalian Setelah apa yang sudah kalian lakukan kepada kakak ipar saya" kata Laras dan membiarkan waty dan kedua temannya di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2