
waktunya untuk makan siang bagi mereka, Enjel, Albert dan juga Grace mereka bertiga makan bersama di kantin perusahaan.
Saat Grace memegang nampan piringnya, dengan sengaja Waty menyenggol Grace dan akibatnya Makanan yang dibawa oleh Grace tumpah dan membasahi baju Grace.
" kamu jalan pakai mata ngk sih??" kata Waty
" ibu sendiri yang menabrak saya, malah saya yang disalahkan" kata Grace
" kamu jangan merasa sok hebat yah, jangan kamu pikir karena kamu bisa dekat dengan pak bos merasa bahwa kamu itu sudah di atas. ingat posisi mu sekarang, kamu hanya seorang pelakor dan setelah pak bos bosan dengan mu, dia akan sendirinya mencampakkan mu" kata Waty dengan suara keras agar yang lainnya mendengar perkataan nya.
" apa maksudmu mengatakan ku pelakor??? aku bukan pelakor" kata Grace
Melihat itu Enjel dengan sengaja menabrak Waty dan makanan Enjel tumpah membasahi badan Waty juga.
" apa masalah mu?? kamu berani cari gara-gara dengan saya??" kata Waty
" cari gara-gara apa maksud ibu?? mana berani saya pada ibu" kata Waty
" kamu malah menjawab, kamu yang salah bukannya minta maaf" kata Waty
" oh..... jadi apa sewajibnya kita minta maaf jika melakukan kesalahan??" kata Enjel
" Enjel.... mau kamu apa sih??? saya tidak ada masalah dengan mu lalu kenapa kamu melakukan ini" kata Waty
" ibu adalah atasan saya, saya hanya mengikuti apa yang ibu lakukan. jika ibu mau saya minta maaf maka ibu lakukan itu terlebih dahulu pada Grace" kata Enjel
" Enjel....." kata Waty
" saya bekerja disini dibayar oleh perusahaan dan bukan dibayar oleh ibu. kita sama-sama makan gaji disini lalu untuk apa saya harus takut kepada ibu?" kata Enjel
mendengar itu Waty sangat emosi dan malu akhirnya dia pergi meninggalkan kantin.
" Grace kamu tidak apa-apa??" kata Enjel
" terimakasih banyak, kamu telah membantuku" kata Grace
" tidak usah berterima kasih nenek lampir seperti itu patut diberi pelajaran" kata Enjel
" sudah-sudah.... Grace ini bersihkan dirimu" kata Albert memberikan beberapa lembar Tissue
" tidak apa-apa, aku sudah lapar lebih baik kita makan saja" kata Grace
" dengan keadaan seperti ini??" kata Albert
" keadaan ku tidak terlalu buruk kok" kata Grace
" ya sudah mari kita makan" kata Enjel
mereka bertiga memilih meja yang sama.
" tapi ku akui nyali mu besar juga Jel..." kata Albert
" untuk apa kita takut selaku kita benar, lagi pula orang seperti itu sekali-sekali cocok diberi hukuman" kata Enjel
" itulah memang sebagian orang-orang tidak pernah bersyukur. untuk apa dia mengganggu orang-orang seperti kita ini." kata Albert
" namanya juga dia sirik, Grace kan jauh lebih cantik di banding dia. dan dia takut jika pak bos jatuh cinta padanya" kata Enjel
" Enjel... kamu bicara apa??" kata Grace
" sudah-sudah..... bagaimana jika nanti habis pulang kerja kita jalan-jalan??" kata Albert
" jalan-jalan kemana??" kata Grace
"kemana aja, misalnya makan, nonton dan lainnya" kata Albert
" boleh juga tuh aku juga setuju" kata Enjel
" aku juga " kata Grace
kini waktunya pulang bekerja pun tiba, Grace beserta teman-temannya pergi ke sebuah warung bakso. Tiba-tiba dua orang wanita yang sudah lama tidak ditemui Grace datang menghampiri Grace dia adalah Linda dan Erna.
__ADS_1
" Grace darimana saja kamu?? sudah hampir dua bulan ini kamu tidak pulang kerumah" kata Erna
mendengar itu kedua temannya Grace kaget.
" i....bu.... sedang apa ibu disini" kata Grace
" enak saja kamu disini makan-makan enak sementara kita berdua kelaparan dirumah sana" kata Linda
" sedang apa kamu bilang??? kemana saja kamu selama ini huh??" kata Erna
" a....aku... bekerja buk" kata Grace
" bekerja katamu??? mana duit yang kamu dapat selama dua bulan ini mana??" kata Erna sementara Albert dan Enjel hanya terdiam menyaksikan mereka.
" bu... mungkin duitnya ada di dalam tasnya" kata Linda
" sini berikan tas mu padaku" kata Erna merampas tas milik Grace
" ibu... ibu jangan ambil tas ku, aku janji....aku akan berikan uangnya" kata Grace namun Erna dan juga Linda merebut paksa tas milik Grace
Kedua wanita itu langsung membongkar isi tas Grace, Erna langsung mengambil dompet Grace sementara Linda mengambil HP milik Grace.
" bu.... ini Handphone mahal"
" Grace katakan darimana kamu dapat uang untuk beli handphone ini??" kata Linda
" astaga ini juga ATM khusus untuk orang kaya raya" kata Linda mengeluarkan kartu ATM berwana emas dari dalam dompet Grace
" ibu tolong jangan ambil itu, kak kembali kan ponsel ku" kata Grace
" katakan darimana kamu dapat semua ini, jangan-jangan kamu jual diri pada om...om" kata Linda
" aku tidak melakukan itu kak, seseorang. memberikan nya padaku" kata Grace
" seseorang??? siapa??? apa jangan-jangan selama dua bulan ini kamu jadi istri simpanan orang??" kata Linda curiga
" sudah lah.... tidak penting dari mana dia mendapatkan ini semua, yang penting kita dapat duitnya" kata Erna
" berikan PINnya" kata Erna
" tidak.... aku tidak akan memberikan PIN nya" kata Grace
" Grace kamu berani menentang ku??" kata Erna
" tapi itu bukan milik ku buk" kata Grace
" bukankah kamu tadi mengatakan bahwa seseorang memberikan nya kepada mu?? berarti ini milik kamu dong" kata Linda
" tapi tetap saja aku tidak berani mengambil uang sepeserpun dari situ" kata Grace
" cepat berikan PIN nya, jika tidak maka aku akan menjual rumah itu" kata Erna
" tolong jangan jual rumah itu buk... rumah itu satu-satunya peninggalan ayah" kata Grace
" jika kamu masih perduli dengan rumah reyot itu maka berikan saya PIN kartu ini, jika tidak aku akan menjual rumah itu sekarang juga" kata Erna
Grace tidak memiliki pilihan, terpaksa dia harus menuruti permintaan ibu tirinya. Grace memberikan PIN kartu itu. setelah mereka mendapatkan PIN nya kedua wanita itu pergi meninggalkan Grace.
Grace hanya menangis.
" siapa mereka??? kenapa mereka berdua begitu jahat padamu?" kata Enjel
" mereka berdua kakak tiri dan ibu tiri ku" kata Grace
" kamu kenapa tidak lawan mereka saja, seharusnya kamu jangan turuti permintaan mereka" kata Albert
" lalu aku harus berbuat apa??" kata Grace
" kamu bisa laporkan mereka berdua atas pemerasan, lagi pula kamu bukan anak kecil lagi. kamu harus berani melawan mereka agar mereka tidak berani macam-macam lagi padamu" kata Albert
" aku tidak tega untuk melapor mereka, bagaimana pun juga hanya mereka Keluarga ku" kata Grace
__ADS_1
" keluarga kamu bilang??? mereka saja tidak pernah menganggap mu keluarga" kata Enjel
Grace hanya menangis, sementara Erna dan Linda langsung pergi menuju mesin ATM.
Erna memasukkan kartu tersebut kedalam mesin lalu memasukkan PIN ATM tersebut.
" bagaimana bu?? berapa saldonya?" kata Linda
" kamu tunggu lah sebentar, ibu juga lagi mencoba" kata Erna
" mudah-mudahan berhasil buk, berkat kartu ini kita akan kaya raya" kata Linda
" PIN nya tidak cocok Lin..." kata Erna
" tidak cocok bagaimana buk??' kata Linda
" kartunya tidak berfungsi karena PIN nya tidak cocok" kata Erna
" berikan padaku buk, aku akan mencobanya" kata Linda
Linda mencoba memasukkan kartu tersebut kedalam mesin dengan sangat hati-hati dia memasukkan beberapa nomor PIN yang diberikan oleh Grace Kepada mereka.
" kurang ajar.... dia menipu kita buk, ini sama sekali tidak cocok" kata Linda
" berani sekali dia,,, mari kita beri dia pelajaran" kata Erna
saat mereka ingin kembali menemui Grace, tiba-tiba ponsel milik Grace yang berada di tangan Linda berdering dan disana Martin yang menelepon.
" Martin????" kata Linda
" angkat.. angkat..." kata Erna dengan penasaran nya
" hal....." kata Linda
"dasar pencuri,,,,, berani sekali anda mengambil yang bukan milik kalian, jika kalian tidak mengembalikan itu semua kepada nona Grace maka saya akan menceblos kan kalian berdua kedalam penjara" kata Martin
" siapa kamu??" kata Linda dengan ketakutan
" cepat kembalikan kartu beserta Handphone itu kepada nona Grace, jika dalam waktu dua puluh menit barang itu tidak kembali maka saya akan menyuruh polisi untuk menahan kalian berdua" kata Martin
" baik.....baik... kami akan kembali kan barang ini pada Grace" kata Linda
" ingat jangan coba-coba menyentuh nona Grace sedikitpun, jika anda berani maka saya tidak akan pernah melepaskan kalian berdua. saya akan selalu mengawasi kalian berdua" kata Martin
" i...i... iya baiklah" kata Linda Setelah itu Martin mematikan telepon nya.
" ayo buk... kita tidak punya waktu yang banyak" kata Linda
" siapa dia??" kata Erna
" aku tidak tahu buk, sepertinya dia bukan sembarangan orang. dia bahkan tahu apa yang kita lakukan pada Grace. ayo buk, jika kita terlambat maka dia akan menyuruh polisi untuk menahan kita" kata Linda
" huh.... kita gagal lagi jadi orang kaya" kata Erna
" kita bisa jual rumah itu jika kita tidak mendapatkan uang lagi" kata Linda
" iya... kamu benar, lebih baik kita jual rumah itu dan hasilnya untuk kita berdua" kata Erna
mereka berdua pergi menemui Grace ketempat warung bakso itu.
" ini milikmu, kami tidak membutuhkan nya lagi" kata Erna
" i..ibu... kenapa??" kata Grace
" tidak apa-apa.... kami pergi dulu" kata Erna langsung pergi meninggalkan warung itu
" ada apa dengan mereka berdua?? kenapa wajah mereka seperti itu??" kata Enjel
" sudah lah biarkan mereka pergi, bersyukur mereka tidak menggangu Grace lagi" kata Albert
kemudian mereka bertiga kembali melanjutkan aktivitas mereka.
__ADS_1