SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE KE-30


__ADS_3

Ke esokan harinya Grace terbangun lebih cepat dari yang sebelumnya, sementara Alvaro masih tertidur karena dia tidak perlu repot-repot lagi untuk menghindari Grace.


Grace langsung membersihkan dirinya setelah itu dia merapikan dirinya karena dia harus bekerja.


setelah dia selesai dia tidak lupa untuk mempersiapkan pakaian kerja yang akan di pakai Alvaro, Grace meletakkan pakaian Alvaro di atas tempat tidur setelah itu dia turun kebawah untuk sarapan.


saat Alvaro terbangun dia melihat bahwa Grace sudah tidak ada disampingnya namun dia melihat pakaian kerja Alvaro yang sudah di persiapkan oleh Grace.


Alvaro tersenyum melihat pakaiannya itu lalu dia langsung bangkit dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandi.


Setelah selesai Alvaro turun untuk menyusul Grace, saat Alvaro tiba di bawah dia melihat Grace sudah siap untuk berangkat.


" Grace kamu mau kemana??" kata Alvaro


" kok malah bertanya begitu, yah mau kerja lah masa mau tidur" kata Grace


" kamu tidak menunggu ku?" kata Alvaro


" maaf aku buru-buru, banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan" kata Grace


" kamu tidak usah terlalu buru-buru, tidak apa-apa jika kamu terlambat aku tidak akan menghukum mu" kata Alvaro


" jika dirumah ini kamu adalah suamiku dan jika didalam pekerjaan kamu adalah atasan ku, keduanya sangat lah berbeda dan jangan pernah untuk menyamakan hal itu." kata Grace


" setidaknya kita berangkat bersama" kata Alvaro


" tidak... tidak...aku tidak mau" kata Grace


" kenapa??" kata Alvaro


" aku tidak ingin orang-orang tahu bahwa aku dan kamu memiliki hubungan" kata Grace


" mereka tidak akan tahu" kata Alvaro


" bagaimana mungkin mereka tidak tahu, lalu bagaimana jika ada yang melihat ku nanti pada saat aku keluar dari mobil mu" kata Grace


" tentu saja aku akan menurunkan mu di tengah perjalanan" kata Alvaro


" apa???? memangnya kamu pikir aku bencong jalanan apa??" kata Grace

__ADS_1


" hahahaha.... bencong jalanan, memangnya bencong jalanan seperti itu yah" kata Alvaro


" yah kebanyakan mereka di perlakukan seperti itu" kata Grace


" yah tapi cerita nya kan berbeda " kata Alvaro


" sudahlah kamu membuang-buang waktu ku. aku pergi dulu." kata Grace pergi meninggalkan Alvaro


Setibanya di kantor Grace langsung pergi menuju ruangan Erlando, dia langsung memulai pekerjaan nya dan tidak lama kemudian Erlando sudah tiba diruagan nya dan melihat Grace masih disana.


" kamu tunggu lah sebentar aku akan segera siap" kata Grace


"pekerjaan ku juga banyak, menunggu mu waktu ku sudah banyak terbuang."


"akh..... mau marah tidak mungkin...potong gaji lebih tidak mungkin lagi, nasib... nasib..." kata Erlando menggelengkan kepalanya.


sementara Grace hanya tersenyum mendengar keluhan Erlando. Setelah Grace selesai dengan pekerjaan Grace ingin pergi meninggalkan ruangan Alvaro.


" kalau begitu pecat saja" kata Grace


" apa kamu mau yang mengurus suami kamu Wanita lain?" kata Erlando sambil berjalan menghampiri Grace,


" baiklah pak direktur, saya sudah siap. saya permisi dulu" kata Grace


" kamu mau kemana" kata Alvaro


" saya mau kembali ke ruangan saya pak" kata Grace


" jika hanya kita berdua berhenti bersikap formal" kata Alvaro


" tetap saja kan ini kantor" kata Grace


"sudah.... selalu saja ada Jawaban. kamu duduk lah disini temani aku bekerja" kata Alvaro menyuruh Grace duduk disampingnya.


" aku tidak mau, bagaimana jika ada yang melihat kita" kata Grace


" tidak akan ada yang melihatnya" kata Alvaro


" dari kemarin-kemarin kamu bukan ditemani Bekerja, kenapa kamu sekarang jadi sok manja sih" kata Grace

__ADS_1


" selama ini aku tidak punya siapa pun dan sekarang aku hanya punya kamu. jadi tidak ada salahnya kan aku sedikit bermanja-manja pada mu" kata Alvaro


mendengar perkataan Alvaro Grace akhirnya mengerti bagaimana rasanya kesepian. akhirnya dia menghampiri Alvaro dan duduk disampingnya.


"memang nya kedua orangtuamu kemana?" kata Grace


" ayah sudah meninggal 10 tahun yang lalu" kata Alvaro sambil fokus pada laptop nya


" ibu kamu?" kata Grace


mendengar perkataan Grace membuat Alvaro terdiam dan berhenti melanjutkan pekerjaannya.


" yang aku tahu sejak kecil aku tidak pernah memiliki ibu" kata Alvaro


" tapi dia masih hidup kan" kata Grace


" hidup atau mati bagiku dia sama saja, sama-sama tidak berarti bagiku" kata Alvaro


" kamu tidak boleh berkata seperti itu, bagaimana pun juga dia itu tetaplah ibu mu yang melahirkan mu ke dunia ini." kata Grace


" bahkan saya malu dilahirkan dari rahim wanita seperti dia" kata Alvaro


" sebesar apapun kesalahan yang dibuat ibumu, kamu tidak pantas membeci nya seperti ini."


" kamu seharusnya bersyukur, setidaknya masih ada yang kamu miliki. bukan seperti aku. sejak kecil aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. ayahku Menikah untuk yang kedua kalinya tetapi ibu pengganti ku tidak pernah menyayangi ku, dia dan putri nya selalu memperlakukan ku dengan tidak layak."


" tetapi aku tidak pernah membencinya, aku hanya berharap suatu saat pasti dia akan berubah dan menyesali apa yang di perbuat." kata Grace


" kamu hanya wanita yang bodoh yang selalu dimanfaatkan orang itu" kata Alvaro


" aku bukan bodoh, didunia ini aku hanya memiliki mereka" kata Grace


" mereka berdua bukan siapa-siapa mu, jadi pokus lah ke kehidupan mu yang sekarang" kata Alvaro


" aku tidak bisa mengatakan dia bukan siapa-siapa ku, karena bagaimanapun juga dia istri dari ayahku" kata Grace


" kenapa kita jadi membahas mereka. baiklah sekarang buatkan aku kopi" kata Alvaro


" kamu tunggu sebentar yah" kata Grace pergi meninggalkan Alvaro

__ADS_1


setelah kepergian Grace, Alvaro kembali melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2